TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Jenazah Hermanus Mat (62), pria paruh baya yang ditemukan meninggal dunia di kamar Wisma Sumber Baru, Jalan Pengayoman, Kabupaten Mamuju, langsung dievakuasi ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Mamuju, Rabu (17/6/2026) petang.
Berdasarkan pemeriksaan medis awal di Tempat Kejadian Perkara (TKP), pihak rumah sakit menyatakan tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban.
Kepala RS Bhayangkara Mamuju, Iptu dr. Andi Iqbal Iskandar, menyampaikan proses evakuasi dari tempat kejadian menuju rumah sakit berjalan lancar.
Pihaknya kini bersiap melakukan pemeriksaan luar (visum) yang lebih mendalam untuk mendalami penyebab kematian.
Baca juga: Pria Asal Flores Ditemukan Meninggal Dunia di Wisma Mamuju, Sempat Didatangi Wanita
Baca juga: Polisi Selidiki Kematian Karyawan Hotel yang Ditemukan Wisma di Mamuju
"Untuk evakuasi pertama, kami sudah evakuasi jenazahnya. Kami pindahkan ke Rumah Sakit Bhayangkara. Nah, nanti di Rumah Sakit Bhayangkara kita akan lakukan pemeriksaan luar jenazah terhadap tubuh jenazah ini," ujar Andi Iqbal saat dikonfirmasi, Rabu.
Andi Iqbal menegaskan, dari hasil pengecekan pertama di dalam kamar wisma, tim medis belum melihat adanya luka ataupun tanda trauma pada tubuh korban.
"Dari hasil pemeriksaan pertama di TKP, kami belum menemukan ada luka atau ada tanda-tanda trauma, kami belum temukan. Makanya nanti kami periksa lebih lanjut di Rumah Sakit Bhayangkara," jelasnya.
Pemeriksaan lanjutan yang lebih mendetail dijadwalkan akan langsung dilakukan pada Rabu malam.
"Sebentar, setelahmagrib insya Allah langsung kami periksa. Setelah pemeriksaan luar di rumah sakit lebih detail, baru kami bisa menyimpulkan (dugaan penyebab kematian)," tambahnya.
Rencana Otopsi Tunggu Persetujuan Keluarga
Terkait opsi tindakan otopsi guna memastikan penyebab pasti kematian secara internal, dr. Andi Iqbal menyebut hal itu belum diputuskan.
Pihak medis dan kepolisian saat ini masih melakukan koordinasi dengan pihak keluarga korban serta perwakilan tempat korban bekerja.
Diketahui, almarhum merupakan karyawan Matos Hotel Mamuju yang bertugas sebagai supervisor pada bagian laundry selama kurang lebih dua tahun.
"Kami masih menunggu koordinasi antara penyelidik dari Reskrim Polresta Mamuju dengan pihak keluarganya, serta dari perwakilan perusahaan ini," tutur Andi Iqbal.
Kronologi Penemuan Mayat
Menurut kesaksian Doni, pegawai wisma, kecurigaan muncul sejak pukul 09.00 WITA karena kunci kamar korban sudah dalam posisi tergantung di luar pintu.
Saat pintu dibuka sedikit, resepsionis melihat korban masih terbaring sehingga kamar kembali ditutup karena dikira sedang tidur.
Namun hingga melewati batas waktu check-out pukul 12.00 WITA, posisi korban tidak berubah.
Saat petugas wisma masuk untuk membangunkan korban pada pukul 14.00 WITA, barulah diketahui bahwa korban sudah tidak bergerak dengan wajah yang memucat.
Selain posisi kunci, pihak wisma juga sempat didatangi oleh seorang wanita misterius sebanyak dua kali sekitar pukul 14.00 WITA yang menanyakan keberadaan korban, lalu langsung pergi setelah mendapat jawaban petugas.
Kasi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman Basir, membenarkan kejadian ini dan menyatakan bahwa Satreskrim Polresta Mamuju masih melakukan penyelidikan mendalam bersama tim siber dan intelijen di lapangan.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi