Dilaporkan Sopir ke Bakul Angkringan, Jenazah Lutfiana Ada Bekas Cekikan
Daniel Ari Purnomo June 18, 2026 08:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Dalam kurun waktu empat hari, yakni sejak Minggu (14/6/2026) hingga Kamis (18/6/2026), rentetan dua kasus penemuan jenazah mengejutkan warga di wilayah Kabupaten Kendal.

Kasus penemuan mayat pertama menimpa seorang perempuan bernama Lutfiana, yang tercatat sebagai warga Kelurahan Sukodono, Kecamatan Kendal. Jenazah Lutfiana ditemukan meninggal dunia di semak-semak area tepi jalan raya Pantura Lingkar Weleri, Kabupaten Kendal, pada hari Minggu (14/06/2026).

Saat pertama kali ditemukan, jasad korban terpantau masih mengenakan pakaian lengkap berupa kaus bergaris dengan warna putih dan merah muda, sweater berwarna cokelat, serta celana panjang jin berwarna biru. Kondisi wajah jenazah saat itu dilaporkan sudah dalam keadaan sedikit membusuk.

Baca juga: Pelaku Pembunuhan di Patikraja Banyumas Ditangkap saat Kabur ke Banjarnegara, Polisi Dalami Motif

Adapun jenazah perempuan tersebut pertama kali ditemukan pada sekitar pukul 12.00 WIB oleh seorang sopir truk yang kebetulan sedang melintas di area tersebut.

Terkait temuan tersebut, Kanit Reskrim Polsek Weleri, Ipda Agus Effendi, mengatakan bahwa berdasarkan hasil otopsi sementara yang telah diterima pihak kepolisian dari tim forensik, terdapat luka bekas cekikan di area leher dan luka lebam di bagian kepala korban Lutfiana.

“Hasil otopsi sementara yang kami terima dari forensik itu ada luka cekikan di leher dan luka lebam di kepala,” katanya memberikan keterangan, Kamis (18/6/2026).

Ipda Agus Effendi menjelaskan lebih lanjut bahwa melihat temuan forensik tersebut, korban diduga kuat menjadi korban pembunuhan. Meski begitu, pihaknya hingga saat ini masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap misteri kasus berdarah ini secara terang benderang.

“Dugaannya korban meninggal karena dibunuh. Tetapi tim gabungan polsek Weleri dan polres Kendal terus melakukan penyelidikan,” sambungnya.

Selang empat hari berikutnya, tepatnya pada Kamis (18/6/2026), seorang warga yang berasal dari Kelurahan Pegulon RT 013 RW 006, Kecamatan Kendal, kembali ditemukan meninggal dunia di kawasan Alun-alun Kendal.

Lelaki paruh baya yang akhirnya diketahui bernama Budi Hariono (51) itu diduga meninggal dunia akibat penyakit yang selama ini dideritanya.

"Tadi pagi sekitar pukul 08:00 WIB ditemukan orang meninggal dunia di Alun-alun Kendal," kata Kapolsek Kendal Kota, Iptu Sanhaji saat dihubungi.

Sanhaji mengatakan, peristiwa temuan jasad di ruang publik itu diketahui pertama kali oleh kakak kandung korban yang bernama Sopiah. Sang kakak sebelumnya mendapatkan kabar dari orang lain mengenai adiknya yang dikabarkan telah meninggal dunia.

Mendengar kabar duka tersebut, Sopiah lalu bergegas menuju kawasan Alun-alun Kendal untuk mengecek langsung kondisi adiknya. Setelah dicek ke lokasi, sosok tersebut ternyata benar adalah adiknya yang sudah meregang nyawa.

"Kakaknya dapat kabar adiknya meninggal, setelah sampai lokasi ternyata benar itu adik dari Sopiah," tuturnya.

Kapolsek Kendal Kota tersebut juga menerangkan, pihak keluarga korban secara resmi menolak proses autopsi terhadap jenazah Budi Hariono. Terlebih, saat dilakukan pemeriksaan fisik luar di lapangan, polisi sama sekali tak menemukan adanya bekas tanda-tanda kekerasan di sekujur tubuh korban.

Kepada aparat kepolisian, Sopiah meminta agar jenazah adiknya itu bisa langsung diserahkan dan dibawa ke rumah duka.

"Karena tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan diduga meninggalnya karena sakit," ungkap Kapolsek.

"Maka korban menerima dengan kejadian tersebut dan jenazah akan segera dikebumikan sebagaimana mestinya," tandasnya. (ags)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.