Gaspa Palopo U-13 ke Final Piala Soeratin Sulsel usai Kalahkan Merpati Pinrang via Adu Penalti
Sudirman June 18, 2026 01:22 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, PALOPO - Gaspa Palopo 1958 kelompok usia 13 selangkah lagi menuju gelar juara Piala Soeratin Regional Sulawesi Selatan 2026.

Tim muda kebanggaan Kota Palopo itu memastikan tiket final setelah menyingkirkan SSB Merpati Leppangan, Pinrang.

Semifinal berlangsung di Lapangan Ganesa Yon Zipur Sangkeang, Kabupaten Maros, Kamis (18/6/2026) pagi.

Pertandingan memperlihatkan kualitas dua tim muda terbaik Sulsel.

Selama waktu normal, kedua kesebelasan silih berganti melancarkan serangan hingga skor tetap imbang 2-2.

Gaspa akhirnya memastikan kemenangan melalui drama adu penalti dengan skor tipis 7-6.

Baca juga: Kalahkan Bank Sulselbar FC, Merpati Leppangang Lawan Gaspa Palopo di Semifinal Piala Soeratin U-13

Hasil tersebut mengantar skuad asuhan pelatih kepala coach Kaharuddin, asisten pelatih coach Jabbar, dan pelatih kiper coach Pudding melaju ke final.

Partai puncak yang dijadwalkan berlangsung Jumat (19/6/2026) pukul 14.30 Wita siang.

Bagi tim muda Gaspa, kemenangan ini bukan sekadar hasil pertandingan.

Laga semifinal menjadi ujian mental yang berhasil mereka lewati dengan baik.

Pelatih Gaspa Palopo U-13, Kadir, mengungkapkan pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi.

Kedua tim tampil disiplin dan mampu memanfaatkan setiap peluang yang didapatkan.

"Partai semifinal berlangsung dua kali 53 menit. Anak-anak bermain luar biasa dan menunjukkan semangat juang yang tinggi sampai akhir pertandingan," ujarnya kepada Tribun-Timur.com, Kamis (18/6/2026).

Gol pembuka Gaspa lahir melalui proses yang menunjukkan keberanian para pemainnya.

Berawal dari tendangan jarak jauh Itftar, bola gagal diamankan sempurna oleh penjaga gawang lawan.

Situasi itu langsung dimanfaatkan M Fadhil yang menyambar bola muntah untuk mengubah skor menjadi 1-0 pada menit ke-10.

Gol tersebut menjadi momentum penting bagi Gaspa untuk mengendalikan permainan.

Namun Merpati Lepangan tidak tinggal diam.

Wakil Pinrang itu mampu memberikan perlawanan hingga pertandingan berlangsung ketat sepanjang laga.

Saat tekanan mulai meningkat menjelang akhir pertandingan, Gaspa kembali menemukan jalan menuju gol.

Kali ini melalui spesialis bola mati mereka, Fatir Fatullah.

Pemain yang tercatat sebagai siswa PMDS Kota Palopo itu mencetak gol lewat tendangan bebas pada menit ke-50.

Eksekusi presisinya menunjukkan kualitas teknik yang jarang dimiliki pemain seusianya.

Sementara pencetak gol pertama, M Fadhil, merupakan siswa SD Langkanae Kota Palopo.

Meski berhasil mencetak dua gol, Gaspa tetap gagal mengunci kemenangan pada waktu normal setelah lawan mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Pertandingan pun harus ditentukan melalui adu penalti.

Di fase yang sering disebut sebagai pertarungan mental tersebut, para pemain Gaspa menunjukkan ketenangan luar biasa.

Satu per satu eksekutor berhasil menjalankan tugasnya hingga akhirnya Gaspa menang 7-6 dan memastikan langkah ke final.

Menurut Kadir, keberhasilan timnya tidak lepas dari kerja kolektif seluruh elemen yang terlibat.

"Kemenangan ini berkat kerja keras pemain dan yang paling utama kerja sama tim pelatih serta manajer Herdi. Tidak lepas juga dari kontribusi BLP atau Badan Liga Palopo yang terus memberikan dukungan," katanya.

Keberhasilan Gaspa menembus final menjadi sinyal positif bagi pembinaan sepak bola usia dini di Kota Palopo.

Kata Kadir, di tengah persaingan ketat antar-akademi sepak bola Sulawesi Selatan, Gaspa mampu menunjukkan pembinaan berjenjang masih menjadi fondasi penting dalam melahirkan pemain muda potensial.

Kini fokus tim beralih ke partai final.

Kadir mengaku tidak ingin para pemain terlena dengan kemenangan di semifinal.

Persiapan fisik menjadi prioritas utama mengingat pertandingan berlangsung dalam intensitas tinggi.

"Jelang laga final kami fokus mempersiapkan stamina dan istirahat pemain," akunya.

Sementara itu, pelatih kiper, Pudding mengaku sudah mewanti-wanti skenario terburuk di laga final.

Termasuk jika laga kembali harus ditentukan melalui adu penalti.

"Untuk kemungkinan terburuk jika sampai adu penalti di final, kami sudah siap dengan skemanya," tegasnya.

Kata dia, mentalitas dan ketenangan kiper menjadi modal utama saat bertugas di bawah mistar gawang.

"Terutama membaca pergerakan dan posisi lawan sesaat sebelum menendang bola. Dan melatih refleks cepat kiper," akunya.

Setelah melewati semifinal yang menguras tenaga dan emosi, kini satu langkah terakhir menanti.

Jika mampu menjaga disiplin, stamina, dan ketenangan, Gaspa berpeluang mengakhiri perjalanan panjang mereka di Maros dengan trofi juara Piala Soeratin Regional Sulsel 2026.

Laporan Jurnalis Tribun-Timur.com, Muh Sauki Maulana

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.