Bintang Pantai Gading Elye Wahi dilaporkan telah ditangkap oleh pihak berwenang Prancis terkait dugaan serius pengaturan hasil pertandingan. Tuduhan mengejutkan ini berkaitan dengan dugaan tindakan sengaja menerima kartu kuning dalam sebuah laga domestik hanya beberapa minggu sebelum sang penyerang tampil di Piala Dunia.
Penyelidikan atas dugaan pengaturan skor di Ligue 1
Menurut laporan dari The Athletic, Wahi kini berada di pusat badai hukum setelah muncul laporan bahwa dirinya ditangkap atas dugaan pelanggaran terkait pengaturan pertandingan. Pemain berusia 23 tahun tersebut, yang saat ini membela negaranya di panggung terbesar dunia, sedang menjadi subjek penyelidikan aktif terkait perilakunya dalam laga Ligue 1 antara Nice dan Metz pada 17 Mei.
Penyelidikan terhadap dugaan pengaturan skor ini dimulai setelah Ligue de Football Professionnel (LFP) menemukan pola taruhan mencurigakan seputar kartu kuning yang diterima Wahi pada menit ke-35 melawan Metz. Kartu itu merupakan kartu kelima baginya musim ini dan menyebabkan ia harus absen pada laga pertama playoff degradasi Nice. Hanya beberapa jam setelah kembali bermain dan mencetak dua gol di leg kedua pada 29 Mei, Wahi ditangkap oleh polisi antikorupsi Prancis. Penyelidikan tersebut bertujuan untuk memastikan apakah Wahi dengan sengaja mendapatkan kartu kuning dalam pertandingan tersebut.
Dalam tahanan dan pemeriksaan polisi
Berdasarkan kronologi kejadian, Wahi dibawa ke tahanan pada 29 Mei, kurang dari dua minggu sebelum turnamen dimulai. Setelah menjalani pemeriksaan oleh kepolisian Prancis, penyerang Nice itu kemudian dibebaskan sementara proses penyelidikan masih berlangsung. Hal ini memungkinkannya untuk bergabung dengan tim nasional Pantai Gading menjelang laga penting fase grup mereka.
Menegaskan rincian operasi tersebut, juru bicara kantor kejaksaan umum Marseille memberikan pernyataan resmi: “Kami dapat mengonfirmasi bahwa seorang pesepak bola berusia 23 tahun yang bermain di Ligue 1 Prancis ditangkap pada 29 Mei sebagai bagian dari penyelidikan yang dibuka oleh kantor kejaksaan Marseille terkait dugaan penipuan terorganisir, korupsi olahraga terorganisir, penanganan hasil kejahatan, dan pencucian uang.”
Proses hukum yang masih berjalan
Meskipun sang pemain telah kembali tampil di lapangan, proses hukum di Prancis masih jauh dari selesai. Kantor kejaksaan menjelaskan bahwa pemain tersebut dibebaskan setelah menjalani pemeriksaan, namun tetap berstatus sebagai pihak yang berkepentingan dalam kasus ini. Pernyataan itu juga menegaskan bahwa individu yang dimaksud bukan anggota tim nasional Prancis, meskipun ia menetap dan bermain di negara tersebut — karena sang penyerang baru saja memutuskan untuk membela negara Afrika Barat itu sejak Maret, setelah sebelumnya memperkuat tim muda Prancis.
“Ia dibebaskan setelah diwawancarai dalam tahanan. Penyelidikan masih berlanjut. Pesepak bola ini bukan bagian dari tim nasional Prancis yang ikut serta di Piala Dunia,” tambah juru bicara tersebut.
Dampak terhadap kampanye Piala Dunia
Perjalanan Pantai Gading di turnamen ini tampaknya tidak terpengaruh oleh kabar tersebut. Wahi tampil sebagai starter dalam kemenangan 1-0 negaranya atas Ekuador pada Minggu malam, tanpa menunjukkan tanda-tanda tekanan hukum yang tengah dihadapinya di Eropa. Ia bermain selama 55 menit dalam laga tersebut, bahkan sempat mengenai mistar gawang sebelum digantikan. Dunia sepak bola kini menantikan perkembangan lebih lanjut, dengan laga berikutnya Pantai Gading akan menghadapi Jerman pada Sabtu malam, sebelum menutup fase Grup E melawan Curacao pada Kamis depan.