Pasar Topoyo Mamuju Tengah Masih Sepi di 3 Muharram, Pedagang Tunggu Ramainya Tradisi Mappasagena
Abd Rahman June 18, 2026 09:47 AM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH – Suasana di kompleks Pasar Topoyo, Desa Topoyo, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, terpantau lengang pada hari ketiga bulan Muharram (3 Muharram 1448 H), Kamis (18/6/2026).

Para pedagang peralatan rumah tangga dan pecah belah mengaku omzet masih sepi dan belum menunjukkan peningkatan signifikan.

Seorang pemilik toko pecah belah, Mizwar, mengungkapkan bahwa aktivitas jual beli masih terbilang sepi.

Menurutnya, kondisi ini berbeda dengan momen puncak tradisi yang biasanya terjadi pada tanggal 10 Muharram (Hari Asyura).

Baca juga: Hati-Hati! Dua Shio Ini Diprediksi Kurang Beruntung, Keuangan Bisa Terkuras

Baca juga: Prakiraan Cuaca Kamis 18 Juni 2026, Waspada Hujan Ringan dan Angin Kencang di Polman

Ia menjelaskan bahwa masyarakat setempat memiliki kebiasaan berbelanja peralatan rumah tangga secara masif menjelang dan pada hari Asyura.

"Untuk 3 Muharram ini masih sepi. Biasanya masyarakat baru ramai berbelanja menjelang 10 Muharram," ujar Mizwar saat ditemui di tokonya, kompleks Pasar Topoyo, Kecamatan Topoyo, Kamis (18/6/2026).

Kondisi sepi ini kontras dengan momen 10 Muharram tahun lalu yang tercatat sangat ramai.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, pada Hari Asyura, para pedagang seperti Mizwar mampu meraup omzet hingga Rp4-5 juta hanya dalam waktu beberapa jam sejak toko dibuka.

Antusiasme pembeli, terutama ibu-ibu, sangat besar karena mereka memburu peralatan rumah tangga seperti gayung, baskom, panci, dan wajan .

Tradisi berbelanja peralatan rumah tangga pada 10 Muharram ini dikenal dengan nama Mappasagena, yang dipercaya oleh masyarakat setempat sebagai cara untuk membuka pintu rezeki dan membawa keberkahan di tahun yang akan datang.

Tradisi ini sudah mengakar kuat di kalangan masyarakat Bugis dan Makassar di Mamuju Tengah .

Meskipun saat ini sepi, Mizwar optimistis bahwa omzetnya akan kembali meningkat seiring mendekatnya tanggal 10 Muharram, mengingat tradisi Mappasagena ini sudah menjadi kebiasaan rutin tahunan bagi warga Topoyo.

"Kami berharap di Asyura nanti ramai seperti tahun-tahun sebelumnya," harapnya. (*)

Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.