UPDATE! Kapal Tongkang Batu Bara Miring di Pantai Batukaras, Sengaja Didamparkan di Sukaresik
Dedy Herdiana June 18, 2026 08:03 AM

 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNPRIANGAN.COM, PANDANDARAN – Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya video amatir yang memperlihatkan sebuah kapal tongkang bermuatan batu bara dalam posisi miring dan oleng di perairan Pantai Batukaras, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran.

Video yang viral di platform TikTok tersebut langsung menyita perhatian warga lokal hingga wisatawan yang sedang berlibur.

Pasalnya, posisi kapal terlihat sangat dekat dengan garis pantai dan dikhawatirkan dapat mencemari lingkungan laut.

Baca juga: Viral Kapal Tongkang Diduga Muatan Batu Bara Miring di Batukaras Pangandaran, Wisatawan Sempat Cemas

Berikut adalah fakta-fakta insiden menegangkan yang melanda kapal tongkang pengangkut batu bara:

Viral di TikTok, Sempat Bikin Panik Wisatawan Batukaras

Peristiwa tersebut diperkirakan mulai terlihat oleh warga dan wisatawan pada Selasa (16/6/2026) pagi.

Dalam rekaman yang beredar, kapal tongkang yang ditarik oleh sebuah tugboat itu tampak miring ke satu sisi karena beban yang tidak seimbang.

"Muatan beban berat, batu bara, semoga tidak terjadi apa-apa," tulis narasi salah satu akun TikTok yang beredar luas di jagat maya.

Meskipun aktivitas wisata di Pantai Batukaras tetap berjalan normal, banyak wisatawan yang mengabadikan momen langka sekaligus mendebarkan tersebut menggunakan ponsel mereka.

Mengangkut 80.000 Ton Batu Bara, Lambung Kapal Bocor

Misteri kemiringan kapal tersebut akhirnya terjawab. Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa kapal tongkang tersebut membawa muatan sekitar 80.000 ton batu bara dalam perjalanan dari Palembang menuju Cilacap.

Berdasarkan pemeriksaan Sat Polairud Polres Pangandaran, ditemukan kerusakan teknis yang cukup fatal pada lambung kanan kapal.

Penyebab Miring: Pintu lambung kanan tongkang mengalami kerusakan.
Dampak: Air laut masuk ke badan kapal secara cepat, menyebabkan kapal kehilangan stabilitas dan oleng.

Keputusan Darurat: Sengaja Didamparkan di Pantai Sukaresik

Melihat situasi yang kian genting, Kapten Kapal Tugboat Titan 33, Bahtiar, mengambil keputusan cepat demi menghindari bencana yang lebih besar.

Pada Rabu (17/6/2026) sekitar pukul 15.00 WIB, kapal akhirnya sengaja didamparkan di kawasan Pantai Sukaresik, Kecamatan Sidamulih.

Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari melalui Kasat Polairud AKP M. Anang Tri Sodikin menjelaskan bahwa tindakan ini adalah langkah darurat yang terkendali.

"Melihat kondisi tongkang yang semakin berisiko dan persediaan bahan bakar yang mulai menipis, diputuskan dilakukan pendamparan secara terkendali di Pantai Sukaresik," ujar AKP M. Anang Tri Sodikin melalui rilis resmi, Rabu (17/6/2026) sore.

TONGKANG BATUBARA - Sebuah tongkang bermuatan sekitar 80.000 ton batubara sengaja didamparkan di kawasan Pantai Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Selasa (17/6/2026) sekitar pukul 15.00 WIB
TONGKANG BATUBARA - Sebuah tongkang bermuatan sekitar 80.000 ton batubara sengaja didamparkan di kawasan Pantai Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Selasa (17/6/2026) sekitar pukul 15.00 WIB (TribunPriangan.com/istimewa)

Alasan Memilih Pantai Sukaresik?

Polisi menegaskan pemilihan Pantai Sukaresik sebagai lokasi pendamparan darurat sudah melalui perhitungan matang untuk meminimalisir dampak sosial dan lingkungan:

  • Steril dari Wisatawan: Berbeda dengan Batukaras yang padat pengunjung, Pantai Sukaresik relatif sepi dari aktivitas wisata.
  • Aktivitas Nelayan Minim: Minimnya kegiatan nelayan di titik tersebut membuat proses penanganan berjalan aman tanpa mengganggu roda ekonomi warga setempat.
  • Mencegah Pencemaran Luas: Jika kapal sampai tenggelam di tengah laut, potensi tumpahan 80.000 ton batu bara akan jauh lebih sulit dilokalisir.

Dokumen dan Kondisi Terkini Kru Kapal

Pihak kepolisian memastikan bahwa seluruh dokumen pelayaran kapal pengangkut batu bara ini dinyatakan lengkap dan legal. Selain itu, seluruh kru kapal dipastikan aman.

"Untuk awak kapal sebanyak 10 orang, termasuk kapten, hingga kini dilaporkan dalam kondisi selamat," pungkas AKP M. Anang.

Saat ini, Sat Polairud Polres Pangandaran memperketat pengamanan di sekitar lokasi pendamparan untuk menjaga status quo dan mengantisipasi adanya aksi penjarahan muatan, sembari menunggu proses evakuasi dan perbaikan dari pihak agen pelayaran. (*)

Baca juga: Langkah Darurat, Polres Damparkan Kapal Tongkang Batubara di Pantai Sukaresik

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.