TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Suasana haru menyelimuti halaman Masjid Baitul Izzah Tarakan, Kalimantan Utara, saat keluarga menanti kepulangan para jemaah haji, Rabu (17/6/2026).
Satu per satu jemaah haji yang baru kembali dari Tanah Suci disambut pelukan keluarga, setelah menunaikan rangkaian ibadah haji di Makkah dan Madinah.
Pemerintah Kota Tarakan turut hadir menyambut para tamu Allah tersebut.
Dalam kesempatan itu, Plt Sekretaris Daerah Kota Tarakan, Alyas, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelayanan jemaah haji, sejak keberangkatan hingga kembali ke daerah.
Ia menilai, kerja keras seluruh petugas telah membantu memastikan proses perjalanan ibadah haji berjalan lancar.
"Saya juga mau mengucapkan terima kasih kepada seluruh yang bekerja keras memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji Kota Tarakan, sejak keberangkatan, hingga kepulangan.
Semoga apa yang telah dilakukan menjadi amal ibadah, dan diterima oleh Allah SWT," ujar Alyas.
Baca juga: 40 Hari Jalani Ibadah Haji, Wali Kota Tarakan Khairul Cuci Baju Sendiri, Solidaritas Jemaah Tinggi
Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada keluarga yang kembali berkumpul dengan anggota keluarganya, setelah menunaikan rukun Islam kelima.
"Kepada keluarga jemaah haji saya mengucapkan selamat atas kembalinya anggota keluarga Bapak-Ibu dalam keadaan sehat dan selamat.
Mari kita sambut mereka dengan sukacita, dan doa agar perjalanan haji ini membawa kebaikan," katanya.
Di sela penyambutan, suasana khidmat juga terasa saat dilakukan doa bersama untuk satu jemaah haji asal Tarakan yang meninggal dunia di Tanah Suci.
Doa dipimpin oleh K.H. Zainuddin Dalilah, di hadapan para jemaah haji, dan keluarga yang hadir.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Tarakan, Ajat Jatnika, menjelaskan seluruh jemaah haji asal Tarakan tahun ini berjumlah 186 orang.
Kepulangan dilakukan secara bertahap dalam tiga rombongan pada hari yang sama.
"Jemaah haji kita seluruhnya itu 186 jemaah, kemudian yang hari ini yang tadi pagi rombongan pertama ada 11 jemaah, dan yang ini rombongan yang kedua ini ada 66 jemaah.
Berarti total yang datang hari ini 77 jemaah," ungkap Ajat.
Ia menambahkan, masih ada satu rombongan lagi yang dijadwalkan tiba sekitar setengah jam setelah rombongan kedua.
"Yang berikutnya yang rombongan yang ketiga lagi sekitar setengah jam lagi, nah itu ada 103 jemaah," katanya.
Dengan kedatangan rombongan ketiga tersebut, seluruh jemaah haji asal Tarakan dijadwalkan kembali ke daerah pada hari yang sama.
"Insya Allah hari ini (kemarin) semuanya," ujarnya.
Ajat menjelaskan, setibanya dari bandara, para jemaah haji langsung dibawa menuju Masjid Baitul Izzah Tarakan, sebelum dipertemukan kembali dengan keluarga masing-masing.
Menurutnya, pola tersebut sama seperti saat pelepasan keberangkatan beberapa waktu lalu.
"Tidak diarahkan ke mana-mana, karena dulu kita lepas dari masjid ini, nah maka sekarang juga kita kembalikan ke keluarga dari masjid ini," jelasnya.
Ia menegaskan seluruh jemaah haji dari setiap rombongan akan mengikuti prosedur yang sama.
"Dari bandara semuanya ke sini, nanti baru kemudian kita kembalikan ke keluarga dari masjid ini," katanya.
Terkait kondisi kesehatan jemaah yang telah tiba, Ajat mengaku bersyukur karena para jemaah haji terlihat sehat setelah menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi menuju Tarakan.
"Yang kelompok pertama tadi, rombongan pertama dan kedua saya lihat sehat-sehat semua, segar-segar, cerah-cerah semua, alhamdulillah," ujarnya.
Saat ditanya mengenai keluhan kesehatan dari para jemaah, Ajat menyebut sejauh ini belum ada laporan yang diterima.
"Kelihatannya tidak ada, mudah-mudahan tidak ada," katanya.
Untuk mendukung proses kepulangan, Pemerintah Kota Tarakan menyiapkan armada bus yang digunakan mengantar jemaah dari bandara menuju lokasi penyambutan.
"Kalau dari pemerintah kota, kita hanya menjemput dari bandara.
Sudah siapkan bus," ujarnya.
Sementara untuk barang bawaan besar para jemaah, pengambilan dilakukan melalui panitia dan Kementerian Agama.
"Barang-barang sudah diurus sama kepanitiaan.
Di Kemenag.
Dengan membawa identitasnya," jelas Ajat.
Ia menambahkan, para jemaah haji yang tiba di Masjid Baitul Izzah hanya membawa tas tentengan, sedangkan koper besar akan diambil secara terpisah melalui mekanisme yang telah diatur panitia.
Menurut Ajat, prosesi penyambutan tahun ini tidak jauh berbeda dibandingkan penyelenggaraan haji tahun sebelumnya.
"Tahun lalu kurang lebih sama juga seperti ini.
Dilepas dari masjid ini, kemudian berangkat.
Kemudian juga diterima di sini dan dikembalikan ke keluarga dari masjid ini," pungkasnya.
(Adv)
Penulis: Andi Pausiah