Pengakuan Jujur RD Kongo soal Cristiano Ronaldo, Memang Tak Ada Penjagaan Khusus
Drajat Sugiri June 18, 2026 08:57 AM

 

TRIBUNNEWS.COM - Hasil yang terjadi di pertandingan Grup K Piala Dunia 2026 antara Portugal dan Republik Demokratik Kongo pada Kamis (18/6/2026) barangkali sedikit memberikan kejutan.

Portugal yang jauh diunggulkan ternyata tak bisa memetik kemenangan atas wakil dari Afrika tersebut dan harus puas mengakhiri pertandingan dengan skor 1-1.

Terkait hasil imbang ini, tak hanya soal Portugal yang underperformed saja yang pantas menjadi sorotan.

Permainan RD Kongo yang kompak di tiap lini juga perlu mendapatkan perhatian besar.

Pasalnya mereka dihuni banyak pemain berpengalaman dan bermain di liga-liga top Eropa.

"Untuk Republik Demokratik Kongo ini banyak dihuni pemain yang kita kenal, kalau bermain FPL (Fantasy Premier League) pasti sering menjumpai pemain-pemain tersebut," ungkap Arizki Romadhoni, Ketua Juventini Chapter Banten, dalam podcast Super Taktik di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.

"Saya pribadi menantikan kejutan seperti apa yang bisa dihadirkan tim ini di Piala Dunia nanti," paparnya.

Baca juga: Cristiano Ronaldo Menunduk Tanpa Senyum saat Sebut Portugal Harusnya Menang atas RD Kongo

Benar saja, Kongo langsung menghentak Portugal dengan memaksa sang juara Euro 2016 bermain imbang di laga perdana.

Menahan imbang Portugal jelas bukan perkara yang mudah juga.

Di atas kertas tim berjuluk Selecao Das Quinas ini diperkuat banyak pemain jempolan.

Salah satunya adalah Cristiano Ronaldo yang berstatus kapten dan striker utama tim.

Ronaldo, di usia senjanya sebagai pesepak bola, dikenal sebagai penyerang tajam.

Wanita asal Solo mengenakan stiker Portugal di wajah sebagai bentuk dukungan dalam Piala Dunia 2026, di Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (16/6/2026).
Wanita asal Solo mengenakan stiker Portugal di wajah sebagai bentuk dukungan dalam Piala Dunia 2026, di Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (16/6/2026). (Tribunnews.com/Tribun-Video.com/Akmal Khoirul Habib)

Berbagai gol ia sumbangkan di level klub dan timnas untuk menjaga laju skuad yang ia perkuat.

Di tengah nama besar Ronaldo itu, pendekatan menarik ditunjukkan RD Kongo.

Mereka mengaku tak memberikan perlakuan khusus kepada mantan pemain Manchester United dan Real Madrid tersebut.

Mereka bermain seperti biasa dengan menjalankan skema pertahanan secara kompak dan membentuk sebuah unit.

Hal itu terbukti sudah berhasil merepotkan Portugal yang tak bisa mencetak gol.

Kombinasi antara tumpulnya sektor serangan, buntunya kreativitas, dan kurang maksimalnya finishing para pemain juga ikut andil.

Namun tetap saja, penghargaan besar layak diberikan kepada RD Kongo yang tampil luar biasa.

"Sebuah taktik khusus untuk menjaga Ronaldo? Jujur saja, tidak ada hal seperti itu," kata pemain tengah RD Kongo, Ngal Ayel Mukau, dikutip dari TNT Sports.

"Kami tahu dia tidak sama seperti dahulu. Dia sudah lebih tua sekarang."

"Namun kami tetap memberikan rasa hormat tinggi kepadanya. Dia salah satu dari yang terbaik," paparnya.

Hasil ini otomatis membuat persaingan di Grup K Piala Dunia 2026 semakin sengit dan terbuka.

Pasalnya Portugal dan RD Kongo, secara tim, menjadi yang paling diunggulkan untuk bisa melangkah ke babak selanjutnya.

Untuk saat ini, peluang bagi Uzbekistan dan Kolombia sebagai peserta lain di grup ini tetap terbuka.

Persaingan memperebutkan tiket lolos ke 32 besar bakal tersaji sengit di grup ini.

(Tribunnews.com/Guruh) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.