Danrem 043/Gatam Ground Breaking Jembatan Armco di Lampung Tengah
Reny Fitriani June 18, 2026 04:19 PM

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG TENGAH – Komandan Korem (Danrem) 043/Garuda Hitam, Brigjen TNI Sumarlin Marzuki ground breaking (peletakan batu pertama) pembangunan Jembatan Armco yang menghubungkan Kelurahan Trimurjo, Kecamatan Trimurjo dengan Kampung Sidokerto, Kecamatan Bumi Ratu, Kabupaten Lampung Tengah, pada Rabu (17/06/2026).

Baca Juga: Petani Semringah, Harga Jual Singkong di Lampung Tengah Tembus Rp 2.400 per Kg

Danrem 043/Garuda Hitam, Brigjen TNI Sumarlin Marzuki ground breaking (peletakan batu pertama) pembangunan Jembatan Armco. 

Pembangunan jembatan ini dilakukan secara serentak di 27 titik strategis, dengan rincian 24 titik di wilayah teritorial Korem 043/Gatam (Lampung) dan 3 titik di wilayah teritorial Korem 041/Gamas (Bengkulu). 

Proyek ini menjadi bukti nyata sinergi solid antara TNI, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat dalam menjawab kebutuhan infrastruktur mendasar warga pedesaan.

Brigjen TNI Sumarlin Marzuki menjelaskan bahwa penentuan lokasi pembangunan jembatan ini murni berdasarkan kebutuhan riil masyarakat di tingkat bawah. 

Melalui mekanisme musyawarah, aspirasi warga dihimpun oleh Babinsa, Bhabinkamtibmas, kepala desa, hingga camat, sebelum akhirnya dilaporkan ke tingkat Kodim dan komando atas.

"Aktivitas keseharian masyarakat itu memang sangat butuh akses, mulai dari bangun pagi, anak-anak sekolah, pergi ke kebun, hingga aktivitas ekonomi dan interaksi antar-kampung. Jadi, prosesnya tentu dari bawah, berdasarkan hasil musyawarah masyarakat," ujar Brigjen TNI Sumarlin Marzuki, Kamis (18/6/2026).

Dia menjelaskan, dipilihnya Lampung sebagai lokasi pembangunan 24 titik jembatan pada tahap ini bukan tanpa alasan. 

Faktor populasi yang padat serta geliat aktivitas ekonomi Lampung yang maju sebagai salah satu lumbung padi nasional menjadi pertimbangan utama mendongkrak konektivitas di wilayah ini.

Menjawab pertanyaan mengenai perbedaan program ini dengan pembangunan Jembatan Garuda yang sebelumnya sering dilaksanakan TNI di Lampung, Danrem menjelaskan bahwa pemilihan jenis jembatan bersifat sangat situasional. 

Hingga saat ini, tercatat sudah ada sekitar 46 jembatan yang berhasil dibangun oleh TNI di wilayah Lampung.

"Jembatan kita itu dilihat dari medannya. Kalau Armco ini memiliki bentuk fisik yang berlekuk dan terbuat dari material besi. Karakteristik sungai atau jembatan di area tersebut yang menentukan. Kami tidak bisa sembarangan memasang jembatan besi di semua lokasi. Harus sesuai dengan hasil analisis pertimbangan dan penilaian dari ahli konstruksi Zeni TNI," terangnya.

Danrem menambahkan bahwa proses pengerjaan jembatan ini langsung dimulai per hari ini dan ditargetkan selesai secepatnya melalui sistem gotong royong. 

"Kita harus selalu bersama dengan masyarakat. Kita kerja sama-sama, itulah bentuk budaya kita," tambah Danrem.

Selain meresmikan infrastruktur, Brigjen TNI Sumarlin Marzuki menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong program-program yang berdampak langsung pada kesejahteraan desa. 

Mulai dari distribusi pupuk bersubsidi yang tepat sasaran hingga pembangunan fasilitas umum.

Ia mengimbau masyarakat untuk aktif mengawasi penyelewengan seperti penyelundupan, bijak dalam menyaring informasi di media sosial, serta menjaga persatuan. Danrem juga mendorong pemerintah daerah agar lebih proaktif mengajukan usulan proyek infrastruktur ke pusat.

"Jangan ragu mengajukan. Semakin banyak usulan yang diajukan, semakin besar pula peluang daerah memperoleh bantuan pembangunan untuk kepentingan masyarakat luas," tegasnya.

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Fajar Ihwani Sidiq) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.