TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Suasana Hari Raya Galungan di Kabupaten Gianyar, Bali, diwarnai musibah kebakaran.
Sebanyak tujuh kios pedagang di Kompleks Pasar Tulikup, Desa Tulikup, Kecamatan Gianyar, hangus terbakar pada Rabu 17 Juni 2026, sekitar pukul 12.10 Wita.
Kebakaran diduga akibat konsleting listrik yang dipicu kerusakan kabel.
Kebakaran tersebut menghanguskan kios dan warung kelontong sembako.
Baca juga: Ditinggal Kerja Jadi Pengayah, Rumah Lansia di Desa Kayuputih Buleleng Bali Ludes Kebakaran
Dari tujuh kios yang terdampak, enam di antaranya mengalami kerusakan berat hingga ludes terbakar, sementara satu kios lainnya turut terkena dampak.
Kios yang menjadi korban diketahui milik Mamak Nesa, Bu Lebih, Desak Armasih, Gusti Ayu Made Mardani, Sak Gek, serta Anak Agung Istri Agung Widya.
Berbagai barang dagangan berupa kebutuhan pokok dan sembako tidak sempat diselamatkan karena api dengan cepat membesar dan menjalar ke bangunan di sekitarnya.
Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka.
Namun, kerugian materi akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp 300 juta.
Berdasarkan informasi dihimpun, peristiwa tersebut pertama kali diketahui setelah seorang warga melihat kepulan asap tebal keluar dari salah satu kios di sisi timur kompleks pasar.
Asap diketahui berasal dari kios milik Mamak Nesa.
Tak berselang lama, api mulai membesar dan menjalar ke kios-kios lain yang berdempetan.
Melihat kejadian tersebut, saksi mata I Gusti Ngurah Mardianta langsung meminta bantuan warga sekitar, serta melaporkan kebakaran kepada petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Gianyar.
Sekitar pukul 12.25 Wita, sebanyak empat unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Petugas kemudian langsung melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas, mengingat lokasi kebakaran berada di area pasar dengan banyak bangunan semi permanen serta barang dagangan yang mudah terbakar.
Setelah berjibaku hampir satu jam, api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 13.25 Wita.
Petugas kemudian melakukan pendinginan guna memastikan tidak ada sisa bara api yang berpotensi kembali memicu kebakaran.
Kepala Desa Tulikup, I Made Ardika, mengatakan berdasarkan informasi awal yang diterimanya, diketahui bahwa sebelum kebakaran, warga sempat melihat kondisi kabel listrik di sekitar kios yang mengalami kerusakan.
“Ada asap dari warung paling timur. Sebelumnya juga sempat terlihat kabel-kabelnya sudah retak-retak dan belum sempat diperbaiki karena menjelang hari raya. Ada indikasi mengarah ke korsleting listrik karena kabelnya kemungkinan sudah usang atau sudah lama digunakan,” ujarnya.
Meski demikian, pihaknya menegaskan penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak berwenang.
Pemeriksaan juga akan melibatkan pihak terkait, termasuk pengecekan jaringan listrik untuk memastikan penyebab utama kebakaran.
“Untuk memastikan penyebabnya, saat ini masih dalam penyelidikan. PLN juga sedang melakukan pengecekan apakah benar kebakaran ini dipicu oleh instalasi listrik,” kata Ardika.
Unit Reskrim Polsek Gianyar bersama Tim Identifikasi Satreskrim Polres Gianyar, personel piket fungsi, serta KSPKT telah turun ke lokasi kebakaran untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dalam proses olah TKP tersebut, petugas memasang garis polisi, melakukan pendataan terhadap para korban dan saksi, serta mengumpulkan sejumlah keterangan yang diperlukan guna mengungkap penyebab pasti kebakaran yang menghanguskan sejumlah kios dan warung milik pedagang.
Kapolsek Gianyar, Kompol I Made Adi Suryawan mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap hasil pemeriksaan di lapangan, termasuk keterangan dari para saksi maupun korban.
“Kami telah melakukan olah TKP bersama Tim Identifikasi Polres Gianyar dan masih melakukan pendalaman terhadap keterangan para saksi maupun korban. Dugaan awal penyebab kebakaran mengarah pada korsleting listrik, namun untuk memastikan penyebab pastinya masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.
Kapolsek juga mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik, baik di tempat usaha maupun rumah tinggal, sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu memperhatikan instalasi listrik di tempat usaha maupun rumah guna mencegah terjadinya peristiwa kebakaran,” tambahnya. (*)