TRIBUNSUMSEL.COM -- Rekaman video yang memperlihatkan insiden kekerasan di depan warung milik Karina Ranau istri almarhum Epy Kusnandar menjadi viral di media sosial dan memicu perdebatan hangat di kalangan warganet.
Alih-alih mendapatkan simpati sepenuhnya, sejumlah netizen justru mencurigai bahwa aksi pendorongan tersebut hanyalah sebuah rekayasa atau konten demi menaikkan popularitas.
Kecurigaan ini muncul karena warganet merasa janggal dengan respons para karyawan di sekitar lokasi kejadian yang dinilai pasif saat peristiwa itu berlangsung.
"Karyawan pd diem dan itu banyak cowok agak aneh sih, penganiayaan ringan sih jadi bisa damai tinggal cabut aja laporannya kalo beneran dilaporin. Kesimpulan saya sih ini konten" komentar akun @ach**** dalam tangkapan layar yang diposting Karina Ranau di Instagram Kamis (18/6/2026).
• Keluarga Pelaku Pendorongan Minta Maaf, Karina Ranau Tegas Tolak Damai dan Pilih Jalur Hukum
Tidak tinggal diam dengan tudingan miring tersebut, Karina Ranau langsung merespons balik komentar itu melalui caption.
Dengan nada menyindir, ia mengajak pemilik akun tersebut untuk berbicara langsung.
"Hai Ibu @ach**** ngopi yuk buuuu,biar kesimpulannya gak salah," tulis Karina dalam unggahannya.
Sebelumnya, saat ditemui di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, pada Selasa (16/6/2026), Karina juga telah membeberkan secara rinci bagaimana ketegangan nyata itu terjadi dalam hitungan detik hingga menyebabkan dirinya mengalami cedera fisik di bagian kaki.
Sambil menggerakkan tangan untuk memperagakan posisi tubuhnya saat kejadian, Karina menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi pada Senin pagi, menjelang jam operasional warungnya dimulai.
Saat itu, para karyawan masih melakukan persiapan dan terpal bagian depan warung pun belum dibuka seutuhnya.
"Jadi kemarin itu hari Senin. Seperti biasa saya sedang beraktivitas di warung. Dari pagi saya sudah ada," kata Karina Ranau dengan nada serius.
"Pokoknya setiap hari otak saya berpikir untuk warung ini," ujarnya.
Menurut Karina, seorang pria tak dikenal tiba-tiba datang dan langsung memaksa untuk dilayani dengan cepat, meskipun sudah diberi tahu bahwa warung belum siap beroperasi.
"Dia datang langsung buka ini," katanya sambil menunjuk ke arah bagian depan warung.
"Langsung bilang, 'Pesen dong! Ini nila berapa?' gitu," sambung Karina menirukan cara bicara pria tersebut yang membuatnya merasa tidak nyaman sejak awal.
Baca juga: Karina Ranau Beberkan Awal Perselisihan dengan Pria Tak Dikenal di Warung Mendiang Epy Kusnandar
Meskipun Karina sudah memberikan penjelasan dengan sopan, pria tersebut tetap menunjukkan sikap tidak ramah dan menuntut pesenannya segera dibuatkan.
"Saya bilang 'Bapak sebentar ya Pak, kita bukanya sebentar lagi.' Tapi dia maunya sekarang juga. Dari awal sudah tidak enaklah," tuturnya.
Situasi di lapangan semakin memanas ketika persoalan area parkir yang terbatas muncul. Karina yang saat itu sedang menyapu area warung mencoba meminta pria tersebut untuk memindahkan sepeda motornya agar tidak mengganggu tempat usaha lain di sekitarnya.
Sambil memperagakan gerakan menyapu, Karina mengingat kembali ucapannya kala itu.
"Saya lagi nyapu. Saya bilang, 'Pak, motornya bisa dipindahin dulu di sana ya Pak? Soalnya enggak enak' gitu," ucapnya.
Mendengar permintaan Karina agar motor dipindahkan saat itu juga, respons yang diterimanya justru berupa bentakan keras.
Kejadian yang tiba-tiba itu membuat Karina terkejut hingga refleks melepaskan alat kebersihan yang dipegangnya.
"Pada saat dia kencang, saya kan megang ini (sapu). Saya digituin (bentak) gimana sih, saya lepas ini, pengki sama sapunya saya lepas," jelasnya sambil menggerakkan kedua tangan.
Dalam kondisi emosi, pria itu langsung menghampirinya. Di momen krusial tersebut, Karina mengaku sempat merasa pasrah karena mengira wajahnya akan dipukul oleh pelaku.
"Saya sudah, 'Wah ini saya dipukul nih dalam hati. Bonyok nih muka saya' gitu lah," katanya.
Namun, bukan pukulan yang mendarat. Sambil menunjuk ke arah bahunya, Karina menggambarkan bagaimana pria tersebut melayangkan dorongan yang sangat kuat ke tubuhnya hingga ia terpental dan terjatuh.
"Ternyata dia enggak mukul, dia mendorong. Dan mendorongnya kencang banget," ungkap Karina.
Akibat dorongan tersebut, tubuh Karina terlempar cukup jauh dari posisi semula.
Wajahnya pun kembali berubah serius saat menunjuk ke bagian kakinya yang terluka akibat dampak dari benturan setelah terjatuh.
"Emosi yang dia bawa dari sana ke sini, saya didorong nih posisinya di sini, kencang banget sampai jatuh ke sana," pungkasnya.
(*)
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com