– Aliansi mahasiswa dari berbagai wilayah di Indonesia dilaporkan masih terus bergerak menggelar aksi demonstrasi secara serentak di sejumlah daerah pada hari ini, Kamis (18/6/2026).
Gelombang unjuk rasa berskala besar ini dipicu oleh aksi pergerakan dari Badan Executif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) pada Jumat (12/6/2026) lalu, yang kemudian disusul oleh BEM Universitas Bung Karno (UBK) di Jakarta pada Senin (15/6/2026), hingga massa di Sukabumi pada Rabu (17/6/2026) kemarin.
Pada hari Kamis ini, giliran kelompok mahasiswa di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, serta Kota Batam, Kepulauan Riau, yang turun ke jalan guna menyuarakan keresahan terkait sejumlah isu strategis nasional maupun persoalan di daerah masing-masing.
Di Kota Samarinda, dua kelompok massa besar yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Samarinda dan Aliansi Gerakan Rakyat Kaltim (GERAM) dijadwalkan memulai aksi sekitar pukul 13.00 WITA dengan titik utama di Kantor DPRD Kaltim.
Massa HMI se-Samarinda mengusung tema besar "Rupiah Melemah, BBM Naik, Rakyat Tercekik", sementara aliansi GERAM merencanakan titik kumpul di Simpang Lembuswana serta Simpang Hotel Mesra, dilanjutkan dengan melakukan aksi berjalan kaki atau long march menuju kawasan Jembatan Mahakam.
Guna menjaga kondusifitas wilayah dari pergerakan massa tersebut, pihak Kepolisian Resor Kota (Polresta) Samarinda mengonfirmasi telah menyiagakan sedikitnya 200 personel kepolisian untuk mengawal ketat jalannya penyampaian aspirasi.
Sementara itu di Kota Batam, Aliansi Mahasiswa Kota Batam menggelar aksi unjuk rasa dengan menyasar dua lokasi strategis, yaitu Gedung DPRD Kota Batam dan Kantor Wali Kota Batam.
Selain menyuarakan deretan tuntutan nasional, para mahasiswa di Batam juga turut menyoroti permasalahan lingkungan hidup yang melanda daerah mereka, mulai dari tata kelola sampah hingga musibah banjir.
Demi memastikan jalannya unjuk rasa di Batam berlangsung aman dan tertib, jajaran Polresta Barelang dengan mendapatkan dukungan penuh dari Polda Kepulauan Riau (Kepri) telah dikerahkan ke lapangan untuk melakukan pengamanan berlapis.
Kondisi berbeda sempat terjadi pada aksi demonstrasi yang digelorakan oleh kelompok mahasiswa dari Universitas Nusa Putra bersama Gerakan Mahasiswa (Gema) di Kota Sukabumi pada Rabu (17/6/2026) kemarin, di mana aksi tersebut berakhir dengan kerusuhan.
Massa aksi di Sukabumi dilaporkan melakukan tindakan vandalisme berupa coretan bernada provokatif di fasilitas billboard kawasan Bundaran Adipura dan pos polisi sekitar, mendorong plang pembatas jalan di sepanjang rute Jalan RE Martadinata hingga Jalan Siliwangi, serta nekat membakar sejumlah water barrier di simpang Jalan R Syamsudin SH.
Rentetan gelombang demonstrasi mahasiswa ini diketahui telah berlangsung sejak awal bulan Juni 2026 dan terus meluas ke berbagai kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Medan, Semarang, Padang, hingga Pekanbaru dengan membawa benang merah tuntutan yang sama.