NASIB Pilu Ibu Br Sianipar, Pedagang Pasar Parluasan Siantar, Dagangan dari KUR Rp 12 Juta Hangus
Tommy Simatupang June 18, 2026 06:10 PM

TRIBUN-MEDAN.com - Kebakaran Parluasan Kota Pematangsiantar terjadi pada Kamis (18/6/2026) pukul 02.30 Wib dini hari. Kebakaran ini mengakibatkan puluhan lapak hangus. 

Di balik insiden kebakaran ini, terkuak kisah pilu. 

Pedagang Parluasan Siantar, Br Sianipar, mengaku barang-barang dagangannya tidak ada lagi yang tersisa. 

Br Sianipar yang berjualan perlengkapan sekolah mengaku tidak ada lagi yang tersisa barang dagangganya. 

Yang bikin makin sedih, ibu br Sianipar ini baru saja cair pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp 12 juta. 

Uang itu juga sudah dibelanjakan untuk melengkapi kebutuhan dagangan. 

“Ini jual ulos batak dan sebenarnya toko kelontong nya ini. Baru belanja pulak ini aku hari Selasa kemarin untuk mengisi barang dagangan karena kan bentar lagi masuk sekolah,” cerita Sianipar.

Niat hati memanfaatkan pinjaman untuk menambah barang dagangan demi mendulang untuk pun tak terwujud.

Wali Kota Wesly Silalahi tinjau kondisi kebakaran di Pasar Dwikora Parluasan pada Kamis (18/6/2026) pagi
Wali Kota Wesly Silalahi tinjau kondisi kebakaran di Pasar Dwikora Parluasan pada Kamis (18/6/2026) pagi (TRIBUN MEDAN/Alija Magribi)

Sianipar pun menyebut semua yang ia miliki ludes akibat kebakaran yang diduga berasal dari kios kain tersebut.

“Kalau total kerugian kan, ya jujur aja sebelumnya saya pinjam KUR Rp 12 juta. Kemudian saya belanjakan untuk beli buku tulis, buku kotak-kotak dan aksesoris seperti tali pinggang anak sekolah. Total kerugian adalah Rp 21 juta,” beber Br Sianipar.

Baca juga: Terima Hibah Aset 22,8 Miliar dari Kementerian PU, Begini Kata Bupati Samosir Vandiko Gultom

Baca juga: Tak Lanjutkan Proses Hukum, Ketua DPRD Sumut Pilih Berdamai dengan Wakil Ketua DPRD Deli Serdang

Sianipar menyampaikan bahwa api pertama kali muncul di kios kain sekitar pukul 02.30 WIB pagi tadi.

Ia sendiri langsung meluncur ke lokasi. Namun akibat api yang mulai menyebar tak tentu arah, ia dan suami tak bisa mengevakuasi barang dari kios.

“Kami datang, api udah dekat sini. Udah nggak bisa lah kami selamat kan lagi ini. Api pertama kali kami lihat dari kios kain si Purba,” katanya.

Baca juga: Di Forum BPIP, PDIP Komisi XIII Kritik Arah Pembangunan Samosir, Perjuangkan Dana Desa di Pusat

Baca juga: Ratusan Ojol Geruduk Kantor Pertamina Medan, Protes Harga Pertamax dan Antrean Pertalite

(alj/tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.