TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Askab PSSI Sleman periode 2026–2030 menyiapkan sistem kompetisi berjenjang yang terbagi dalam empat kasta, yakni Seri A, Seri B, Seri C dan Seri D.
Selain itu, pembinaan juga akan dilakukan melalui kompetisi kelompok usia dini mulai U-8.
Program tersebut menjadi salah satu fokus utama kepengurusan baru Askab PSSI Sleman untuk memperkuat pembinaan pemain muda, sekaligus menghidupkan kembali klub-klub akar rumput di wilayah Sleman.
Melalui kompetisi yang berjalan rutin dan berjenjang, talenta-talenta lokal diharapkan dapat berkembang sebelum melangkah ke level yang lebih tinggi.
Ketua Askab PSSI Sleman, Deny Ardianta, mengatakan kompetisi akan digelar secara bertahap.
Pada musim perdana, Askab PSSI Sleman menargetkan lebih dulu menggulirkan Seri A dan Seri B.
“Kalau di sepak bola kan kita ada empat level kompetisi, kemungkinan di tahun ini yang bisa kita gulirkan lebih dulu itu kompetisi Seri A dan Seri B. Baru di awal tahun, kita gulirkan di Seri C dan Seri D,” ujar Deny, Kamis (18/6/2026).
Ia menyebut target terdekat adalah memulai kompetisi Seri A pada September 2026 mendatang.
Namun, sejumlah penyesuaian masih dilakukan, termasuk terkait dukungan anggaran.
“Semoga ya secepatnya dalam waktu dekat ada target kompetisi yang harus segera digulirkan. Saya dan teman-teman pengurus Askab bisa menjalankan sesuai target,” katanya.
Deny menambahkan, format kompetisi akan menggunakan sistem musim layaknya kompetisi profesional.
Setelah Seri A dan Seri B dimulai tahun ini, Seri C dan Seri D akan menyusul pada awal tahun depan.
Baca juga: Deny Ardianta Resmi Pimpin Askab PSSI Sleman, Siapkan Fondasi Baru Sepak Bola Bumi Sembada
Sementara itu, Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyambut positif program kompetisi berjenjang yang diusung kepengurusan baru Askab PSSI Sleman.
Ia menilai kompetisi merupakan kunci utama dalam membangun prestasi sepak bola daerah.
“Dan harapan saya kompetisi harus jalan. Karena mimpi saya, seperti saya sampaikan, aku pengen betul-betul kompetisi itu jalan,” ujar Harda.
Menurutnya, keberadaan kompetisi yang rutin akan menghidupkan kembali gairah sepak bola lokal yang dulu pernah berkembang di berbagai wilayah Sleman.
“Dulu ada Godean Putra itu gede, bahkan Bapakku melu nyuport-nyuport (ikut mensuport), gitu loh. Sekarang hampir enggak ada, kan? Hilang, lah. Nah, karena kompetisi juga seperti ini,” katanya.
Harda menegaskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman siap mendukung langkah Askab PSSI Sleman sepanjang mampu menghadirkan perubahan nyata dalam pembinaan sepak bola daerah.
Ia menilai keberhasilan Askab nantinya tidak hanya diukur dari hasil akhir atau prestasi semata, melainkan dari kemampuan menjalankan kompetisi secara berkelanjutan.
“Karena apa yang disampaikan Ketua Askab, ya buktinya kompetisi. Nggih, kompetisi. Ah, nanti hasil itu, dari rutinitas, dari eksistensi perputaran roda kompetisi, baru ketahuan output-nya, prestasi anak-anak kita,” pungkasnya. (*)