TRIBUNNEWS.COM - Iran menyatakan nota kesepahaman 14 poin dengan Amerika Serikat (AS) yang bertujuan mengakhiri perang, telah resmi diselesaikan setelah presiden kedua negara menandatangani teks perjanjian tersebut, Kamis (18/6/2026).
Baghaei mengatakan perjanjian itu akan ditandatangani secara digital dan menegaskan negosiasi berdasarkan memorandum tersebut akan fokus secara eksklusif pada isu-isu nuklir dan pencabutan sanksi.
Dia mengatakan kedua pihak akan mengadakan pembicaraan hingga 60 hari, dengan kemungkinan memperpanjang negosiasi jika perlu karena kompleksitas isu yang terlibat.
Baghaei juga mengatakan komitmen AS terkait pencabutan blokade angkatan lautnya telah efektif dimulai setelah pembicaraan mendesak menyusul serangan Israel di pinggiran selatan Beirut dan ancaman pembalasan dari Iran.
Dia menambahkan kapal-kapal Iran telah memasuki dan meninggalkan pelabuhan "tanpa masalah," dan menggambarkannya sebagai tanda komitmen AS mulai membuahkan hasil.
Baghaei mengatakan komitmen Iran terkait Selat Hormuz akan dimulai setelah penandatanganan dan implementasi memorandum tersebut.
Sebab, kesepakatan tersebut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, mulut sempit Teluk Persia yang dulunya dilalui seperlima dari seluruh minyak dan gas alam yang diperdagangkan sebelum perang dimulai.
Sejak itu, serangan Iran terhadap pelayaran dan ancaman terhadap kapal secara efektif menutup selat tersebut.
Penutupan Selat Hormuz menyebabkan kenaikan harga energi di seluruh dunia dan membuat banyak kebutuhan pokok, termasuk makanan, menjadi lebih mahal.
Baca juga: Kesepakatan Damai dengan Iran Tercapai, tapi Militer AS akan Tetap Berada di Wilayah Teluk
Iran mengizinkan beberapa kapal yang membayar tol untuk melewati selat tersebut, sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya, yang telah lama dianggap sebagai jalur air internasional.
AS kemudian memberikan dukungan militer untuk mengeluarkan kapal tanker lainnya, tetapi lalu lintasnya masih jauh dari tingkat sebelum perang.
Kesepakatan itu juga menyatakan AS akan mencabut blokade yang diberlakukan pada pelabuhan-pelabuhan Iran dan bahwa selat tersebut akan kembali ke tingkat lalu lintas sebelum perang dalam waktu 30 hari, sambil mengakui ranjau Iran mungkin perlu dihancurkan.
Dokumen tersebut menguraikan kerangka kerja untuk mengakhiri permusuhan, memulai negosiasi menuju kesepakatan akhir, dan membahas berbagai isu mulai dari sanksi dan keamanan maritim hingga program nuklir Iran dan rekonstruksi.
Selengkapnya, berikut ketentuan utama dalam draf tersebut:
(Tribunnews.com/Nuryanti)