TRIBUNNEWS.COM - Jangan salahkan Cristiano Ronaldo yang bermain 90 menit saat timnas Portugal dipaksa bermain imbang oleh Republik Demokratik (RD) Kongo pada laga Grup K Piala Dunia 2026. Omong kosong pelatih Portugal tak berbekas.
Berlangsung di Stadion NRG, Houston, Texas, Amerika Serikat, skor 1-1 menutup hasil akhir laga Portugal vs RD Kongo, Kamis (18/6) dini hari WIB.
Timnas Portugal yang sempat mencetak gol cepat melalui Joao Neves, harus puas dengan raihan satu poin ketika striker Newcastle United, Yoane Wissa menyamakan kedudukan di penghujung babak pertama.
Di 45 menit kedua, tidak ada gol yang tercipta, meski Selecao das Quinas tampil dominan mengandalkan taji seorang Cristiano Ronaldo.
Hasil ini sejatinya luput dari prediksi. Sebab, semula di atas kertas skuad asuhan Roberto Martinez lebih diunggulkan untuk memetik poin penuh atas RD Kongo.
"Dengan atau tanpa trofi Piala Dunia, warisan Cristiano Ronaldo itu sudah terbangun selama 20 tahun, mulai dari pencapaian di level klub, individu, dan negara," kata Bayu Ajianto, seorang football enthusiast, dalam podcast berjudul "SUPER TAKTIK: Prediksi Grup A-F Piala Dunia 2026 & Last Dance Ronaldo vs Messi" di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
"Melihat lawannya yang berbeda level, Portugal seharusnya menang mudah di atas kertas," ujarnya memprediksi soal laga melawan RD Kongo.
Tetapi realitanya tidak demikian. Cristiano Ronaldo yang terus dibandingkan dengan rival abadinya, Lionel Messi, gagal tampil maksimal selama 90 menit.
Roberto Martinez memiliki penilaian tersendiri di balik hasil imbang yang diraih tim asuhannya. Pelatih asal Spanyol itu menyayangkan Portugal gagal mencetak banyak gol meski mengawali laga dengan baik.
Namun pria yang pernah membesut timnas Belgia dan Everton ini, tidak menerima kesalahan ditimpakannya kepada Cristiano Ronaldo.
Pelatih asal Spanyol ini mendapatkan pertanyaan, mengapa CR7 dimainkan selama 90 menit.
Baca juga: Kemarau Gol Ronaldo Berlanjut, CR7 Gagal Nyekor dalam 10 Laga Turnamen Besar Bersama Portugal
Sementara kedua winger timnas Portugal seperti Bernardo Silva dan Pedro Neto harus ditarik keluar ketika memberikan kontribusi nyata dalam permainan.
Martinez pun memasang badang. Bahkan dalam laga berat melawan RD Kongo, pencetak gol terhebat harus ada dalam setiap momen pertandingan.
Dan jawaban dari hal itu jelas Cristiano Ronaldo, dalam pandangan Roberto Martinez.
"Dalam pertandingan seperti ini, di mana sulit untuk menembus kotak penalti, penting untuk memanfaatkan keterampilan Cristiano," ucap Martinez, dikutip dari video BeIN Sports.
"Tidak masuk akal untuk menarik keluar pencetak gol terhebat (Ronaldo-red) dalam sejarah sepak bola dalam pertandingan di mana kita perlu mencetak gol"
"Pengalamannya di kotak penalti sangat krusial, dan cara dia menarik bek-bek"
"Setiap pemain memiliki peran mereka di lapangan dan ketika kita memikirkan mencetak gol, Cristiano harus hadir," tegas pelatih berusia 52 tahun memberikan pembelaan terhadap Cristiano Ronaldo.
Bagaimanapun skor imbang tidak menutup peluang Portugal lolos ke babak selanjutnya. Namun, ia tetap akan mengambil pelajaran dari hasil pada laga ini.
"Saya sangat puas dengan sikap tim. Ini bukan masalah kurangnya komitmen atau semangat; kami terus berusaha hingga akhir. Kami bisa belajar banyak dari pertandingan ini," ungkapnya.
Pada laga berikutnya, Selecao das Quinas akan menghadapi Uzbekistan pada Rabu (24/6/2026) dan Kolombia pada Minggu (28/6/2026).
(Tribunnews.com/Giri)