'Saya sedih... jangan rayakan' - Patrice Evra jelaskan alasan penggemar Man Utd tak perlu bergembira atas kepergian Pep Guardiola dari Man City
Rina Kusumawati June 18, 2026 02:00 AM

Penggemar Manchester United diminta untuk “tidak merayakan” kabar kepergian Pep Guardiola dari tetangga berisik mereka, Manchester City, setelah Patrice Evra menyebut bahwa berita tersebut merupakan hal yang “menyedihkan” bagi seluruh pihak yang terkait dengan sepak bola Inggris. Kepastian bahwa pelatih legendaris itu akan meninggalkan Stadion Etihad pada musim panas ini telah diumumkan secara resmi. Banyak pihak di Old Trafford menyambut kabar tersebut dengan hangat.


Guardiola meninggalkan Manchester City setelah meraih 20 trofi


Selama 10 tahun masa kepelatihan Guardiola di sisi biru kota Manchester, United sering berada di bawah bayang-bayang besar pelatih asal Katalunya itu. Setan Merah hanya bisa menyaksikan 20 trofi dibawa ke Etihad, termasuk enam gelar Liga Primer dan satu trofi Liga Champions.


Dalam periode yang sama, United hanya mampu menambah lima trofi ke lemari penghargaan mereka, sementara dominasi domestik di ‘Teater Impian’ belum juga kembali. Namun, situasi itu mungkin akan berubah dalam waktu dekat.


Michael Carrick telah memberi napas baru bagi raksasa yang sempat tertidur itu, dengan banyak pihak memprediksi bahwa Setan Merah akan kembali menjadi kandidat kuat juara pada musim 2026-27. Guardiola sendiri tidak akan lagi berada di sana untuk menjadi saingan berat mereka.


Mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munich tersebut akan meninggalkan posisinya setelah musim ini berakhir. Setelah menambah koleksi dengan kemenangan di Piala Carabao dan Piala FA, Guardiola disebut akan mengambil waktu istirahat, di tengah rumor yang mengaitkannya dengan Al-Nassr—tim juara Liga Pro Saudi yang diperkuat Cristiano Ronaldo.


Evra sedih melihat Guardiola berpisah dengan City


Para penggemar United wajar merasa lega melihat rival tangguh mereka mundur dari panggung, namun Evra menegaskan bahwa ini bukan saat yang tepat untuk bergembira. Mantan bek kiri Setan Merah—yang juga pernah merasakan sukses di Liga Primer dan Liga Champions saat membela Manchester United—mengatakan kepada GOAL dalam kerja samanya dengan Stake: “Saya sedih. Saya sedih karena dia adalah seorang manajer hebat. Saya sangat menghormati apa yang sudah dia berikan. Tidak, saya memberinya perpisahan yang layak.”


“Kenapa saya harus bahagia? Karena struktur klub lebih kuat dari siapa pun, baik pemain maupun manajer. Jadi, teman-teman, jangan rayakan. Pertama, jangan terlalu cepat merayakan. Saya tidak melihat Manchester City akan jatuh, jujur saja.”


“Saya sedih karena kita kehilangan seorang pelatih luar biasa. Saya tidak tahu apakah dia akan tetap berada di Liga Primer atau tidak. Tapi saya sedih kehilangan Pep Guardiola dari dunia sepak bola.”


Alasan kepergian Guardiola: pernyataan pelatih asal Katalunya


Saat mengonfirmasi bahwa rumor kepergiannya memang benar adanya, Guardiola menyampaikan melalui pernyataan resmi di situs Manchester City: “Betapa luar biasanya waktu yang kita lalui bersama. Jangan tanya alasan saya pergi. Tidak ada alasan tertentu, tapi jauh di dalam hati, saya tahu ini waktunya. Tidak ada yang abadi; jika ada, saya akan tetap di sini. Yang abadi adalah perasaan, orang-orang, kenangan, dan cinta saya pada Manchester City.”


“Ini adalah kota yang dibangun dari kerja keras. Dari usaha dan kegigihan. Kamu bisa melihatnya dari warna bata-bata bangunannya. Dari orang-orang yang datang lebih awal dan pulang lebih larut. Dari pabrik-pabrik, keluarga Pankhurst, serikat pekerja, dan musik. Dari Revolusi Industri dan bagaimana hal itu mengubah dunia. Saya rasa saya akhirnya memahami itu, dan tim saya pun demikian. Kami bekerja keras, kami menderita, kami berjuang, dan kami melakukannya dengan cara kami sendiri.”


“Hadirin sekalian, terima kasih telah mempercayai saya. Terima kasih telah mendorong saya. Terima kasih telah mencintai saya. Ini benar-benar sangat menyenangkan. Saya mencintai kalian semua.”


Carrick resmi menjadi pelatih permanen Man Utd, City siapkan pengganti Guardiola


Keputusan Guardiola untuk mundur membuat kedua klub Manchester kini sama-sama harus menunjuk pelatih permanen baru pada musim panas ini. Diperkirakan mantan pelatih Chelsea, Enzo Maresca—yang sebelumnya bekerja bersama Guardiola di City—akan mendapatkan tugas berat untuk melanjutkan kesuksesan di Stadion Etihad.


Sementara itu di Old Trafford, pelatih interim Carrick berhasil membawa tim mendekati zona Liga Champions dan kini mendapat kontrak penuh waktu. Mantan gelandang United itu akan didukung dengan anggaran transfer besar dan rencana ambisius untuk membawa kembali gelar Liga Primer ke Old Trafford.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.