Man City Siap Bersaing dengan Tottenham untuk Mendapatkan Sandro Tonali Meski Terus Upayakan Transfer Elliot Anderson
Hendra Wijaya June 18, 2026 09:35 AM

JANGAN LEWATKAN SEDETIK PUN DARI PIALA DUNIA


Manchester City siap bersaing dengan Tottenham Hotspur untuk mendapatkan tanda tangan Sandro Tonali, meski mereka juga tengah berupaya keras merekrut Elliot Anderson dari Nottingham Forest.


Manchester City sedang mempersiapkan diri menghadapi masa transisi besar pada musim panas ini, dengan fokus memperkuat sektor lini tengah menjelang era setelah Pep Guardiola. Raksasa Premier League tersebut telah menetapkan bintang Newcastle United, Sandro Tonali, sebagai target utama, yang memicu persaingan transfer besar dengan Tottenham.


City turut masuk dalam perburuan Tonali


City kini serius mempertimbangkan perekrutan Tonali sebagai bagian dari persiapan mereka di bawah arahan Enzo Maresca. Meski Tottenham telah melakukan pembicaraan produktif dengan perwakilan gelandang asal Italia tersebut dan berencana menjadikannya rekrutan utama musim panas ini, laporan dari The Athletic menyebut bahwa mereka kini menghadapi persaingan berat dari Etihad. City telah memantau pemain berusia 26 tahun itu dalam beberapa bulan terakhir dan tidak gentar dengan biaya besar yang dibutuhkan untuk membawanya keluar dari St James' Park.


Ketertarikan dari kubu biru Manchester ini menandakan bakal terjadinya perombakan besar-besaran. Pelatih kepala Spurs, Roberto De Zerbi, dikenal sebagai pengagum Tonali, dan klub asal London Utara tersebut telah mengambil langkah paling konkret sejauh ini. Namun, City tetap menjadi pesaing kuat untuk pemain yang juga dikabarkan sempat berdiskusi dengan Arsenal pada bulan Februari lalu. Dengan harga yang diperkirakan melebihi £80 juta, Tonali kini menjadi salah satu nama paling diminati di bursa transfer Premier League.


Rencana ganda di lini tengah


Pengejaran City terhadap Tonali tidak berarti mereka menghentikan minat terhadap Elliot Anderson dari Nottingham Forest. Klub asal Manchester itu masih melakukan negosiasi aktif dengan Forest mengenai potensi kesepakatan bagi pemain berusia 23 tahun tersebut, yang bisa memecahkan rekor transfer pemain asal Inggris. Tujuan mereka adalah mengamankan kedua pemain tersebut agar skuad tetap kompetitif dalam perburuan gelar Premier League setelah kepergian Guardiola. Jika berhasil, langkah ganda ini bisa membuat City mengeluarkan dana lebih dari £200 juta hanya untuk memperkuat sektor lini tengah.


Langkah agresif ini dilakukan di tengah ketidakpastian mengenai komposisi skuad saat ini. Setelah kepergian Bernardo Silva ke Real Madrid secara bebas transfer, kebutuhan akan darah segar di lini tengah menjadi semakin mendesak. City juga menghadapi tanda tanya terkait masa depan Nico Gonzalez dan Tijjani Reijnders, sehingga perekrutan Tonali dan Anderson dianggap sebagai langkah strategis, bukan sekadar tambahan kemewahan.


Ketidakpastian masa depan Rodri


Kekhawatiran terbesar di jajaran manajemen City saat ini adalah masa depan Rodri. Mantan pemenang Ballon d’Or tersebut kini memasuki tahun terakhir kontraknya dan sedang memperkuat Spanyol di ajang Piala Dunia. Menanggapi spekulasi mengenai masa depannya, ia menyatakan: "Saya akan menunggu hingga turnamen berakhir sebelum mengumumkan keputusan saya." City telah menawarkan kontrak baru kepada pemain berusia 29 tahun itu dan sangat ingin mempertahankannya, namun kekhawatiran semakin besar bahwa ia tidak akan memperpanjang masa baktinya di Etihad.


Jika Rodri memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya, opsi transfer pada musim panas ini bisa menjadi langkah paling realistis dari sisi finansial. Real Madrid disebut-sebut sebagai tujuan potensial bagi gelandang Spanyol tersebut, meskipun hingga kini belum ada indikasi pasti mengenai minat konkret dari pihak Los Blancos.


Musim panas penuh perubahan di Etihad


Potensi kedatangan Tonali dan Anderson menandakan bahwa City akan mengalami musim panas penuh perubahan. Setelah musim lalu mereka berhasil meraih dua gelar domestik — Piala FA dan Carabao Cup — klub kini berambisi melakukan pembangunan besar-besaran.


City sangat bertekad untuk merebut kembali dominasi domestik mereka setelah kehilangan gelar Premier League dari Arsenal pada musim 2025-26, menyusul kekalahan sebelumnya dari Liverpool pada musim 2024-25. Selain itu, mereka juga berupaya mengembalikan status sebagai kekuatan besar di Eropa setelah tersingkir di babak 16 besar Liga Champions oleh Real Madrid.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.