Harga BBM Nonsubsidi Dipastikan Ikut Turun Jika Minyak Dunia Merosot, Kementerian ESDM: Menyesuaikan
Eri Ariyanto June 18, 2026 03:44 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali menegaskan bahwa harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi di Indonesia memiliki mekanisme penyesuaian yang mengikuti dinamika pasar global, khususnya harga minyak mentah dunia.

Pernyataan ini disampaikan seiring dengan adanya tren penurunan harga minyak internasional dalam beberapa waktu terakhir.

Kementerian ESDM menyebutkan bahwa sistem penetapan harga BBM nonsubsidi di Indonesia bersifat fleksibel dan tidak ditentukan secara tetap, melainkan mengikuti formula yang telah ditetapkan pemerintah.

Jika harga minyak dunia mengalami penurunan signifikan dan stabil dalam periode tertentu, maka harga BBM nonsubsidi di dalam negeri juga berpotensi ikut turun.

Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan konsumen, badan usaha, serta kondisi ekonomi nasional secara keseluruhan.

Selain itu, pemerintah juga tetap mempertimbangkan faktor lain seperti nilai tukar rupiah terhadap dolar AS serta biaya distribusi energi di berbagai wilayah.

ESDM menegaskan bahwa setiap perubahan harga tidak dilakukan secara mendadak, melainkan melalui evaluasi berkala sesuai mekanisme yang berlaku.

Masyarakat diharapkan dapat memahami bahwa fluktuasi harga BBM merupakan bagian dari dinamika energi global yang tidak dapat dihindari.

Pemerintah sendiri berkomitmen menjaga agar harga energi tetap stabil dan terjangkau di tengah ketidakpastian pasar internasional.

Dengan demikian, peluang penurunan harga BBM nonsubsidi tetap terbuka selama tren penurunan harga minyak dunia terus berlanjut.

Baca juga: Pengakuan Mengejutkan Trump, Selat Hormuz Dibuka Jumat: Jalur Minyak Dunia Mulai Kembali Normal

Seperti diketahui, juru bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia mengatakan, ketika harga minyak dunia turun, maka harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi juga dipastikan turun.

Namun, sebaliknya, jika harga minyak dunia naik, harga BBM nonsubsidi juga akan naik.

"Nah apakah bisa turun? Pasti. Ketika harga minyak dunia turun, sudah bisa dipastikan harga BBM non-subsidi juga akan turun. Begitu juga sebaliknya, ketika harga minyak dunia mengalami kenaikan, mau tidak mau, tidak terhindarkan harga BBM non-subsidi harus menyesuaikan dengan harga keekonomiannya," ujar Dwi di kantor Bakom, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Dwi menekankan, harga BBM non subsidi di Pertamina maupun di SPBU swasta mengikuti mekanisme harga pasar.

Ilustrasi SPBU Pertamina di Jakarta.
Ilustrasi SPBU Pertamina di Jakarta. (Dok. Pertamina)

Dia mengatakan, mau berapa pun harga minyak mentah dunia, mau tidak mau BBM non-subsidi harus mengikuti harganya.

"Namun balik lagi, kita tahu kondisi saat ini kenaikan harga BBM non-subsidi ini memang sudah berlangsung. Kalau kita bicara negara-negara kawasan di tetangga sudah jauh lebih dulu mengalami kenaikan, penyesuaian," tuturnya.

Sementara itu, terkait harga Pertamax yang sempat dipertahankan, Dwi membocorkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memang sempat mencoba menjaga kestabilan ekonomi dan daya beli masyarakat.

Walhasil, Pertamax sempat menjadi satu-satunya BBM non subsidi yang tidak mengalami kenaikan harga, meski pada akhirnya dinaikkan menjadi Rp 16.250.

"Tapi seiring berjalannya waktu, fluktuasi harga yang semakin dinamis, ini para pelaku usaha mau tidak mau harus menyesuaikan dengan harga keekonomian. Seperti itu. Jadi kalau ditanya akan turun enggak harga minyak dunia turun, pasti akan ada penyesuaian juga untuk penurunan harga BBM non-subsidi," imbuh Dwi.

(TribunNewsmaker.com/Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.