TRIBUNLOMBOK.COM - Kementerian Agama (Kemenag) RI mengajak umat Islam di seluruh Indonesia untuk berpartisipasi dalam Gerakan 1.448.000 Titik Verifikasi Arah Kiblat Nasional: Hari Sejuta Arah Kiblat.
Gerakan masif yang menjadi bagian dari program Peaceful Muharam 1448 H ini memanfaatkan fenomena astronomi langka yang disebut Istiwa A’zam atau Rashdul Kiblat.
Pada fenomena ini, posisi matahari akan berada tepat di atas Ka'bah, Arab Saudi.
Bayangan dari benda tegak lurus apa pun di wilayah Indonesia yang terpapar sinar matahari akan ditarik lurus menunjuk langsung ke arah kiblat dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi.
Kapan fenomena ini terjadi dan bagaimana tata cara mengeceknya secara mandiri tanpa alat khusus? Berikut panduan praktisnya.
Baca juga: Cara Cek Arah Kiblat 15-16 Juli 2025 saat Matahari Tepat di atas Kabah
Fenomena astronomi ini terjadi dua kali dalam setahun. Untuk paruh kedua tahun 2026, catat waktu puncaknya berikut ini:
Catatan: Untuk wilayah Indonesia Timur (WIT), fenomena ini tidak dapat teramati secara langsung karena matahari sudah terbenam (malam hari).
Metode Rashdul Kiblat merupakan cara paling praktis dalam ilmu falak karena tidak membutuhkan kompas digital atau aplikasi yang rentan distorsi magnetik. Anda hanya perlu menyiapkan:
Benda yang lurus dan tegak (bisa berupa tongkat, tiang, benang dengan bandul pemberat, atau sisi kusen jendela yang tegak lurus).
Permukaan tanah atau lantai yang rata dan datar untuk melihat bayangan.
Jam atau ponsel yang waktunya sudah terkalibrasi secara akurat (cocokkan dengan jam BMKG atau Telkom).
Proses pengujian dapat dilakukan di halaman rumah, masjid, musala, madrasah, atau ruang terbuka yang mendapat sinar matahari langsung dengan langkah berikut:
LANGKAH 1: POSISIKAN ALAT
Letakkan tongkat secara tegak lurus di atas lantai yang rata,
atau gantungkan benang berbandul hingga benar-benar tegak (siku-siku).
LANGKAH 2: TUNGGU WAKTU PUNCAK
Tunggu hingga jam digital menunjukkan tepat pukul 16.27 WIB
atau 17.27 WITA pada tanggal 15 atau 16 Juli 2026.
LANGKAH 3: AMATI & TANDAI BAYANGAN
Lihat bayangan yang dihasilkan oleh tongkat/benang tersebut.
Gunakan penggaris atau spidol untuk menarik garis lurus mengikuti arah bayangan.
LANGKAH 4: KUNCI ARAH KIBLAT
Arah kiblat yang benar adalah menghadap dari ujung bayangan
MENUJU ke arah pangkal benda (menghadap ke arah matahari).
"Masyarakat cukup menyiapkan benda yang berdiri tegak lurus, kemudian mengamati arah bayangannya pada waktu tersebut untuk mengetahui arah kiblat. Metode ini dapat dilakukan tanpa alat khusus," jelas Kasubdit Hisab Rukyat dan Syariah Kemenag, Ismail Fahmi (17/6/2026).
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, memaparkan bahwa target pengumpulan 1.448.000 titik verifikasi ini sebagai simbol edukasi sains astronomi (ilmu falak) yang berjalan beriringan dengan syariat keagamaan.
Gerakan yang berjalan sesuai arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar ini diharapkan menjadi momentum bagi para pengurus masjid, pesantren, penyuluh agama, hingga masyarakat awam untuk membenahi dan memastikan keakuratan arah sajadah saat salat tanpa perlu memunculkan polemik.
Bagi Anda yang ingin mendaftarkan musala, masjid, atau instansinya agar tercatat dalam gerakan nasional serentak ini, pendaftaran dapat diakses melalui tautan resmi Kemenag.
(*)