TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zen berangkat ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan usai eksekusi lahan Hotel Sultan di kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Pantauan Tribunnews.com di lobi Hotel Sultan, sekira pukul 10.53 WIB, Kivlan Zen yang sedang duduk di bagian lounge dihampiri beberapa personel [olisi.
Tangan Kivlan Zen terlihat diperban karena mengalami luka saat terjadi bentrok di eksekusi lahan Hotel Sultan. Polisi kemudian meminta mantan Kepala Staf Kostrad tersebut ikut ke Polda Metro Jaya.
Tak berselang lama, Kivlan sambil didampingi beberapa polisi masuk ke mobil. "Mau ke Polda, mau ke Polda," kata Kivlan Zein kepada Tribunnews.
Saat dikonfirmasi, apakah keberangkatannya ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan. Kivlan membenarkan hal tersebut. "Iya dong, kalau bukan untuk diperiksa ngapain ke Polda," ucapnya.
Sebuah mobil Toyota Kijang Innova Zenix warna hitam membawa Kivlan Zen meninggalkan pelataran Hotel Sultan menuju Polda Metro Jaya yang berseberangan dengan hotel.
Pasca tangan kirinya terluka, Kivlan Zen duduk beristirahat di sofa area lounge Hotel Sultan.
Perban kasa putih melilit pergelangan tangannya dan menyisakan rembesan noda darah. Ia menceritakan detik-detik menegangkan saat posisinya terjepit di antara barikade aparat dan kerumunan massa.
Baca juga: Eksekusi Hotel Sultan Selesai, Lahan Langsung Dikelola Setneg
"Karena dorongan dari belakang, saya mau ini langsung kena kawat berduri," ungkap Kivlan Zen saat menceritakan kronologi kejadian di dalam area Hotel Sultan.
Kivlan menjelaskan, dirinya berhasil lolos dari amukan massa yang lebih besar setelah diselamatkan oleh tim internal hotel yang melihat kondisinya terluka. “Ditarik sama dari Indobuild suruh saya mundur ke belakang," tuturnya.
Setelah ditarik mundur dari titik bentrok, staf hotel langsung memberikan penanganan medis darurat. "(Luka ini) diperban dari hotel," tambahnya.
Baca juga: Pelataran Hotel Sultan Porak-Poranda, Aparat Merangsek Masuk Lobi Hingga Tangkap Provokator
Meskipun harus menderita luka fisik di tengah bentrokan, Kivlan memaknai luka itu sebagai bentuk pengorbanan terhadap perjuangannya mempertahankan Hotel Sultan. “Nggak apa-apa, jadi ada darah saya untuk perjuangan ini," tegasnya.
Kehadiran Kivlan Zen saat eksekusi berujung ricuh ini sempat memunculkan tanda tanya. Saat dikonfirmasi mengenai kapasitasnya, ia mengklaim bahwa dirinya ahli waris dari Hotel Sultan.
"Saya dari Hotel Sultan ini saya associate hukum, 2003 saya sudah di sini," jelasnya.