Trump Lontarkan Sindiran Tajam ke Benjamin Netanyahu: Tanpa Amerika Serikat, Israel Tidak Akan Ada
Eri Ariyanto June 18, 2026 03:44 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Pernyataan mengejutkan kembali datang dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang kali ini menyasar langsung Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Dalam sebuah wawancara dan pernyataan publik yang viral, Donald Trump melontarkan sindiran tajam terkait hubungan kedua negara tersebut.

Donald Trump menegaskan bahwa posisi Israel di panggung dunia tidak bisa dilepaskan dari peran besar Amerika Serikat selama ini.

Donald Trump bahkan menyebut bahwa tanpa dukungan Amerika Serikat, keberadaan dan kekuatan Israel saat ini akan sangat berbeda.

Ucapan tersebut sontak memicu perhatian luas dari media internasional serta para pengamat politik global.

Pernyataan itu juga dinilai sebagai bentuk kritik keras terhadap kebijakan luar negeri Israel di bawah kepemimpinan Netanyahu.

Tidak sedikit yang menilai komentar Trump sebagai sinyal ketegangan baru dalam hubungan politik antara tokoh-tokoh berpengaruh tersebut.

Di sisi lain, pendukung Trump menganggap pernyataan itu sebagai bentuk “kebenaran politik” yang selama ini jarang diungkap secara terbuka.

Namun, pihak Netanyahu maupun pemerintah Israel belum memberikan tanggapan resmi terkait sindiran tersebut.

Situasi ini pun semakin menambah panas dinamika geopolitik yang sudah lama bergejolak di kawasan Timur Tengah.

Baca juga: Babak Akhir Konflik Timur Tengah! AS dan Iran Berunding di Swiss, Nasib Perdamaian Ditentukan Jumat

Seperti diketahui, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim bahwa Israel tidak akan ada tanpa peran dirinya, sekaligus melontarkan kritik terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terkait kebijakan negaranya di Lebanon.

Pernyataan itu disampaikan Trump pada Selasa (16/6/2026) saat menghadiri KTT G7 bersama Emir Qatar di Perancis.

“Tanpa Amerika Serikat, tidak akan ada Israel. Tanpa saya, tidak akan ada Israel, karena tidak ada presiden lain yang bersedia melakukan apa yang saya lakukan,” kata Trump, seperti dikutip The Telegraph.

Trump juga menyatakan Israel sudah lama berada dalam ancaman besar sebelum dirinya terlibat.

“Israel pasti sudah hancur sejak lama jika saya tidak terlibat,” ujarnya.

MURKA - Foto diambil dari Facebook The White House, Selasa (21/10/2025) memperlihatkan Presiden AS Donald Trump dalam unggahan pada Kamis (16/10/2025). Trump baru-baru ini dibuat murka lantaran Iran menerapkan pajak lewat di Selat Hormuz.
MURKA - Foto diambil dari Facebook The White House, Selasa (21/10/2025) memperlihatkan Presiden AS Donald Trump dalam unggahan pada Kamis (16/10/2025). Trump baru-baru ini dibuat murka lantaran Iran menerapkan pajak lewat di Selat Hormuz. (Facebook/The White House)

Trump kritik Netanyahu soal Lebanon

Pernyataan Trump tersebut muncul saat Presiden AS itu membicarakan mengenai konflik antara Israel dan Hizbullah yang telah berlangsung terlalu lama dan menyebabkan banyak korban.

“Israel sudah terlalu lama memerangi Hizbullah dan terlalu banyak orang yang terbunuh. Anda tidak perlu meruntuhkan gedung apartemen setiap kali mencari seseorang karena ada banyak orang di gedung-gedung itu, dan mereka tidak semuanya adalah Hizbullah,” ujar Trump.

Ia juga mengkritik serangan Israel terhadap Lebanon yang dilakukan dua jam sebelum kesepakatan damai antara AS dan Iran akan ditandatangani.

Trump kemudian meminta Netanyahu menahan diri dan lebih bertanggung jawab terhadap situasi di negara tersebut.

“Saya memiliki hubungan yang baik dengan Bibi, tetapi sekarang Bibi harus lebih bertanggung jawab terkait Lebanon,” kata Trump.

Trump menggambarkan Lebanon sebagai negara yang pernah memiliki reputasi besar sebelum situasi memburuk.

“Lebanon dulu adalah negara yang hebat. Itu adalah negaranya para profesor, dokter, pengacara. Intelektualitas besar ada di Lebanon. Sekarang semuanya sangat buruk,” katanya.

Ia juga mengatakan bahwa Suriah seharusnya menangani Hizbullah karena Israel sudah terlalu lama memerangi kelompok yang didukung Iran tersebut.

Trump tegaskan tak ada dana AS untuk Iran

Trump juga membantah laporan bahwa Iran akan mendapatkan akses terhadap dana rekonstruksi senilai 300 miliar dollar AS (Rp 5.325 triliun) jika negara itu menyerahkan persediaan uraniumnya.

“Kami tidak menginvestasikan uang apa pun di Iran. Rumor yang muncul kemarin itu tidak masuk akal. Kami memiliki hak untuk masuk suatu hari nanti jika saya ingin melakukan sesuatu, atau seseorang ingin melakukan sesuatu, tetapi kami tidak menginvestasikan uang apa pun,” kata Trump.

Ia memperingatkan bahwa konsekuensi besar akan terjadi jika Iran mengembangkan senjata nuklir dan melanggar kesepakatan baru tersebut.

“Semua neraka akan turun ke Teheran,” ujar Trump.

Meski demikian, Trump mengatakan bahwa dirinya tidak percaya pada perubahan rezim di Iran.

“Saya tidak pernah peduli dengan perubahan rezim. Itu tidak pernah penting,” katanya.

Trump menambahkan bahwa menurutnya perubahan rezim tidak pernah berhasil, meskipun sebelumnya pada Februari ia pernah mengatakan bahwa perubahan rezim merupakan “hal terbaik yang bisa terjadi” di Iran.

Pembahasan Kesepakatan AS-Iran di KTT G7

Trump dan para pemimpin dunia tiba di Evian-les-Bains, Perancis, untuk menghadiri KTT G7 selama tiga hari.

Pembahasan utama dalam pertemuan itu mencakup kesepakatan damai AS-Iran serta upaya mengakhiri perang Rusia-Ukraina.

Trump mengatakan, perkembangan besar akan terjadi meski kesepakatan tersebut menghadapi tantangan, termasuk ketegangan dengan Netanyahu yang menyebut Israel tidak dilibatkan dalam pembahasan memorandum kesepakatan.

(TribunNewsmaker.com/Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.