Petani Singkong Lampung Tengah Semringah, Harga Tembus Rp2.400 per Kilogram
taryono June 18, 2026 09:19 AM

Tribunlampung.co.id, Lampung Tengah - Kenaikan harga singkong hingga menyentuh Rp2.400 per kilogram di Kabupaten Lampung Tengah membawa angin segar bagi petani. 

Baca juga: Satu Korban KM Arof Ditemukan Meninggal di Pantai Way Kambas, Satu Masih Hilang

Level harga tertinggi yang tercatat hingga Rabu (17/6/2026) itu membuat banyak petani mulai merasakan perbaikan pendapatan di tengah fluktuasi harga yang selama ini terjadi. 

Kondisi tersebut dinilai cukup memberi ruang napas bagi petani untuk menutup biaya produksi yang terus berjalan.

Meski demikian, harga tersebut belum seragam di seluruh perusahaan penerima hasil panen singkong. Setiap perusahaan masih menerapkan skema harga dan potongan yang berbeda-beda, sehingga rata-rata harga di tingkat kabupaten berada di kisaran Rp2.050 per kilogram dengan potongan sekitar 8 persen. 
Perbedaan ini membuat pendapatan petani tidak sepenuhnya sama, tergantung mitra pabrik yang mereka tuju.

Ketua Umum Perkumpulan Petani Ubi Kayu Indonesia (PPUKI) Lampung Tengah, Dasrul Aswin, menegaskan bahwa petani tetap merasakan dampak positif dari kondisi harga saat ini. 

“Alhamdulillah saat ini petani singkong sedang semringah. Meskipun tiap perusahaan menerapkan harga berbeda, tetapi dengan harga rata-rata tersebut petani sudah sangat bersyukur,” kata Dasrul kepada Tribunlampung.co.id, Rabu (17/6/2026).

Ia menjelaskan, dari harga yang diterima petani masih terdapat pengurangan biaya produksi, termasuk ongkos transportasi dan upah buruh cabut singkong. 
Menurutnya, kenaikan harga BBM nonsubsidi serta antrean solar tidak memberikan dampak signifikan terhadap distribusi hasil panen, karena biaya angkut sudah lebih dulu mengalami penyesuaian di lapangan.

“Kalau ongkos mobil sudah lama naik, biasanya Rp80–90 per kilogram, sekarang menjadi sekitar Rp100 per kilogram. Jadi kalau kita dapat 8 ton hasil panen, biayanya dikalikan Rp100 per kilogram,” jelasnya.

Selain itu, upah buruh cabut singkong saat ini berada di kisaran Rp100.000 per ton.

Ia mencontohkan, dalam satu kali panen yang menghasilkan sekitar 3 ton dengan melibatkan empat orang buruh, maka biaya tersebut dibagi sesuai pembagian kerja. 

Dalam kondisi tertentu, seperti akses lahan yang sulit dijangkau kendaraan, buruh juga bisa memperoleh tambahan upah dari jasa panggul di lapangan.

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Fajar Ihwani Sidiq)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.