KANSAS CITY, Missouri -- Rodrigo De Paul mengejutkan banyak penggemar Argentina ketika ia memutuskan meninggalkan Atletico Madrid untuk bergabung dengan Inter Miami, hanya kurang dari satu tahun sebelum Piala Dunia dimulai. Namun, pelatih tim nasional Lionel Scaloni mendukung langkah gelandang tersebut ke Major League Soccer, menegaskan bahwa ia lebih peduli pada performa sang pemain daripada nama klub tempat ia bermain.
'Dia tahu bahwa dia tidak boleh bersantai'
Scaloni juga memuji kualitas permainan di MLS.
"Kami tidak terlalu memikirkan liga tempat mereka bermain; yang kami perhatikan adalah performanya. Dia bermain di level yang sangat baik. Ketika dia bergabung, dia menunjukkan performa yang bagus," ujar Scaloni melalui penerjemah.
Meski begitu, pelatih yang membawa Argentina menjuarai Piala Dunia tersebut menegaskan bahwa De Paul tidak bisa bergantung pada kesuksesan masa lalunya dan harus mempertahankan performanya selama 90 menit penuh.
"Dia tahu bahwa dia tidak boleh bersantai," kata Scaloni. "Saat jeda penyegaran, saya mengatakan kepadanya bahwa dia tidak boleh bersantai. Dia menjadi pemain yang menentukan ketika dia tetap fokus. Setelah itu, dia mengubah jalannya pertandingan."
Penampilan yang solid
Selain penampilan luar biasa dari Messi, De Paul bisa dibilang menjadi pemain terbaik kedua bagi Argentina. Ia memberikan assist untuk gol pembuka, mencatat akurasi umpan 92 persen, serta membuat enam kontribusi defensif. Ia juga memenangkan lima dari delapan duel sepanjang pertandingan.
Performa lini tengah yang tangguh secara keseluruhan
Selain De Paul, Scaloni juga memberikan pujian besar kepada kuartet lini tengahnya, yang terdiri dari Enzo Fernandez, mantan bintang MLS Thiago Almada, dan Alexis Mac Allister.
Fernandez mencatat sembilan umpan ke sepertiga akhir lapangan, sementara tembakan jarak jauh Mac Allister membuka peluang lain yang berujung pada gol kedua Messi.
Apa selanjutnya?
Tim nasional Argentina yang diperkuat De Paul akan mendapatkan waktu istirahat enam hari sebelum menghadapi Austria di Dallas pada 22 Juni.
Sejauh mana Argentina akan melangkah di Piala Dunia?