Petani Tebingsiring Tala Kaget Komponen Alsintan Banyak Bermasalah, Senang Ada Praktik Perbaikan
Irfani Rahman June 18, 2026 09:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Kegiatan pengabdian masyarakat yang digelar Program Studi Teknologi Rekayasa Pemeliharaan Alat Berat (TRPAB) Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala) di Desa Tebingsiring, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan, mengungkap fakta mengejutkan. 

Saat dilakukan pemeriksaan, sejumlah alat pertanian milik kelompok tani ternyata mengalami kerusakan pada beberapa komponen penting akibat minimnya perawatan.

Temuan tersebut muncul dalam kegiatan bertajuk Pengenalan dan Perawatan Hand Traktor dan Mesin Perontok Padi yang melibatkan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa TRPAB Politala bersama perangkat desa serta anggota Kelompok Tani Harapan Maju, Rabu kemarin.

"Kami langsung melakukan pengecekan. Sekaligus langsung mengajari petani setempat cara menangatasi atau memperbaikinya," ucap Ketua tim kegiatan, Reza Taufiqi Ivana, Kamis (18/6/2026).

Baca juga: Sepeda Motor Penjaga Warung di Tanahlaut Dibawa Kabur Kenalan Baru, Korban Diturunkan di Batuampar

Baca juga: Polisi Sebut Terduga Pelaku Percobaan Rudapaksa di Tanahlaut Tak Bersekolah Lagi, Korban Lulus SD

Ia menuturkan kegiatan pengabdian  diawali dengan kunjungan ke Desa Tebingsiring pada 13 Maret 2026 yang lalu. Tim melakukan pemetaan kebutuhan masyarakat sekaligus mengidentifikasi persoalan yang dihadapi petani dalam penggunaan alat dan mesin pertanian.

“Hasil koordinasi menunjukkan perlunya peningkatan pengetahuan terkait perawatan alat pertanian agar usia pakai mesin lebih panjang dan produktivitas petani tetap terjaga,” paparnya.

Kegiatan berlanjut pada 21 Mei 2026 melalui sosialisasi mengenai prinsip kerja hand traktor dan mesin perontok padi. Teknik perawatan berkala hingga cara mendeteksi gejala kerusakan sejak dini.

Antusiasme peserta sangat tinggi. Para petani aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan terkait kendala yang sering mereka hadapi saat mengoperasikan mesin di lapangan.

Tak hanya memberikan materi, tim juga melakukan pemeriksaan langsung terhadap kondisi alat pertanian milik kelompok tani. 

Dari hasil pengecekan ditemukan beberapa spare part dalam kondisi aus dan perlu segera diganti. Selain itu, pelumas mesin juga diketahui hampir habis sehingga berisiko mempercepat kerusakan komponen.

Temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti Rabu kemarin. Tim kembali turun ke lapangan untuk melakukan perbaikan sekaligus memberikan pendampingan teknis kepada petani.

Melalui kegiatan ini, lanjutnya, Politala berharap para petani mampu melakukan pemeriksaan dan perawatan alat secara mandiri sehingga biaya perbaikan dapat ditekan dan produktivitas pertanian tetap optimal.

Kegiatan tersebut juga menjadi wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan riil sektor pertanian di Tala.

Kalangan warga setempat mengapresiasi kegiatan pengabdian tersebut karena dinilai memberikan manfaat besar. Terutama bagi para petani dalam merawat alat mesin pertanian (alsintan).

"Kami petani kan rata-rata gak paham soal mesin. Tahunya makai saja. Misal alsintan ngadat, bingung karena gak tahu cara memperbaikinya," ucap Yadi dan beberapa petani setempat.

Karena itu adanya pendampingan tim  pengabdian dosen/mahasiswa Politala sangat membantu petani. "Mudahan bisa terus berlanjut karena memang sangat kami perlukan," tandasnya.


(banjarmasinpost.co.id/banyu langit roynalendra nareswara) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.