Kronologi Anggota Polda DIY Ngaku Intel Saat Ketahuan Masuk Kampus, Nurut Disuruh Mahasiswa
Ardhi Sanjaya June 18, 2026 02:04 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Gelombang aksi unjuk rasa mahasiswa meluas di sejumlah daerah di Indonesia pada Rabu (17/6/2026).

Aksi massa ini dipicu oleh lonjakan harga BBM non-subsidi, di mana Pertamax (RON 92) naik menjadi Rp16.250 per liter dan Pertamax Green 95 (RON 95) menyentuh Rp17.000 per liter.

Selain menuntut penurunan harga BBM, para mahasiswa meminta program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dihentikan.

Di Malang, Jawa Timur demo mahasiswa digelar di halaman Gedung DPRD Kota Malang.

Kader Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Semarang juga menggelar aksi di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Sementara itu, ratusan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar aksi di Titik Nol Kilometer Yogyakarta menggunakan jas almamater merah.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Mahasiswa UMY, Zuly Qodir, menerangkan aksi berjalan damai dan para mahasiswa kembali ke kampus sore hari.

“Kira-kira jam 17.00 bubar pulang sampai kampus. Aman baik-baik saya minta mereka berangkat berapa jumlahnya pulang berapa jumlahnya harus sama dan tidak boleh ada aksi atau tindakan kekerasan dan penghinaan kepada siapapun,” tuturnya, Rabu.

Setiba di kampus, mahasiswa melihat pria mencurigakan yang memfoto kondisi kampus setelah aksi.

Saat dihampiri, pria tersebut lari sehingga mahasiswa semakin curiga.

“Namanya juga intel mungkin memata matai, dia memfoto. Memfoto dan melihat-lihat mahasiswa, lalu curiga gak terima (mahasiswa)."

"Dia dikejar lari, namanya lari tambah curiga makin banyak orang, di kampus banyak mahasiswa,” lanjutnya.

Setelah diamankan, terungkap pria berkaos hitam merupakan anggota Polda DIY yang sedang bertugas.

“Dia jatuh dibawa ke ruang rektorat, saya ditelepon Polda mohon diamankan anggota saya. Lalu saya datang ke situ, mahasiswa sudah banyak sekali, mungkin 300 orang tapi gak ada masalah damai, tentram, aman cuma teriak-teriak,” tandasnya.

Menurutnya, mahasiswa telah diimbau untuk tidak melakukan kekerasan sehingga polisi tersebut dapat dipulangkan.

“Intel ini ditanya mahasiswa, siapa namanya, pangkatnya apa, dinas di mana, lalu disuruh minta maaf. Intelnya Dafa namanya itu nurut, saya minta untuk nurut kalau gak nurut saya gak tanggung jawab,” tuturnya.

Dalam video yang beredar petugas kepolisian diminta memberikan klarifikasi di hadapan ratusan mahasiswa.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Dafa Arkan dari Polda DIY. Saya meminta maaf kepada seluruh mahasiswa UMY karena telah memasuki kampus UMY tanpa izin dan tanpa surat panggilan. Dan saya tidak akan mengulangi kesalahan saya," ucap petugas kepolisian.

Anggota tersebut berpangkat Bripda yakni pangkat terendah dalam golongan Bintara pada Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Mendengar kabar tersebut, Polda DIY membenarkan Bripda Arkan merupakan anggota aktif Polda DIY yang tengah menjalankan tugas resmi.

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, menyatakan kehadiran personel ke kampus UMY sesuai dengan prosedur pengamanan penyampaian pendapat di muka umum.

"Terkait video yang beredar di media sosial, kami sampaikan bahwa pria yang ada dalam video tersebut adalah benar anggota Polda DIY dan merupakan petugas yang resmi terlibat dalam surat perintah pelayanan penyampaian pendapat di muka umum yang dilaksanakan pada hari ini di Titik Nol," paparnya melalui akun Instagram @poldajogja, Rabu.

Tujuan personel masuk ke kampus untuk mengawal kepulangan massa aksi sehingga tidak terjadi gangguan keamanan.

"Terkait miskomunikasi dan kesalahpahaman tersebut, telah diselesaikan dengan humanis. Kami telah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan baik dengan pihak rektorat dan mahasiswa."

"Dan saat ini, anggota tersebut telah kembali ke Polda DIY. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih sekali lagi kepada pihak rektorat dan mahasiswa atas koordinasi yang sangat baik yang sudah terjalin saat ini."

"Kemudian dapat kami sampaikan bahwa situasi saat ini kondusif. Kami terus menjaga komunikasi dengan adik-adik mahasiswa sebagai mitra strategis Polri dalam menjaga demokrasi di Yogyakarta. Demikian," jelasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.