Universitas Terbuka Hadirkan Era Baru Literasi di Pandeglang : Resmikan Taman Bacaan Masyarakat
Wawan Perdana June 18, 2026 02:01 PM

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG-Universitas Terbuka (UT) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Nasional melakukan program  Desa Binaan di Desa Kurung Kambing, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Program ini melibatkan seluruh fakultas termasuk Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UT sejak tahun 2024.  

Khusus FKIP pada kegiatan PKM tahun ini, fokus pada program penguatan literasi masyarakat melalui Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di Desa Kurung Kambing, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.  

Kegiatan PKM kali ini khusus didanai oleh LPDP dengan batas waktu hanya 6 bulan.

PKM dimulai sejak awal tahun 2026 dengan  menyusun  kepengurusan, sarana prasarana termasuk pengadaan buku,  komputer dan aplikasi peminjaman, serta pojok literasi berupa 2 gazebo yang siap digunakan oleh masyarakat.

Kegiatan PKM equity ini diselenggarakan lebih kurang selama empat bulan dan ditutup dengan acara peresmian operasional TBM Kurung kambing disertai rangkaian lomba literasi anak berupa  lomba mewarnai dan lomba puisi.   

Kegiatan ini turut disaksikan oleh delegasi dari Open University of Malaysia (OUM), menandai capaian penting dalam upaya membangun masyarakat desa yang lebih literat dan berwawasan global.

Rangkaian kegiatan ini dimulai pada 18 Februari 2026, ketika tim FKIP UT secara resmi membuka program PkM Equity dan menyusun rencana kerja bersama mitra di Desa Kurung Kambing. 

Pertemuan awal ini menjadi titik tolak bagi serangkaian langkah nyata yang dilaksanakan secara bertahap, mulai dari analisis kebutuhan, perencanaan, hingga pelaksanaan di lapangan.

Pada tahap pengembangan, tim PkM menghadirkan lebih kurang 800 buku baru sebagai koleksi TBM.

Koleksi buku itu di antaranya, buku bacaan anak dan remaja, buku  bacaan dewasa dan umum yang mencakup buku terkait pertanian dan peternakan, resep masakan, Juz’ama, hingga referensi  keguruan untuk mendukung para pendidik di desa tersebut.  

Koleksi ini ditata rapi dalam tiga lemari buku baru, lengkap dengan proses pelabelan yang dikerjakan oleh mahasiswa Program Studi Perpustakaan UT Serang agar pengelolaan koleksi  berjalan efektif  dan profesional.

Untuk memperkuat tata kelola taman bacaan, tim PkM juga mengembangkan aplikasi peminjaman buku digital yang dapat diakses melalui situs tbmkurkam.com. 

Melalui aplikasi ini, warga dapat menelusuri katalog buku secara daring lewat ponsel sebelum datang langsung untuk meminjam, sekaligus memastikan setiap proses peminjaman tercatat dengan rapi. 

Inovasi ini menjadikan TBM Kurung Kambing sebagai salah satu taman bacaan masyarakat dengan sistem digital yang masih jarang ditemui di Provinsi Banten.

Pada pertemuan kedua, dibentuklah kepengurusan TBM Desa Kurung Kambing untuk menjaga kesinambungan program, dengan Titin Hartati sebagai Ketua, Takiudin sebagai Wakil Ketua, Nurjen sebagai Sekretaris, serta Wahyu, Nurhasanah, Hani, dan Irma sebagai anggota. 

Para pengurus kemudian mengikuti workshop pengelolaan perpustakaan kecil yang diselenggarakan oleh FKIP UT, sebagai bekal agar TBM dapat dikelola secara mandiri dan berkelanjutan. 

Sebagai pelengkap fasilitas, dua gazebo turut dibangun dengan dukungan swadaya masyarakat setempat, menghadirkan pojok literasi yang nyaman bagi warga segala usia untuk membaca dan berdiskusi.

Sebagai bagian dari penguatan kapasitas berkelanjutan, pelatihan pengelolaan taman bacaan juga digelar pada Senin, 6 April 2026, dengan menghadirkan narasumber yang kompeten yaitu Muhammad Pandu Ristyono, S.Sos, MP, dari  Pusat Perpustakaan UT untuk membekali pengurus TBM dengan keterampilan pengelolaan perpustakaan modern berbasis digital.

Pertemuan ketiga  diadakan  tanggal 25 Mei, deengan focus kegiatan menata buku di dalam lembari dengan penomoran yang memudahkan proses pengadministrasian TBM dan sekaligus  memasukkan seluruh data buku dengan kode penomorannya  ke dalam aplikasi  peminjaman buku TBM  yang nantinya dapat diakses secara digital melalui  handphone. 

Lomba baca puisi untuk siswa SD dan lomba mewarnai bagi siswa  jenjang TK di sekitar Desa Kurung Kambing, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Lomba baca puisi untuk siswa SD dan lomba mewarnai bagi siswa jenjang TK di sekitar Desa Kurung Kambing, Kabupaten Pandeglang, Banten. (Dok./UT Serang)

Rangkaian program ditutup dengan pertemuan keempat 10 Juni 2026,  berupa acara peresmian dan penyerahan taman bacaan kepada Kepala Desa  dan Para Pengusus TBM  Desa Kurung Kambing untuk dirawat dan dikembangkan. 

Momen istimewa ini dimeriahkan dengan lomba literasi berupa lomba baca puisi untuk siswa SD dan lomba mewarnai bagi siswa  jenjang  TK di sekitar Desa Kurung Kambing. 

Pada kesempatan ini, PkM Equity UT turut mengundang Batrisya Geruda John,  mahasiswa Fakultas Pendidikan Open University Malaysia (OUM) yang akrab disapa Batsy, untuk menyaksikan langsung semangat literasi anak-anak desa sebagai bagian dari Program International Joint Action Reinforcement (PIJAR) 2026. 

Acara berlangsung lancar dan melahirkan juara-juara terbaik di setiap jenjang, menjadi bukti nyata tumbuhnya minat baca generasi muda Desa Kurung Kambing.
 
Ditemui di sela kegiatan, Batsy mengungkapkan rasa syukur dapat bergabung bersama Universitas Terbuka dalam Program Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Kurung Kambing, Kabupaten Pandeglang.

Ia menjelaskan bahwa kehadirannya di Indonesia merupakan bagian dari PIJAR 2026, komitmen global UT dalam memperluas akses pendidikan berkualitas yang merujuk pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

 “Saya merasakan dan belajar secara langsung di sini bagaimana UT mendukung literasi di desa, memberikan akses dan kesempatan belajar bagi seluruh rakyat Indonesia. Bagi saya, ini menunjukkan komitmen UT terhadap pendidikan bagi semua, bukan hanya di ruang kelas, tetapi juga di tengah komunitas,” ujarnya.

Sebagai mahasiswa dari negara yang berbeda, Batsy mengaku terinspirasi melihat bagaimana pendidikan yang inklusif dapat menjangkau masyarakat dan mengangkat kehidupan mereka. 

Di akhir wawancara, ia menitipkan semangat bagi tim PkM UT. 

“Tetap semangat dalam mendukung literasi di seluruh Indonesia. Semoga saya bisa bergabung lagi pada kegiatan PkM UT yang akan datang,” tutupnya.

Direktur UT Serang, Dr Ajat Sudrajat, MPd, menyampaikan apresiasi mendalam atas terlaksananya program ini. 

“Ini merupakan langkah besar bagi kami. Dengan adanya Taman Bacaan Masyarakat ini, kami berharap literasi digital masyarakat Kurung Kambing semakin meningkat, sehingga warga dapat meminjam buku dengan mudah melalui aplikasi,” ujarnya. 

Ia juga menyampaikan harapan agar capaian ini dapat diangkat ke media massa dan dipublikasikan dalam jurnal bereputasi terindeks Sinta maupun Scopus, serta disampaikan kepada para pemangku kepentingan seperti Kepala Dinas dan Bupati setempat, sebagai bentuk pertanggungjawaban dan inspirasi bagi pengembangan TBM di wilayah lain. 

Ajat menambahkan harapan agar program Pembentukan TBM melalui PkM Equity ini dapat  diperluas ke delapan kabupaten dan kota lain yang menjadi wilayah kerja UT Serang di Provinsi Banten pada tahun-tahun mendatang.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Pelaksana PkM, Prof Dr Maman Rumanta MSi, mengungkapkan rasa syukur atas dukungan penuh dari LPPM Universitas Terbuka sejak awal program. 

“Kami ingin masyarakat di sini lebih literat terhadap bacaan-bacaan ilmu, mulai dari bacaan untuk anak-anak, remaja, hingga dewasa, termasuk petani dan guru,” ungkapnya. 

Ia menambahkan bahwa kehadiran TBM Kurung Kambing diharapkan dapat menjadi salah satu model taman bacaan masyarakat yang dapat direplikasi di wilayah lain di Banten, sekaligus mendorong desa untuk semakin akademik dan berwawasan global. “Harapannya, desa ini dapat terus berdaya dan mandiri, bahkan setelah program pembinaan UT berakhir,” tambahnya.

Program PkM Equity di Desa Kurung Kambing merupakan bagian dari komitmen Universitas Terbuka dalam mendukung pemerataan akses pendidikan dan literasi di wilayah pedesaan Indonesia. 

Program ini merupakan bagian dari Program Enhancing Quality Education for International University Impacts and Recognition (EQUITY) Times Higher Education Impact Rankings UT Tahun 2025–2026, yang didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui skema Diktisaintek Berdampak. 

Oleh Karena itu, kami sampaikan banyak terima kasih atas dukungan pendanaan  dari  Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan LPPM UT,  dengan harapan program ini dapat terus memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang pendidikan dan literasi masyarakat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.