Gunung Semeru Erupsi 8 Kali dan Luncurkan Lava Sejauh 1.000 Meter
Cak Sur June 18, 2026 07:32 PM

SURYA.CO.ID, LUMAJANG - Gunung Semeru yang terletak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (Jatim), kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang intensif.

Sepanjang Kamis (18/6/2026), mulai pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, gunung tertinggi di Pulau Jawa ini tercatat mengalami 8 kali erupsi.

Berdasarkan pantauan visual dari Pos Pantau Gunung Semeru, letusan tersebut memicu kolom abu setinggi 300 hingga 900 meter yang condong ke arah barat.

Selain itu, teramati guguran lava sebanyak 4 kali dengan jarak luncur mencapai 1.000 meter ke arah Besuk Kobokan.

Status Siaga III dan Peringatan Keamanan

Meski aktivitas vulkanik meningkat, pihak berwenang memastikan bahwa status Gunung Semeru masih berada di Level III (Siaga).

Petugas Pos Pantau Gunung Semeru, Yadi Yuliandi, menegaskan bahwa kondisi visual gunung terpantau jelas meski terdapat potensi bahaya di lereng gunung.

"Kondisi cuaca cerah, berawan dan mendung. Angin bertiup lemah ke arah barat laut. Visual gunung jelas, asap kawah tidak teramati," jelas Yadi dalam keterangan tertulisnya.

Rekomendasi Mitigasi untuk Warga

  • Larangan Aktivitas: Dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam radius 13 kilometer dari pusat erupsi.
  • Sempadan Sungai: Hindari aktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena ancaman perluasan awan panas.
  • Zona Inti: Dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari puncak untuk menghindari risiko lontaran batu pijar.
  • Waspada Aliran: Tetap waspada terhadap aliran lahar di sungai-sungai yang berhulu di puncak, seperti Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Imbauan BPBD Lumajang: Tetap Tenang dan Waspada

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang, Yudhi, meminta warga tidak perlu panik.

Ia menekankan, bahwa kunci keselamatan terletak pada kepatuhan terhadap informasi resmi dari pemerintah.

"Hindari aktivitas di zona yang direkomendasikan PVMBG. Tetap siaga dan pahami langkah mitigasi. Keselamatan selalu dimulai dari informasi yang benar dan sikap yang tepat," ujar Yudhi.

Ia menambahkan, bahwa masyarakat yang tangguh bencana adalah mereka yang mampu tetap tenang dan bijak dalam merespons perubahan situasi gunung berapi.

Dengan tetap mematuhi radius aman yang ditetapkan PVMBG, masyarakat diharapkan dapat meminimalisir risiko bahaya erupsi Gunung Semeru yang masih berstatus Siaga.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.