TRIBUNMANADO.CO.ID - Wakil Ketua DPRD Sulut Royke Anter menyayangkan aksi unjuk rasa berujung ricuh oleh sejumlah elemen mahasiswa Cipayung plus di kantor DPRD Sulut, Rabu (17/6/2026).
Diketahui aksi memprotes sejumlah kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto dan Wapres Gibran tersebut diwarnai aksi merobohkan pagar kantor DPRD Sulut serta baku hantam antara mahasiswa dan polisi.
Ditemui usai unjuk rasa, Rabu sore, Anter saat itu didampingi personel DPRD Sulut Jeane Laluyan dan Hillary Tuwo.
Mengenakan kameja kotak kotak putih dan hitam, raut wajahnya memperlihatkan keprihatinan mendalam.
Ia menyebut para mahasiswa mestinya dapat berdemo lebih santun dan substansial.
"Boleh menyurat ke DPRD atau kalau ada perwakilan 5 sampai 10 orang akan kami terima, jangan sampai seperti pelaksanaan hari ini," kata dia Rabu (17/6/2026) sore.
Ia menuturkan, pihaknya juga sudah punya pengalaman dimana pendemo diterima di dalam dan melakukan aksi tak tertib.
Bahkan merusak fasilitas didalamnya.
Diketahui aksi unjuk rasa di kantor DPRD Sulut berakhir ricuh.
Pendemo merobohkan pintu pagar kantor DPRD Sulut.
Mereka juga menyerang aparat kepolisian yang berjaga di dalam kantor DPRD.
Aparat dengan dukungan water Cannon lantas memukul mundur mahasiswa hingga ke depan Pom Bensin Kairagi yang berjarak sekira 200 meter dari kantor DPRD Sulut.
Tembakan gas air mata juga dilancarkan aparat para kerumunan pendemo.
Sejumlah pendemo berhasil diamankan di seputaran pom bensin Kairagi.
Kantor DPRD Sulut berlokasi di Kelurahan Kairagi Satu, Kecamatan Mapanget Manado.
Letaknya di depan jalan Manado Bitung. Dari Bandara Sam Ratulangi berjarak sekira 5 kilometer.
Dari kantor Gubernur Sulut berjarak sekira 6 kilometer.
Sejumlah eleman mahasiswa melakukan unjuk rasa di depan kantor DPRD Sulut, Rabu (17/6/2026).
Demo berakhir rusuh. Aparat dan mahasiswa terlibat bentrok. Sejumlah mahasiswa diamankan aparat.
Isu Nasional
Turunkan Rezim Prabowo Dan Gibran
Restrukturasi Kabinet Yang Gemuk
Pemangkasan Anggaran
Legislatif,Eksekutif, Yudikatif
Tolak Koperasi Merah Putih
Tolak dan Revisi Kembali UU Polri
Tolak Militerisme di Tanah Sipil dan Kembalikan TNI ke Barak
Tolak PSN Yang Ada di Papua
Mendesak Pertamina Untuk Memastikan Pasokan BBM subsidi Tersedia Secara Nasional
Hentikan Seluruh Pelanggaran HAM di Indonesia
Isu Lokal
Menolak Keras Perampasan Ruang Hidup Masyarakat Sulawesi Utara
Menekan Publikasi Draft RTRW
Kenaikan Harga Bahan Pokok
Desentralisasi Pendapatan Daerah
Evaluasi Program Trans Manado
Tuntaskan Kasus Pelecehan Seksual di Sulawesi Utara
Tolak MBG di Kelola Kampus.
(TribunManado.co.id/Art)