TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Pemerintah bakal meresmikan Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk pada Agustus 2026 mendatang.
PLB Temajuk akan dibuka untuk memperluas akses pariwisata dan peningkatan ekonomi masyarakat Sambas terutama di wilayah Kecamatan Paloh.
Akses jalan utama menuju PLB Temajuk rampung dibangun menggunakan dana APBN melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD).
Wakil Bupati Sambas Heroaldi Djuhardi Alwi menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur di PLBN Temajuk tak lepas dari perhatian pemerintah pusat yang menetapkan kawasan tersebut sebagai bagian dari Program Strategis Nasional (PSN).
“Temajuk ini daerah PSN, program strategis nasional sekaligus kawasan ekonomi khusus. Nantinya bisa dibangun bersama melalui program pusat, provinsi, maupun kabupaten,” ujar Heroaldi, Rabu 17 Juni 2026.
Menurutnya, dengan status sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Desa Temajuk akan terintegrasi sesuai harapan masyarakat, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat.
“Temajuk adalah desa di Kecamatan Paloh yang sangat strategis, berbatasan langsung dengan Malaysia,” tegasnya.
• Dibuka Agustus 2026, PLB Temajuk Diyakini Dongkrak Wisata dan UMKM di Perbatasan Sambas
Heroaldi menambahkan, sektor pariwisata menjadi fokus utama pengembangan.
Ia mencontohkan kawasan Sematan di Malaysia yang ditetapkan sebagai pusat wisata internasional, sehingga Temajuk juga perlu dipacu agar mampu bersaing.
Ia juga mengapresiasi kegiatan Gema Membangun Desa yang digelar Pemprov Kalbar di Temajuk.
Menurutnya, agenda tersebut berhasil mengangkat daya tarik wisata sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami berterima kasih atas program Gubernur yang menunjuk Temajuk sebagai lokasi gema membangun desa kedua tahun 2026,” katanya.
Heroaldi menjelaskan, dampak dari kegiatan itu sudah terasa. Selain wisata pantai yang indah, potensi UMKM dan produk lokal seperti garam mulai mendapat perhatian.
“Banyak potensi yang bisa kita angkat, salah satunya garam yang bisa menjadi komoditas unggulan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan hasil laut. Masyarakat Temajuk, kata dia, bisa mengembangkan industri ubur-ubur maupun garam rumah tunnel.
“Kualitas garam di Pantai Temajuk cukup ekonomis. Jika dikembangkan, selain wisata, masyarakat juga akan mendapat nilai tambah dari sektor ini,” tuturnya.
Salah seorang pelaku usaha wisata di Temajuk, Ucil, menyampaikan dukungannya terhadap langkah pemerintah tersebut.
Pemilik Penginapan Intan Payong yang berada tidak jauh dari kawasan wisata Pantai Batu Nenek dan Teluk Atong itu menilai pembukaan PLB akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan sektor pariwisata sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat setempat.
Menurutnya, manfaat yang dirasakan nantinya tidak hanya terbatas pada pengelola penginapan atau resort, tetapi juga akan menjangkau berbagai sektor usaha lainnya.
Mulai dari pedagang makanan dan minuman, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), penyedia jasa transportasi, hingga masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas wisata diperkirakan akan ikut menikmati peningkatan pendapatan.
Ucil mengatakan keberadaan PLB Temajuk akan mempermudah akses wisatawan asing, terutama dari Malaysia yang berbatasan langsung dengan kawasan tersebut.
Kemudahan akses ini diyakini mampu menarik lebih banyak wisatawan internasional untuk berkunjung dan menikmati keindahan destinasi wisata yang dimiliki Temajuk.
“Pembukaan PLB tentu menjadi hal yang sangat baik karena dapat mempermudah akses wisatawan asing, baik dari Malaysia maupun negara lain yang ingin datang ke Temajuk,” ujarnya, Rabu 17 juni 2026.
Ia menjelaskan bahwa selama ini wisatawan yang datang ke Temajuk masih didominasi oleh wisatawan domestik.
Dengan dibukanya jalur perlintasan resmi tersebut, peluang kedatangan wisatawan mancanegara diperkirakan akan semakin besar sehingga jumlah kunjungan secara keseluruhan dapat meningkat signifikan.
Menurut Ucil, wisatawan asing nantinya akan memiliki kesempatan lebih mudah untuk menikmati berbagai pesona wisata yang dimiliki Temajuk, mulai dari hamparan pantai berpasir putih, panorama laut yang masih alami, hingga suasana perbatasan yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Disini
• PLB Temajuk Sambas Segera Dibuka, Siap Dongkrak Wisata dan Ekonomi Perbatasan
1. PLBN Entikong – Kabupaten Sanggau Pos lintas batas pertama di Indonesia, beroperasi sejak 1989. Kini menjadi ikon perbatasan dengan fasilitas modern.
2. PLBN Aruk – Kabupaten Sambas Berada di Kecamatan Sajingan Besar, menjadi salah satu pintu utama perdagangan lintas batas dengan Malaysia.
3. PLBN Jagoi Babang – Kabupaten Bengkayang Terletak di wilayah Jagoi Babang, berfungsi sebagai pintu lintas batas darat dengan Serawak.
4. PLBN Badau – Kabupaten Kapuas Hulu Berada di Kecamatan Badau, menjadi jalur resmi menuju Lubok Antu, Malaysia.
1. Keimigrasian = pemeriksaan paspor dan dokumen lintas batas.
2. Kepabeanan = kontrol barang masuk dan keluar.
3. Keamanan = pengawasan aktivitas lintas batas.
4. Ekonomi lokal = mendukung perdagangan, UMKM, dan pariwisata perbatasan.