TRIBUNNEWS.COM - Swiss dan Bosnia & Herzegovina sama-sama mengincar kemenangan perdana saat bertemu pada matchday kedua Grup B Piala Dunia 2026 di Stadion SoFi, Los Angeles, Jumat (19/6/2026) pukul 02.00 WIB. Tiga poin menjadi target wajib bagi kedua tim demi menjaga peluang lolos ke babak 32 besar.
Kedua tim mengawali turnamen dengan hasil yang sama. Swiss ditahan imbang 1-1 oleh Qatar setelah kebobolan gol penyeimbang di menit-menit akhir, sedangkan Bosnia & Herzegovina bermain imbang 1-1 melawan Kanada usai gagal mempertahankan keunggulan.
Hasil tersebut membuat seluruh penghuni Grup B sama-sama mengoleksi satu poin sehingga persaingan untuk lolos ke fase gugur masih sepenuhnya terbuka.
Meski gagal meraih kemenangan pada laga pertama, Swiss tetap dipandang sebagai salah satu favorit untuk lolos dari Grup B.
Dalam podcast Super Taktik di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah, anggota Indo Barca, Richardo Liwang, menilai Swiss memiliki kualitas skuad yang lebih baik dibanding sebagian besar pesaingnya.
"Swiss dan Kanada yang paling kuat. Kalau Qatar karena mereka tuan rumah edisi sebelumnya, sedangkan Bosnia menjadi kuda hitam karena sukses mengalahkan Italia di babak playoff," ujar Richardo Liwang.
Bagi tim asuhan Murat Yakin, kemenangan atas Bosnia akan menjadi modal penting sebelum menghadapi Kanada pada laga terakhir fase grup yang diprediksi menjadi ujian terberat mereka.
Selain menjaga peluang lolos, kemenangan juga akan menjadi kemenangan kompetitif pertama Swiss atas Bosnia & Herzegovina.
Baca juga: Perbedaan Striker Liga Arab Saudi di Piala Dunia 2026, Quinones Lebih Efektif dari Ronaldo
Di kubu lawan, Bosnia datang dengan kepercayaan diri yang cukup tinggi meski hanya bermain imbang melawan Kanada.
Hasil tersebut memperpanjang catatan tak terkalahkan Bosnia menjadi sembilan pertandingan beruntun di semua kompetisi.
Namun, ada satu catatan yang perlu diperhatikan. Tim asuhan Sergej Barbarez selalu bermain imbang setelah 90 menit dalam enam pertandingan terakhir, menunjukkan konsistensi tetapi juga kesulitan mengonversi performa menjadi kemenangan.
Bosnia juga memiliki modal psikologis karena memenangi satu-satunya pertemuan melawan Swiss dengan skor 2-0 dalam laga persahabatan pada Maret 2016.
Meski demikian, pengalaman Swiss di turnamen besar, kualitas individu pemain, serta kedalaman skuad membuat La Nati tetap lebih difavoritkan.
Pelatih Swiss, Murat Yakin, juga menunjukkan keyakinan tinggi jelang pertandingan.
"Saya optimis, saya percaya kepada pemain saya. Kami memiliki tim yang berpengalaman, dan mereka tahu cara menangani tekanan dengan sangat baik," kata Murat Yakin, dikutip dari AP News.
Melihat kualitas skuad, pengalaman di turnamen besar, dan kebutuhan meraih kemenangan, Swiss diprediksi mampu mengatasi perlawanan Bosnia meski pertandingan kemungkinan berlangsung ketat.
Sportsmole: Swiss 1-0 Bosnia
Sports Illustrated: Swiss 2-1 Bosnia
Sportskeeda: Swiss 1-0 Bosnia
Swiss tidak memiliki kendala berarti jelang menghadapi Bosnia.
Sebaliknya, Bosnia dibayangi kekhawatiran di lini pertahanan akibat kondisi Sead Kolasinac, meski hingga kini belum ada kepastian apakah cedera yang dialaminya tergolong serius.
Selain itu, bek RC Lens, Nidal Celik, dipastikan absen sepanjang turnamen setelah mengalami cedera saat sesi latihan. Pelatih Sergej Barbarez pun telah memanggil Arjan Malic dari Sturm Graz sebagai penggantinya di dalam skuad.
Kobel; Zakaria, Elvedi, Akanji, Rodriguez; Aebischer, Xhaka, Freuler; Ndoye, Embolo, Manzambi
Vasilj; Dedic, Katic, Muharemovic, Kolasinac; Bajraktarevic, Tahirovic, Basic, Alajbegovic; Demirovic, Lukic
Head to Head Swiss vs Bosnia
Pertemuan Terakhir Kedua Tim
5 Laga Terakhir Swiss
5 Laga Terakhir Bosnia
(Tribunnews.com/Ali)