Diawali dengan terungkapnya sebuah rumah di Desa Tlasih, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur yang diduga menjadi tempat penyimpanan ganja kering milik jaringan peredaran narkoba antarprovinsi.
Selanjutnya Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Trenggalek Pusat Madiun menggelar prosesi pengesahan warga baru yang menjadi agenda tahunan organisasi, Selasa (16/6/2026) malam.
Terakhir sebanyak 1.500 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Surabaya turun ke jalan dan mengepung kawasan depan Gedung Negara Grahadi Surabaya pada Rabu siang (17/6/2026).
Berikut selengkapnya:
Baca juga: Viral Terpopuler: Ruben Diminta Audit Nafkah Rp 200 Juta hingga Alasan MBG Tetap Jalan Meski Didemo
Sebuah rumah di Desa Tlasih, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur digerebek petugas kepolisian karena diduga menjadi tempat penyimpanan ganja kering milik jaringan peredaran narkoba antarprovinsi.
Dalam penggerebekan tersebut, petugas menemukan 10 paket ganja kiriman dari Padang, Sumatera Barat, melalui jasa ekspedisi.
Pemilik rumah berinisial MAH (28) turut diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Ia diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkotika tersebut dengan peran sebagai penerima sekaligus penyimpan barang haram sebelum diedarkan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, MAH diduga bekerja sama dengan seorang pria bernama Kurniawan alias Cemek. Keduanya disebut berada dalam satu komunitas motor.
Sebagai tempat penitipan, MAH mendapat upah Rp 300 ribu untuk setiap kilogram ganja yang diterima dan disimpan di rumahnya.
Dikonfirmasi terkait penggerebekan tersebut, Kasatresnarkoba Polresta Sidoarjo Kompol Dwi Gastimur Wanto mengatakan bahwa pengungkapan perkara itu dilakukan oleh Bareskrim Polri.
BACA SELENGKAPNYA >>>
Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Trenggalek Pusat Madiun menggelar prosesi pengesahan warga baru yang menjadi agenda tahunan organisasi, Selasa (16/6/2026) malam.
Dari total 1.688 calon warga yang terdaftar, sebanyak 1.650 orang resmi disahkan sebagai warga PSHT.
Sementara 38 calon warga (cawa) lainnya yang belum dapat mengikuti prosesi pengesahan akan dititipkan ke cabang lain.
Ketua PSHT Cabang Trenggalek, Wijiono, mengungkapkan rasa syukur mendalam atas kelancaran agenda sakral organisasi pencak silat tertua di Indonesia tersebut.
Ia menegaskan bahwa seluruh rangkaian acara berlangsung aman tanpa kendala berarti.
"Alhamdulillah, dari 1.688 cawa, sejumlah 1.650 calon warga bisa mengikuti prosesi pengesahan. Sedangkan 38 cawa yang belum bisa ikut akan dititipkan ke cabang lain," ujar Wijiono saat dikonfirmasi oleh TribunJatim.com, Rabu (17/6/2026) petang.
Kelancaran acara ini tidak lepas dari matangnya persiapan pengamanan. Wijiono menjelaskan, pihak internal PSHT telah menerjunkan ratusan personel keamanan sendiri yang dibantu oleh aparat gabungan.
BACA SELENGKAPNYA >>>
Gelombang protes mahasiswa kembali bergejolak di Kota Pahlawan.
Sebanyak 1.500 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Surabaya turun ke jalan dan mengepung kawasan depan Gedung Negara Grahadi Surabaya pada Rabu siang (17/6/2026).
Mengenakan jas almamater kebanggaan kampus masing-masing, massa membentangkan bendera organisasi serta beragam poster dan spanduk raksasa berisi kecaman tajam terhadap stabilitas ekonomi dan sejumlah kebijakan politik pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Pantauan di lapangan, beberapa poster yang dibawa mahasiswa bertuliskan kalimat satir seperti ‘Maling Berkedok Gizi’, ‘Revolusi Harga Mati’, hingga ‘Matahati Kembar di Istana’.
Secara bergantian, para orator naik ke atas mobil komando guna menyuarakan keresahan masyarakat luas.
Presiden BEM Universitas Airlangga (Unair), Rizki Senja, selaku koordinator lapangan menegaskan bahwa ribuan mahasiswa demo yang hadir merupakan gabungan aliansi dari Unair, UPN Veteran Jawa Timur, Universitas Negeri Surabaya (Unesa), dan beberapa kampus lainnya.
BACA SELENGKAPNYA >>>