Dokter Dibuat Syok, Ukuran Otak Pasien Pria Ini Hanya Separuh dari Normal
GH News June 17, 2026 04:09 PM
Jakarta -

Kasus medis langka dan mencengangkan baru saja dilaporkan di Prancis. Seorang pria berusia 44 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan yang dianggap ringan.

Pria yang tidak disebutkan namanya itu mengeluhkan kelemahan ringan pada kaki kirinya yang sudah berlangsung selama dua minggu. Tetapi, hasil pemeriksaan yang ia dapatkan di luar dugaan.

Alih-alih menemukan masalah pada otot atau saraf kaki, rangkaian CT scan dan MRI pada kepalanya menunjukkan temuan langka yang membuat tim dokter syok. Otak pria tersebut ternyata berukuran setidaknya setengah lebih kecil dari ukuran otak manusia normal.

Dari hasil pemindaian, ruang di dalam tengkoraknya didominasi penumpukan cairan yang sangat besar. Kondisi ini membuat rongga berisi cairan di otak (ventrikel) melebar sangat ekstrem.

Kondisi ini menyebabkan jaringan otak hanya tersisa sangat sedikit, yang membentuk lapisan tipis yang menempel di dinding tengkoraknya.

Dapat Hidup Normal Meski Ukuran Otak 'Minimalis'

Dalam sejarah evolusi, ukuran otak manusia yang besar selalu dikaitkan dengan kemampuan kognitif tingkat tinggi, penguasaan bahasa, dan memori kompleks. Secara logis, seseorang dengan volume otak sekecil itu diprediksi akan mengalami keterbatasan mental atau disabilitas fisik yang parah sejak kecil.

Namun, pada kasus ini pria tersebut tumbuh besar seperti orang normal pada umumnya. Ia tidak memiliki riwayat kelainan neurologis yang mencolok, bahkan berhasil membangun keluarga dan bekerja secara produktif sebagai seorang pegawai negeri sipil (PNS).

Satu-satunya catatan medis masa lalunya adalah saat ia berusia 6 bulan, sebuah alat bantu kuras cairan (shunt) pernah dipasang di kepalanya akibat hidrosefalus. Alat tersebut akhirnya dilepas kembali saat ia menginjak usia 14 tahun.

Ketika tim dokter melakukan pengujian neuropsikologis pasca-pemeriksaan kaki lemasnya, terungkap bahwa pria ini memiliki skor IQ sebesar 75. Angka ini memang berada di bawah skor rata-rata normal (skor 100).

Meski begitu, otaknya tetap berfungsi cukup baik untuk menopang kehidupan sosial dan pekerjaannya sehari-hari sebagai aparatur sipil.

Pemicu Kelemahan pada Kakinya

Berdasarkan laporan kasus yang dipublikasikan dalam jurnal medis The Lancet, tim dokter menyimpulkan bahwa tekanan akibat penumpukan cairan berlebih di otak itulah yang menjadi dalang utama di balik melemahnya fungsi motorik kaki kiri sang pasien.

Demi mengatasi keluhan tersebut, dokter segera melakukan tindakan medis. Hal ini dilakukan untuk menguras cairan berlebih di dalam tengkoraknya dan memasang alat shunt baru.

Hasilnya cukup baik, dalam beberapa minggu pasca-operasi pemeriksaan neurologis menunjukkan bahwa kekuatan kaki pria tersebut berangsur pulih dan kembali ke kondisi semula. Meski begitu, struktur volume otak dan skor IQ-nya dilaporkan tidak mengalami perubahan pasca-pembilasan cairan.

Para ahli medis mengakui, seandainya pria tersebut tidak pernah mengeluhkan masalah kelemahan pada kakinya, kondisi otaknya yang berukuran super kecil ini mungkin tidak akan pernah terdeteksi seumur hidupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.