Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Kisah pilu dialami Satri, korban kebakaran yang terjadi di Desa Talang Indah, Kecamatan Bunga Mas, Kabupaten Bengkulu Selatan, pada Rabu (17/6/2026).
Satri mengaku saat kejadian dirinya baru pulang bekerja sebagai penyapu jalan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Saat itu, di dalam rumah hanya ada dirinya dan sang anak yang masih tertidur. Sementara suaminya baru saja berangkat ke sawah untuk bekerja.
Api yang telah membesar dengan cepat melahap kasur di kamar belakang dan merambat ke seluruh bagian rumah hingga menghanguskan seluruh isi bangunan.
“Pagi itu saya pulang dari menyapu jalan. Setelah sampai di rumah saya sempat makan, lalu bersiap pergi ke sawah. Saat hendak berangkat, saya membangunkan anak gadis saya dan melihat api sudah besar,” ujar Satri saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Kamis (18/6/2026).
Satri menuturkan, ketika melihat api yang semakin membesar, dirinya bersama sang anak langsung berlari keluar rumah untuk meminta pertolongan warga sekitar.
Warga kemudian berdatangan dan berupaya memadamkan api secara manual. Namun kobaran api terus membesar sehingga sulit dikendalikan sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Usaha Laundry Juga Hangus Terbakar
Selain rumah, Satri juga kehilangan usaha laundry dan jasa setrika uap yang selama ini menjadi sumber tambahan penghasilan keluarganya.
Ia mengaku tidak memiliki kebun maupun sawah, sehingga usaha laundry tersebut menjadi penopang ekonomi keluarga selain pekerjaannya sebagai penyapu jalan.
“Kami hanya bekerja sebagai penyapu jalan dan kadang mengangkut sampah untuk tambahan penghasilan. Untuk membantu kebutuhan keluarga, kami membuka usaha laundry. Namun semuanya hangus terbakar,” ungkap Satri.
Berbagai peralatan usaha dan barang berharga milik keluarga ikut musnah dalam kebakaran tersebut.
Di antaranya dua unit setrika uap, satu unit mesin laundry, vakum ambal, 7,5 kaleng beras, tiga unit springbed, satu unit kulkas dua pintu, satu unit laptop, tiga unit telepon genggam, serta berbagai peralatan rumah tangga seperti dandang, piring, mangkuk, gelas, panci dan perlengkapan lainnya.
“Padahal semua perabot itu sudah cukup untuk kebutuhan sehari-hari maupun menjamu tamu. Sekarang semuanya habis. Saat ini saya tinggal sementara di rumah orang tua yang tidak jauh dari rumah saya,” kata Satri.
Ucapkan Terima Kasih pada Pemkab Atas Bantuan
Di tengah musibah yang dialaminya, Satri menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan, BPBD, Dinas Sosial, serta berbagai pihak yang telah memberikan bantuan masa panik kepada keluarganya.
Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga setelah kehilangan rumah dan harta benda akibat kebakaran.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan dari Bapak Bupati, BPBD, Dinas Sosial dan semua pihak yang telah memberikan bantuan kepada kami,” pungkas Satri.
Musibah ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan rumah. Sementara itu, Satri dan keluarganya berharap dapat segera bangkit kembali serta memperoleh dukungan untuk memulai kembali kehidupan dan usaha yang telah hangus dilalap api.