Berkah Manis Galungan di Bali, Jalur Wanagiri Padat, Pedagang Raup Untung dari Ramainya Wisatawan
Putu Kartika Viktriani June 18, 2026 08:22 PM

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Kepadatan kendaraan mewarnai jalur wisata Puncak Wanagiri-Pancasari, Kabupaten Buleleng, saat Manis Galungan, Kamis 18 Juni 2026.

Arus kendaraan yang mengarah ke kawasan Bedugul dan Denpasar terpantau meningkat sejak pagi hingga menyebabkan antrean di sejumlah titik, terutama di Simpang Wanagiri.

Pantauan di lokasi sekitar pukul 10.00 WITA menunjukkan kendaraan dari arah Singaraja, Munduk, dan Wanagiri saling bertemu di persimpangan tersebut.

Kondisi itu membuat laju kendaraan melambat dan sesekali terjadi penumpukan arus.

Ramainya lalu lintas tidak hanya dipicu oleh warga yang memanfaatkan libur Manis Galungan untuk berwisata ke kawasan pegunungan Buleleng dan Tabanan.

Sejumlah perantau asal Buleleng yang bekerja di Denpasar dan wilayah Bali selatan juga mulai kembali usai merayakan Galungan bersama keluarga.

 

Di tengah padatnya arus kendaraan, para pelaku usaha di kawasan wisata Wanagiri justru merasakan dampak positif.

Meningkatnya jumlah pengunjung membuat warung dan lapak dagangan lebih ramai dibanding hari biasa.

Baca juga: Tak Jera, HM Kembali ke Penjara Akibat Edarkan Sabu, Ditangkap saat Duduk di Motor di Pinggir Jalan

Salah seorang pedagang, Ni Made Sekarini, mengaku penjualannya meningkat seiring banyaknya warga yang singgah saat melintas maupun berwisata di kawasan tersebut.

"Kali ini dagangan saya lumayan ramai. Setiap Manis Galungan memang banyak warga yang datang berkunjung dan berbelanja. Kondisi jalan yang padat seperti ini juga berdampak positif terhadap omzet penjualan kami," ujarnya.

Sementara itu, kepolisian menyiagakan personel di sejumlah titik rawan kemacetan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas.

Simpang Wanagiri menjadi salah satu fokus pengamanan karena merupakan jalur pertemuan kendaraan dari arah Buleleng, Denpasar, dan kawasan wisata sekitar.

Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman mengatakan pengaturan lalu lintas dilakukan guna mencegah kepadatan yang lebih parah, terutama pada jam-jam kunjungan wisata.

"Kami menempatkan personel di sejumlah titik strategis untuk melakukan pengaturan lalu lintas sehingga arus kendaraan tetap lancar dan potensi kemacetan dapat diminimalkan," kata Ruzi.

Meski volume kendaraan meningkat, kondisi lalu lintas di jalur Wanagiri-Pancasari masih dapat dikendalikan.

Pengendara diimbau tetap berhati-hati, menjaga jarak aman, serta mematuhi arahan petugas yang bertugas di lapangan.

Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, arus kendaraan di jalur tersebut diperkirakan masih ramai hingga malam hari karena aktivitas wisata dan arus balik Manis Galungan masih berlangsung. (mer)

Manis Galungan di PKB 2026

Sementara itu, momentum Manis Galungan yang ramai juga terjadi pada gelaran Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII/2026 di Taman Budaya Art Center, Denpasar, Bali.

Suasana suka cita dan kebersamaan tampak jelas dari ramainya keluarga yang memboyong anak-anak mereka untuk menikmati hari libur keagamaan sekaligus menyaksikan pelestarian budaya khas pulau dewata.

Salah seorang pengunjung asal Karangasem yang tinggal di Jalan Siulan, Denpasar, Ayu Suandewi (36), mengaku sengaja meluangkan waktu bersama buah hatinya untuk berkunjung ke PKB bertepatan dengan momen Manis Galungan dan masa libur sekolah.

"Kebetulan memang libur anak-anak dan habis hari raya jadi manis galungan ke PKB. Saya bersama dua anak saya kesini, dan tinggal di Jalan Siulan Denpasar ke PKB," ujar Ayu saat ditemui di PKB pada Kamis 18 Juni 2026.

Sebagai pengunjung setia yang rutin datang ke PKB dari tahun ke tahun, Ayu merasakan adanya perbedaan signifikan pada gelaran tahun ini, terutama terkait regulasi lingkungan.

Menurutnya, panitia kini jauh lebih tegas mengenai pembatasan sampah plastik.

"Saya sering ke PKB dari tahun-tahun lalu. PKB tahun sekarang hanya tidak boleh membawa plastik, kalau tahun kemarin masih agak bebas dan sampah ketat saat ini. Rencananya mau nonton pergelaran juga," imbuhnya.

Selain berniat menonton pergelaran seni yang disuguhkan, berburu kuliner tradisional juga menjadi agenda wajib bagi Ayu dan anak-anaknya.

Ia mengincar berbagai kudapan khas Bali yang dijajakan di area stan kuliner.

"Biasanya ke PKB beli kuliner jajanan anak-anak dan jajanan tradisional seperti laklak," tutur Ayu.

Terkait fasilitas publik yang disediakan oleh pihak panitia PKB XLVIII/2026, Ayu menilai sarana yang ada sebenarnya sudah sangat memadai, termasuk ketersediaan tempat pembuangan sampah.

Hanya saja, ia menyayangkan masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam memilah jenis sampah.

"Kalau fasilitas di PKB sudah sih oke tempat pembuangan sampah sudah oke, tapi masyarakat belum memilah untuk membuang sampahnya jadi organik dan non organik masih tercampur," pungkasnya.

Pesta Kesenian Bali XLVIII/2026 sendiri diprediksi akan terus mengalami lonjakan pengunjung selama libur panjang akhir pekan ini, seiring dengan antusiasme krama Bali yang ingin menghabiskan waktu libur dharma santhi bersama keluarga.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.