TRIBUNNEWS.COM - Cristiano Ronaldo cuma jadi beban saat Timnas Portugal ditahan imbang RD Kongo pada laga perdana Grup K piala Dunia 2026, Kamis (18/6/2026) dini hari WIB.
Berlangsung di Stadion Houston, Texas, Amerika Serikat, hasil Portugal vs RD Kongo berakhir dengan skor imbang 1-1.
Portugal lebih dulu unggul melalui aksi tandukan Joao Neves pada menit ke-6. Namun mampu disamakan oleh Yoane Wissa pada injury time babak pertama.
Sorotan utama tertuju kepada bintang Portugal pada laga ini. Bintang Al Nassr itu gagal memberikan dampak yang lebih baik ke permainan Portugal.
Bahkan berdasarkan statistik dari Fotmob, Ronaldo hanya melepaskan tiga tembakan dan semuanya gagal menemui sasaran.
Ia juga gagal menciptakan peluang di depan gawang RD Kongo.
Meski gagal bersinar di laga perdana, Ronaldo tetap layak dianggap sebagai GOAT (Greatest of All Time) dalam sepak bola.
Bahkan, jika Ronaldo gagal meraih gelar juara di Piala Dunia 2026 nanti, bintang Al Nassr tersebut tetap layak disebut GOAT karena prestasi fenomenal di sepanjang kariernya.
"Tentu saja, status GOAT kan tidak bisa ditentukan dalam satu trofi. Bahkan jika gagal meraih trofi Piala Dunia," ucap Football Enthusiast, Bayu Ajianto, dalam podcast YouTube Super Taktik Tribunnews di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
"Piala Dunia memang turnamen tersebsar dalam sejarah sepak bola. Tapi kan sepak bola itu olahraga tim. Jadi bukan olahraga yang Ronaldo mainkan sendiri gitu enggak."
"Bahkan banyak pemain sepak bola bagus yang nggak punya trofi Piala Dunia," terangnya.
Baca juga: Generasi Emas Timnas Portugal di Piala Dunia 2026, Samba Eropa Bukan Hanya Cristiano Ronaldo
Portugal langsung tampil menekan sejak awal pertandingan.
Hasilnya, Joao Neves membawa Selecao unggul cepat pada menit keenam lewat sundulan memanfaatkan umpan silang Pedro Neto.
Unggul satu gol membuat Portugal semakin nyaman menguasai permainan.
Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan mendominasi penguasaan bola, tetapi kesulitan menciptakan peluang berbahaya untuk menambah keunggulan.
Di sisi lain, RD Kongo memilih bermain lebih disiplin dan mengandalkan serangan balik.
Peluang terbaik RD Kongo sebelum turun minum sempat hadir melalui Yoane Wissa dan Edo Kayembe, namun belum mampu membahayakan gawang Diogo Costa.
Saat babak pertama tampak akan berakhir dengan keunggulan Portugal, RD Kongo berhasil mencuri gol penyama kedudukan di masa injury time.
Umpan matang Arthur Masuaku berhasil disambut sundulan Yoane Wissa yang tak terkawal untuk menggetarkan gawang Portugal pada menit ke-45+5.
Gol tersebut membuat skor berubah menjadi 1-1 dan bertahan hingga wasit meniup peluit akhir babak pertama.
Baikk Portugal maupun RD Kongo langsung menerapkan tempo permainan tinggi setelah turun minum.
Kedua tim saling jual beli serangan demi memburu gol tambahan masing-masing.
Portugal sejatinya berhasil mencetak gol pada menit ke-54 melalui sepakan akrobatik Joao Cancelo.
Namun gol tersebut dianulir oleh hakim garis karena offside.
Dua menit kemudian giliran RD Kongo yang memiliki peluang emas. Cedric Bakambu melepaskan sepakan keras dari sisi kanan namun masih membentur mistar gawang.
Ronaldo memiliki peluang pada menit ke-70 setelah menerima umpan silang dari sisi kanan, sayangnya sepakannya masih melebar di samping kanan gawang Kongo.
Bruno Fernandes sempat memiliki peluang di menit-menit akhir, namun sepakannya masih melebar.
Tak ada tambahan gol hingga akhir pertandingan. Duel Portugal vs RD Kongo berakhir imbang 1-1.
Diogo Costa; Joao Cancelo, Tomas Araujo, Renato Veiga, Nuno Mendes; Joao Neves, Vitinha; Bernardo Silva, Bruno Fernandes, Pedro Neto; Cristiano Ronaldo (Kapten).
Cadangan:
Jose Sa, Rui Silva, Nelson Semedo, Ruben Dias, Diogo Dalot, Goncalo Inacio, Matheus Nunes, Samu Costa, Ruben Neves, Francisco Trincao, Goncalo Guedes, Goncalo Ramos, Joao Felix, Rafael Leao, Francisco Conceicao.
Pelatih: Roberto Martinez
Lionel Mpasi; Aaron Wan-Bissaka, Steve Kapuadi, Axel Tuanzebe, Chancel Mbemba (Kapten), Arthur Masuaku; Ngalayel Mukau, Samuel Moutoussamy, Edo Kayembe; Cedric Bakambu, Yoane Wissa.
Cadangan: Timothy Fayulu, Matthieu Epolo, Dylan Batubinsika, Joris Kayembe, Gedeon Kalulu, Nathanael Mbuku, Theo Bongoda, Noah Sadiki, Aaron Tshibola, Charles Pickel, Brian Cipenga, Gael Kakuta, Meschak Elia, Fiston Mayele, dan Simon Banza.
Pelatih: Sebastien Desabre
(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)