3 BERITA POPULER SUMBAR: Gubernur Mahyeldi ke Jepang, Shelter Berbasis Masjid dan Truk Tabrak Beton
Rahmadi June 18, 2026 08:27 AM

Pertama, Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Vasko Ruseimy, memastikan kunjungan kerja Gubernur Sumbar Mahyeldi ke Jepang dilakukan dalam rangka mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan Asian Development Bank (ADB).

Menurut Vasko, agenda tersebut merupakan bagian dari upaya menjalin kerja sama yang diharapkan memberikan dampak positif bagi pembangunan Sumbar ke depan.

Kedua, Wali Kota Padang Fadly Amran menerima audiensi Tim Peneliti Sekolah Pascasarjana Universitas Andalas (Unand) di Ruang Kerja Wali Kota Padang, Balai Kota Aie Pacah, Rabu (17/6/2026).

Pertemuan tersebut membahas hasil riset terkait kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman gempa megathrust Mentawai dan tsunami yang berpotensi terjadi di Kota Padang.

Ketiga, diiduga hilang kendali, mobil Mitsubishi Colt Diesel kecelakaan tunggal di Jalan Padang-Bukittinggi, tepatnya di dekat Jembatan Kembar Kiambang, Nagari Lubuk Pandan, Kecamatan 2x11 Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, Rabu (17/6/2026).

Kanit Gakkum Satlantas Polres Padang Pariaman, Aiptu Welfin Zachky, mengatakan kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 WIB dan dilaporkan pada hari yang sama pukul 18.00 WIB.

Baca selengkapnya di bawah ini:

1. Vasko Ruseimy Pastikan Kunjungan Mahyeldi ke Jepang untuk Kerja Sama dengan ADB

Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Vasko Ruseimy, memastikan kunjungan kerja Gubernur Sumbar Mahyeldi ke Jepang dilakukan dalam rangka mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan Asian Development Bank (ADB).

Menurut Vasko, agenda tersebut merupakan bagian dari upaya menjalin kerja sama yang diharapkan memberikan dampak positif bagi pembangunan Sumbar ke depan.

"Setahu kami Pak Gubernur sedang bekerja sama dengan ADB. Intinya untuk hal yang positif juga untuk Sumatera Barat kok," kata Vasko Ruseimy kepada TribunPadang.com, Rabu (17/6/2026).

Vasko juga meminta agar setiap kunjungan luar negeri yang dilakukan kepala daerah tidak selalu dikaitkan dengan hal-hal negatif.

Menurutnya, komunikasi dan jejaring dengan berbagai pihak, termasuk di tingkat internasional, menjadi hal penting untuk mempercepat pembangunan daerah.

Baca juga: Pedagang GOR Agus Salim Keluhkan Relokasi Belum Jelas, Pengosongan Lapak Dinilai Mendadak

"Jadi tidak selalu kita berangkat ke luar negeri itu kemudian tendensinya dikategorikan negatif. Logika dasarnya begini, pemerintah tingkat nagari misalnya tidak bergaul dengan pemerintah kabupaten, kota, ataupun provinsi, maka nagarinya otomatis begitu-begitu saja," jelasnya.

Ia melanjutkan, hal yang sama juga berlaku pada pemerintah kabupaten maupun provinsi. 

Jika tidak menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat maupun pihak lain yang dapat mendukung pembangunan, maka kemajuan daerah akan berjalan lebih lambat.

"Kalau sebaliknya, kabupaten atau provinsi yang tidak berkomunikasi dengan pusat, provinsinya begitu-gitu saja. Sehingga saat ini kita melakukan akselerasi dengan berkomunikasi langsung dengan luar negeri untuk menciptakan hal-hal positif," sambungnya.

Baca juga: Agenda Wali Kota Padang Hari Ini: Fadly Amran Pimpin Apel Sensus Ekonomi hingga Evaluasi MBG

Karena itu, Vasko menegaskan kunjungan kerja Gubernur Sumbar ke Jepang dilakukan demi kepentingan terbaik bagi daerah.

"Poinnya, semangat optimismenya yang kita cari. Intinya untuk membuat Sumbar lebih baik ke depannya," tegasnya.

Sebelumnya, keberadaan Gubernur Sumbar di Jepang diketahui setelah massa dari aliansi organisasi mahasiswa menggelar aksi di depan Kantor Gubernur Sumbar, Senin (15/6/2026) lalu. 

Dalam aksi tersebut, massa mengaku kecewa karena orang nomor satu di Sumbar itu sedang berada di Jepang saat mereka menyampaikan aspirasi.

2. Unand Kembangkan Shelter Berbasis Masjid Hadapi Gempa Megathrust Mentawai dan Tsunami di Padang

Wali Kota Padang Fadly Amran menerima audiensi Tim Peneliti Sekolah Pascasarjana Universitas Andalas (Unand) di Ruang Kerja Wali Kota Padang, Balai Kota Aie Pacah, Rabu (17/6/2026).

Pertemuan tersebut membahas hasil riset terkait kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman gempa megathrust Mentawai dan tsunami yang berpotensi terjadi di Kota Padang.

Audiensi dihadiri Ketua Program Studi Magister Manajemen Bencana Sekolah Pascasarjana Unand Prof Yenny Narny, Tim Percepatan Pembangunan (TPP) Kota Padang Prof James Hellyward, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi, Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang Hendri Zulviton, Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Yenni Yuliza, serta Kepala Dinas Kominfo Kota Padang Tommy TRD.

Baca juga: DPRD Sumbar Pastikan Kawal Pembongkaran Stadion Haji Agus Salim dan Perhatikan Nasib Pedagang

Undang Wali Kota Hadiri Penyerahan Hasil Riset

Dalam pertemuan tersebut, Prof Yenny Narny menyampaikan bahwa kedatangannya bersama tim peneliti bertujuan mengundang Wali Kota Padang menghadiri kegiatan penyerahan hasil riset berjudul “Riset Pemberdayaan Masyarakat dalam Kesiapsiagaan Mandiri Menghadapi Ancaman Gempa Megathrust Mentawai dan Tsunami di Kota Padang.”

Menurutnya, penelitian tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi dan produk yang dapat mendukung upaya pengurangan risiko bencana di Kota Padang, terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir.

“Riset tersebut merupakan hasil kerja sama antara Sekolah Pascasarjana Universitas Andalas dan PT Pegadaian yang akan diserahkan pada 29 Juni mendatang di Auditorium Unand. Kami berharap kehadiran Wali Kota Padang dalam kesempatan tersebut,” kata Prof Yenny Narny.

Baca juga: Respons Aksi BEM Sumbar, Muhidi: Tuntutan Mahasiswa Akan Kami Teruskan ke DPR RI

Ia menjelaskan, penelitian tersebut melibatkan berbagai disiplin ilmu sehingga mampu menghasilkan model mitigasi bencana yang aplikatif dan dapat diterapkan langsung oleh masyarakat.

“Riset ini melibatkan berbagai disiplin ilmu guna menghasilkan model mitigasi bencana yang aplikatif dan dapat diterapkan langsung oleh masyarakat. Kami berharap hasil riset ini tidak hanya menjadi kajian akademis, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai acuan dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana,” ujarnya.

Hasilkan Rancangan Shelter Berbasis Masjid

Prof Yenny mengungkapkan, salah satu luaran utama dari penelitian tersebut adalah rancangan shelter berbasis masjid yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana evakuasi masyarakat ketika terjadi gempa bumi dan tsunami.

Selain itu, tim peneliti juga mengembangkan produk Early Warning System (EWS) berbasis komunitas yang dirancang agar dapat dikelola secara mandiri oleh komunitas masjid.

Baca juga: Operasi Pasar MinyaKita Digelar di Sejumlah Pasar Kota Padang, Dijual di Bawah HET

Menurutnya, keberadaan shelter dan sistem peringatan dini berbasis masyarakat menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan warga menghadapi potensi bencana besar di wilayah pesisir Kota Padang.

Hasil riset tersebut dinilai relevan dengan kondisi geografis Kota Padang yang berada di kawasan rawan gempa bumi dan tsunami akibat potensi aktivitas Megathrust Mentawai.

Pemko Padang Terus Perkuat Mitigasi Bencana

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi kalangan akademisi dan sektor usaha dalam mendukung upaya pengurangan risiko bencana di Kota Padang.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha sangat dibutuhkan untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman bencana.

Fadly mengatakan, Pemerintah Kota Padang selama ini terus menjalankan berbagai program mitigasi bencana sebagai bagian dari upaya meningkatkan ketahanan masyarakat.

Berbagai langkah yang telah dilakukan antara lain pemasangan sistem peringatan dini atau early warning system di sejumlah wilayah rawan bencana, pelaksanaan edukasi kebencanaan melalui kegiatan jambore, hingga simulasi dan drill tsunami dalam skala besar.

“Kami berharap hasil riset tersebut dapat menjadi salah satu referensi dalam penyusunan kebijakan dan program pengurangan risiko bencana di Kota Padang, sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi ancaman gempa megathrust Mentawai dan tsunami,” kata Fadly Amran.

Diharapkan Perkuat Kesiapsiagaan Masyarakat Pesisir

Fadly menilai hasil penelitian yang dilakukan oleh Sekolah Pascasarjana Unand tersebut dapat menjadi masukan penting bagi Pemerintah Kota Padang dalam menyusun berbagai program pengurangan risiko bencana di masa mendatang.

Terlebih, sebagian wilayah Kota Padang berada di kawasan pesisir yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap ancaman gempa bumi dan tsunami.

Baca juga: Rupiah Menguat ke Rp17.700, Ekonom Unand: Tekanan Mereda, Namun Belum Hilang

Dengan adanya hasil riset yang berbasis kebutuhan masyarakat dan didukung oleh pendekatan ilmiah, diharapkan upaya mitigasi bencana di Kota Padang dapat semakin efektif serta mampu meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat secara mandiri.

Penyerahan hasil riset kerja sama Sekolah Pascasarjana Universitas Andalas dan PT Pegadaian tersebut dijadwalkan berlangsung pada 29 Juni 2026 di Auditorium Universitas Andalas.

3. Diduga Hilang Kendali, Truk Colt Diesel Tabrak Beton Warung Warga di Padang Pariaman

Diduga hilang kendali, mobil Mitsubishi Colt Diesel kecelakaan tunggal di Jalan Padang-Bukittinggi, tepatnya di dekat Jembatan Kembar Kiambang, Nagari Lubuk Pandan, Kecamatan 2x11 Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, Rabu (17/6/2026).

Kanit Gakkum Satlantas Polres Padang Pariaman, Aiptu Welfin Zachky, mengatakan kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 WIB dan dilaporkan pada hari yang sama pukul 18.00 WIB.

Menurut Aiptu Welfin Zachky, kecelakaan bermula ketika mobil Mitsubishi Colt Diesel BA 8109 TG datang dari arah Bukittinggi menuju Padang dengan kecepatan sedang.

"Sesampainya di TKP, kendaraan hilang kendali (out of control), slip lalu menabrak beton warung warga sehingga terjadilah kecelakaan lalu lintas tersebut," kata Aiptu Welfin Zachky saat dikonfirmasi.

Baca juga: Hujan Mulai Guyur Padang pada Rabu Sore, BPBD Minta Warga Waspada Potensi Banjir dan Longsor

KECELAKAAN LALU LINTAS - Personel Satlantas Polres Padang Pariaman saat melakukan pengecekan ke lapangan usai kecelakaan tunggal mobil Colt Diesel di Jalan Padang-Bukittinggi, Nagari Lubuk Pandan, Kecamatan 2x11 Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, Rabu (17/6/2026). Kanit Gakkum Satlantas Polres Padang Pariaman, Aiptu Welfin Zachky sebut pemicu kecelakaan diduga mobil hilang kendali.
KECELAKAAN LALU LINTAS - Personel Satlantas Polres Padang Pariaman saat melakukan pengecekan ke lapangan usai kecelakaan tunggal mobil Colt Diesel di Jalan Padang-Bukittinggi, Nagari Lubuk Pandan, Kecamatan 2x11 Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, Rabu (17/6/2026). Kanit Gakkum Satlantas Polres Padang Pariaman, Aiptu Welfin Zachky sebut pemicu kecelakaan diduga mobil hilang kendali. (Dokumentasi/Polres Padang Pariaman)

Kata Aiptu Welfin, pengemudi mobil diketahui bernama Zamadil Ikhwal yang berprofesi sebagai petani di Jorong Dama Bancah Malalak, Kabupaten Agam.

Akibat kecelakaan tersebut, pengemudi mobil tidak mengalami luka maupun cedera.

Akan tetapi, kendaraan mengalami kerusakan dan beton penyangga tiang warung roboh.

"Tidak ada korban, hanya kendaraan yang rusak," sebutnya.

Baca juga: Pria 59 Tahun Diduga Setubuhi Anak Bawah Umur di Pasaman Barat Ditahan

Aiptu Welfin Zachky juga menjelaskan, tidak ada korban meninggal dunia, luka berat maupun luka ringan dalam peristiwa tersebut.

Sementara kerugian material akibat kecelakaan diperkirakan mencapai Rp1.000.000.

"Untuk kerugian dari kecelakaan, diperkirakan Rp1.000.000," tutupnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.