TRIBUNFLORES.COM, LEWOTOLOK - Petugas Posmat Gunung Ili Lewotolok Lembata, Yohanes Kolli Sorywutun, melaporkan kondisi gunung 24 jam terakhir, Rabu (17/6/2026) pukul 00.00-24.00 Wita.
Gunung Ili Lewotolok saat ini Level II atau Waspada.
Gunung Api Ili Lewotolok terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur dengan posisi geografis di Latitude -8.272°LU, Longitude 123.505°BT dan memiliki ketinggian 1423 mdpl.
"Berdasarkan pengamatan visual, Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-II. Teramati asap kawah utama berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis, sedang hingga tebal tinggi sekitar 50-200 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga mendung, angin lemah hingga sedang ke arah barat daya, barat dan barat laut,"tulis dia dikutip dari laman magma.esdm.go.id Kamis (17/6/2026).
Ia juga menyebutkan selama periode itu, terdengar suara gemuruh lemah hingga sedang dari pos PGA Ili Lewotolok. Sementara berdasarkan pengamatan klimatologi, cuaca cerah hingga mendung, angin lemah hingga sedang ke arah barat daya, barat dan barat laut. Suhu udara sekitar 24-33°C.
Baca juga: Aktivitas Gunung Lewotolok Meningkat, Tercatat 20 Kali Erupsi 24 Jam Terakhir
Ia menyampaikan berdasarkan pengamatan kegempaan, 95 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 17.3-40 mm, dan lama gempa 30-80 detik.
1 kali gempa Guguran dengan amplitudo 10.9 mm dan lama gempa 50 detik.
98 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 5.7-40 mm, dan lama gempa 24-57 detik.
5 kali Harmonik dengan amplitudo 2.6-11.6 mm, dan lama gempa 42-233 detik.
13 kali Tremor Non-Harmonik dengan amplitudo 3.6-21.2 mm, dan lama gempa 101-277 detik.
2 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 6.1-9 mm, S-P 1.4-2.5 detik dan lama gempa 19-20 detik.
1 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 15.6 mm, S-P 0.8 detik dan lama gempa 9 detik.
2 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 3.7 mm, S-P 13.8-14.3 detik dan lama gempa 42-56 detik.
Pihaknya mengeluarkan sejumlah rekomendasi, diantaranya:
(1) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, dan masyarakat Desa Lamatokan, dan Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian timur puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.
(2) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Jontona dan Desa Todanara agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral selatan dan tenggara sejauh 2,5 km pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, dan mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian, selatan dan tenggara puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.
(3) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Amakaka agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral barat sejauh 2,5 km pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, serta mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian barat puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.
(4) Untuk menghindari gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan Iainnya yang disebabkan oleh abu vulkanik maka masyarakat yang berada di sekitar G. Ili Lewotolok dapat menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.
(5) Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah/aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak G. Ili Lewotolok agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan. (Sumber magma.esdm.go.id/kgg).