WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Tiga bulan pasca-tragedi memilukan yang nyaris merenggut masa depannya, kondisi terkini Andrie Yunus—korban keji penyiraman air keras oleh oknum prajurit TNI—mulai menunjukkan perkembangan yang menyentuh hati.
Nestapa yang menimpa Andrie sempat memantik kemarahan publik, namun kini ketangguhan fisiknya perlahan-lahan mulai membuahkan hasil positif.
Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, mengungkapkan bahwa Andrie sebenarnya telah diperbolehkan keluar dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) sejak akhir April 2026 lalu.
Baca juga: Saiful Mujani: Daripada Di-Andrie-Yunus-kan, Lebih Baik Dilaporkan ke Polisi
Saat ini, di tengah trauma mendalam yang masih membayangi, ia tengah fokus menjalani fisioterapi intensif serta rawat jalan dengan pengawalan super ketat di bawah perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
Perjuangan Mandiri dari Balik Kamar Pemulihan dan Pengawalan Ketat
Peristiwa yang menguras emosi begitu terasa saat mengetahui bagaimana Andrie berjuang merebut kembali kemandirian fisiknya.
Setelah fungsi motoriknya sempat lumpuh akibat hantaman zat kimia berbahaya, kini pemuda tersebut dilaporkan sudah mulai bisa melakukan aktivitas esensial tanpa perlu bergantung pada uluran tangan orang lain.
Gerakan-gerakan senam ringan yang ia pelajari selama masa rehabilitasi menjadi jembatan mukjizat kecil.
Andrie kini sudah mampu menyuap makanannya sendiri dan mandi secara mandiri, sebuah kemajuan sederhana yang terasa sangat mewah bagi seorang penyintas teror air keras.
“Jadi kemarin fisioterapi itu alhamdulillah prosesnya sudah berjalan baik, dia sudah mulai bisa melakukan gerakan-gerakan senam ringan, terus juga sudah mulai bisa aktivitas seperti mandi sendiri, makan sendiri tanpa disuapin,” kata Dimas Bagus Arya kepada wartawan, dikutip Kamis (18/6/2026).
Kendati fisiknya berangsur membaik, Andrie saat ini masih diisolasi dari sorot kamera publik demi menjaga psikologis dan proses penyembuhannya.
Bahkan, tim hukum dan KontraS pun memiliki keterbatasan untuk bertatap muka secara langsung dan harus melewati koordinasi berlapis dengan tim pendamping LPSK.
Menanti Operasi Mata Agustus dan Teka-Teki Pemeriksaan Polisi
Kasus ini kini bergeser pada perjuangan medis menyelamatkan indra penglihatan Andrie.
Berdasarkan estimasi dari tim dokter spesialis RSCM, Andrie dijadwalkan kembali naik ke meja operasi pada Agustus 2026 mendatang untuk penanganan lanjutan pada bagian mata.
Saat ini, area wajah dan bola matanya masih dijaga ketat menggunakan penyangga medis khusus serta perban tebal agar tidak terjadi pergerakan ekstrem yang bisa menggagalkan pemulihan jaringan saraf mata.
Baca juga: 4 Prajurit TNI Terdakwa Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut Hukuman 2,5 Tahun Penjara
Di sisi lain, keadilan hukum bagi Andrie terkesan masih berjalan di tempat.
Dimas membeberkan fakta bahwa hingga detik ini belum ada pemanggilan resmi dari pihak kepolisian untuk memeriksa korban.
Mengingat kondisi fisiknya yang belum stabil untuk mobilisasi luar ruang, KontraS mendesak agar pemeriksaan nantinya dapat digelar secara daring (online).
Publik pun kini terus mengawal kasus ini, menuntut agar oknum TNI yang bertindak keji tersebut dijatuhi hukuman seberat-beratnya tanpa ada impunitas.(m31)