TRIBUNPAPUABARAT.COM, BINTUNI - Sebanyak 115 kampung di Kabupaten Teluk Bintuni mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Penginputan Indeks Desa Membangun (IDM) dan Sistem Pengelolaan Aset Desa (SIPADES) Tahun 2026.
Bimtek yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) itu dibagi dalam dua gelombang, yakni 57 kampung pada hari pertama dan 58 kampung lainnya dijadwalkan pada hari berikutnya.
Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (Kabid PMK) DPMK Teluk Bintuni, Agus Wiranto, mengatakan bahwa bimbek bertujuan meningkatkan pemahaman operator kampung dalam penginputan data IDM dan SIPADES secara benar dan tepat waktu.
“IDM digunakan untuk melihat perkembangan dan status kampung. Data ini juga menjadi acuan pemerintah pusat dalam mengevaluasi pembangunan desa serta pertimbangan kebijakan, termasuk dana desa,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).
Agus menuturkan, pada tahun sebelumnya penginputan data IDM belum maksimal karena tidak semua kampung mengisi data secara lengkap.
Baca juga: DPMK Kaimana Gelar Pelatihan Operator Siskeudes, Dorong Kemandirian Pengelolaan Keuangan Kampung
Akibatnya, gambaran kondisi kampung tidak terlihat menyeluruh.
“Kalau data IDM tidak lengkap, kita tidak bisa memastikan status kampung, apakah masih tertinggal, berkembang, maju, atau mandiri," katanya
"Padahal data ini sangat dibutuhkan pemerintah pusat, Bappenas, maupun Bappeda dalam menyusun program pembangunan,” jelasnya lanjut.
Ia menambahkan, sebagian besar kampung di Teluk Bintuni masih berada pada kategori tertinggal dan sangat tertinggal.
Karena itu, diperlukan data akurat untuk mengukur perkembangan setiap kampung dari tahun ke tahun.
Agus juga mengingatkan operator kampung agar tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperhatikan pengisian data sosial, ekonomi, kesehatan, pendidikan, hingga data stunting yang menjadi bagian penting dalam penilaian IDM.
“Data sosial dan ekonomi harus diisi dengan baik. Pemerintah tidak hanya melihat pembangunan fisik, tetapi juga perkembangan masyarakatnya. Semua indikator itu menjadi dasar untuk mengetahui sejauh mana kemajuan suatu kampung,” katanya.
Melalui Bimtek, Agus berharap seluruh operator kampung dapat segera menerapkan ilmu yang diperoleh sehingga proses penginputan IDM dan SIPADES Tahun 2026 berjalan optimal dan menghasilkan data akurat.
“Harapan kami, operator kampung memahami pentingnya IDM dan mampu mengisi data secara lengkap dan benar. Dengan data valid, pemerintah dapat melihat perkembangan kampung secara nyata dan menyusun program pembangunan yang tepat sasaran,” pungkasnya.