TRIBUNNEWS.COM - Gelombang demo di sejumlah titik di Indonesia masih terlihat, Rabu (17/6/2026).
Dua kelompok mahasiswa di Kota Sukabumi, Jawa Barat terlihat menggelar aksi demo di dua lokasi berbeda.
Massa dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sukabumi menggelar aksi di halaman Gedung DPRD Kota Sukabumi.
Dalam aksinya, IMM menyoroti kenaikan kebijakan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan evaluasi program dari Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming.
Aksi demo juga dilakukan oleh kelompok mahasiswa Universitas Nusa Putra yang mengatasnamakan BEM Nusantara di Tugu Adipura Kota Sukabumi.
Namun, aksi demo yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Nusa Putra bersama kelompok yang mengklaim dirinya sebagai Gerakan Mahasiswa (Gema) berujung dengan perusakan fasilitas umum serta vandalisme.
Pantauan TribunJabar.id di lapangan, massa yang awalnya berada di Tugu Adipura melakukan aksi long march.
Dalam perjalanan tersebut, sejumlah tindakan vandalisme dilakukan oleh massa, seperti mencoret billboard dengan kalimat bernada provokatif.
Pos polisi juga jadi sasaran vandalisme hingga membakar water barrier di kawasan Jl Siliwangi Kota Sukabumi.
Ucapan karangan bunga Milad Kampus Universitas Muhammadiyah Sukabumi juga dibakar tanpa alasan.
Warga setempat, Dawang (52) menyayangkan aksi demo yang berujung perusakan ini.
Baca juga: Demo Mahasiswa di Berbagai Daerah: Bakar Ban di Tugu Kartasura, Ricuh di Kantor DPRD Sulut
"Sangat menyayangkan sebagai warga jelas melihatnya bukan demo. Ini merusak," ucap.
Ia menegaskan, massa harusnya fokus pada tuntutan, bukan merusak fasilitas.
"Ya harusnya kalau demo fokus dengan tuntutan. Ini bahaya bisa menyinggung warga," tutupnya.
Sementara itu, aksi demo yang diikuti ratusan mahasiswa dalam gerakan "Sukoharjo Menggugat" di Bundaran Tugu Kartasura, Sukoharjo sempat diwarnai ketegangan dengan warga setempat, Rabu (17/6/2026).
Aksi demo yang diikuti oleh sejumlah mahasiswa dari kampus di Sukoharjo ini awalnya berjalan kondusif.
Namun, di tengah-tengah penyampaian tuntutan kepada pemerintah, tiba-tiba ada warga yang mengendarai motor menghampiri peserta aksi.
Pria yang mengaku warga Kartasura, Sukoharjo ini mengatakan bahwa ia keberatan terhadap pelaksanaan demo di Bundaran Tugu Kartasura.
Diketahui, Tugu Kartasura merupakan persimpangan yang menghubungan Solo, Sukoharjo, Klaten, Yogyakarta dan Semarang.
"Saya warga Kartasura, tidak terima Kartasura jadi tempat demo," ucap pria yang datang tanpa mengenakan baju tersebut, dikutip dari TribunSolo.com.
Suasana sempat memanas karena beberapa peserta aksi terpancing emosi.
Beruntung, polisi yang melakukan pengamanan segera bergerak untuk menengahi.
Akhirnya, pihak kepolisian meminta warga tersebut untuk meninggalkan lokasi aksi.
(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunJabar.id, Dian Herdiansyah)(TribunSolo.com, Anang Maruf Bagus Yuniar)