Momen Kirab Suro 2026, Okupansi Hotel di Solo Naik, Libur Muharram Dorong Lonjakan Hunian
Putradi Pamungkas June 18, 2026 02:32 AM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Okupansi hotel di Solo Jawa Tengah mengalami kenaikan menjelang pelaksanaan Kirab Suro pada Selasa (16/6/2026) kemarin.

Kenaikan ini dipicu momentum libur Tahun Baru Islam atau 1 Muharram yang jatuh pada hari yang sama, sehingga mendorong peningkatan kunjungan dan tingkat hunian hotel di Kota Solo, Jawa Tengah.

Humas BPC PHRI Solo, Wening Damayanti, menyebut tren kenaikan sudah terlihat sejak akhir pekan.

“Mulai di hari weekend kemarin Sabtu okupansi rata-rata sudah naik. Karena 1 Muharram jatuhnya di hari Selasa. Rupanya di hari Senin banyak juga yang mengambil hari libur sehingga okupansi cukup bagus,” jelasnya.

JELANG KIRAB - Menjelang pelaksanaan Kirab Malam Satu Suro yang digelar Keraton Kasunanan Surakarta, kawasan Gapura Gladak di Jalan Pakubuwono, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta mulai dipadati pedagang kaki lima pada Selasa (16/6/2026). Kawasan Gladak menjadi salah satu titik favorit karena berada di pintu masuk sekaligus rute utama kirab yang digelar Keraton Kasunanan Surakarta setiap tahun.
JELANG KIRAB - Menjelang pelaksanaan Kirab Malam Satu Suro yang digelar Keraton Kasunanan Surakarta, kawasan Gapura Gladak di Jalan Pakubuwono, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta mulai dipadati pedagang kaki lima pada Selasa (16/6/2026). Kawasan Gladak menjadi salah satu titik favorit karena berada di pintu masuk sekaligus rute utama kirab yang digelar Keraton Kasunanan Surakarta setiap tahun. (TribunSolo.com/Anang Maruf Bagus Yuniar)

Libur Panjang Dorong Kenaikan Hunian Hotel

Menurut Wening, momen long weekend tahun baru Islam ini memberi dampak positif bagi industri perhotelan yang sebelumnya sempat lesu.

Kondisi tersebut berbeda dengan libur panjang sebelumnya yang tidak memberikan dampak signifikan terhadap okupansi hotel di Solo.

Seperti pada periode Idul Adha, tingkat hunian hotel cenderung stagnan di angka 40–50 persen.

“Kalau periode pada saat Idul Adha hari Rabu kemudian cutinya di hari Kamis itu tidak ada kenaikan signifikan, masih stagnan juga. Jadi seperti biasa lah. Kalau sekarang kan city occupancy itu kisarannya 40–50 persen ya city occupancy kalau dulu kan bisa sampai 70 persen , tapi di tahun tahun terakhir ini memang drop ya Solo ya 40–50?n pada saat Idul Adha kemarin juga masih di angka yang sama,” ungkapnya.

Baca juga: 5 Rekomendasi Hotel di Solo Jateng, yang Punya Kolam Renang Terbaik untuk Staycation Akhir Pekan

Okupansi Hotel Sempat Tembus 80 Persen di Akhir Pekan

Kenaikan okupansi mulai terasa lebih signifikan pada Jumat hingga Sabtu, terutama karena adanya tambahan hari libur nasional.

Namun, peningkatan tersebut tidak merata di seluruh hotel di Solo.

“Tapi begitu mendekati weekend mulai Jumat. Mungkin ya, Jumat Sabtu, terutama karena di hari seninnya tanggal merah lagi. Kenaikan tidak rata di semua hotel tetapi ada yang bisa 80 persen . Kemudian kalau full sekali juga tidak ya full sekali tidak jadi masih di range 80–85 persen . Itu masih masih ada beberapa hotel juga yang tidak dapat porsi market dari libur panjang,” jelasnya.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.