BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Upaya meningkatkan akses layanan kesehatan bagi kelompok rentan menjadi salah satu fokus yang terus diperkuat RSUD Ulin Banjarmasin.
Hal itu mengemuka dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) Tahun 2026 yang digelar di Auditorium Lantai 8 Ulin Tower RSUD Ulin, Banjarmasin, Kamis (18/6/2026).
Direktur RSUD Ulin Banjarmasin, Among Wibowo mengatakan, pelayanan kesehatan tidak hanya dituntut berkualitas dari sisi medis, tetapi juga harus dapat dijangkau dan dirasakan secara setara oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan.
Menurutnya, rumah sakit terus berupaya menghadirkan layanan yang aman, mudah diakses, dan berkeadilan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Melalui forum ini kita ingin terus memperkuat sinergi dan memastikan setiap masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, aman, mudah diakses, dan berkeadilan,” ujarnya.
Kelompok rentan yang menjadi perhatian meliputi penyandang disabilitas, lansia, masyarakat kurang mampu, hingga pasien yang membutuhkan pendampingan sosial dalam mengakses layanan kesehatan.
Baca juga: Bakal Jadi Kampus di Tabalong, Tim PSDKU ULM Tinjau Bangunan RSUD H Usman Dundrung Tanjung
RSUD Ulin melibatkan berbagai unsur dalam forum tersebut, mulai dari pemerintah daerah, organisasi penyandang disabilitas, akademisi, Ombudsman RI, organisasi profesi, hingga perwakilan pasien dan keluarga pasien.
Ketua pelaksana kegiatan, M Ihsan Imanullah mengatakan, masukan dari berbagai pihak diperlukan agar rumah sakit dapat memahami kebutuhan masyarakat secara lebih spesifik.
“Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, serta menyusun rekomendasi perbaikan pelayanan secara berkelanjutan,” katanya.
Dalam forum itu, peserta juga menerima paparan dari RSUD Ulin, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial terkait berbagai upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat yang memerlukan perhatian khusus.
Sebanyak 175 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Hasil diskusi nantinya akan dirumuskan menjadi rekomendasi perbaikan pelayanan, termasuk penguatan akses bagi kelompok rentan, peningkatan transparansi pelayanan publik, dan peningkatan kepuasan masyarakat terhadap layanan rumah sakit.
Menurut Ihsan, harapan masyarakat terhadap layanan kesehatan pada dasarnya sederhana, yakni pelayanan yang cepat, ramah, transparan, dan mudah diakses.
“Harapan rumah sakit adalah terjalinnya sinergi yang baik bersama masyarakat untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas,” ujarnya.
(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)