TRIBUNBANYUMAS.COM,PURWOKERTO- Dusun Kalipagu dengan wisatanya Curug Jenggala yang berada di Desa Ketenger, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas menjadi binaan dari Universitas Terbuka (UT) Purwokerto, sejak 2023- 2025.
Berbagai sarana prasarana mendapatkan support dari UT, seperti pembangunan jalan sepanjang 900 meter × 1 meter.
Pembinaan dan pengembangan potensi wilayah tersebut akan kembali dilanjutkan di tahun 2026.
Hal itu diungkapkan dalam Focus Group Discussion (FGD) membahas Roadmap Model Ekowisata Berkelanjutan di Warung Putri Gunung Baturraden, Kabupaten Banyumas, Kamis (18/6/2026).
Setelah pembinaan yang dilakukan UT, jumlah kunjungan wisatawan mengalami peningkatan.
Meski begitu, beberapa stakeholder dalam FGD memberikan masukan agar wisata Curug Jenggala bisa lebih dioptimalkan.
Akademisi sekaligus Wakil Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Dr Rose Dewi mengatakan, ada tiga poin penting sebagai evaluasi untuk keberlanjutan wisata Curug Jenggala.
Pertama, perlu dilakukan optimalisasi sektor pariwisata.
Dia mencontohkan, seperti sosialisasi dan promosi secara luas ke masyarakat, terutama melalui media sosial.
Termasuk dalam hal ini bisa dibuat konsep ada paket wisata yang menjadi opsi pilihan.
"Saya lihat wisata ini menarik sekali, tapi perlu adanya sosialisasi. Terus terang saya pendatang yang sudah 20 tahun di Purwokerto, tapi baru mendengar adanya Curug Jenggala," katanya.
Rose mengatakan, poin yang kedua adalah penunjang sumber daya manusia (SDM).
Wisata ini bisa bersinergi dengan aktivitas masyarakat, misalnya membuat eduwisata yang berkaitan dengan budaya ikan di drum.
Maka itu bisa menjadi wisata sekaligus edukasi bagi pelajar, dari SD sampai SMA.
"Upaya itu sekaligus mendukung program Asta Cita Presiden. Termasuk adanya sektor pangan, misalkan gerakan makan ikan atau Gemarikan," ungkapnya.
Rose mengatakan, kemudian yang ketiga adalah berimplementasi keselamatan kerja.
Pengelola bisa mengembangkan dengan adanya pemandu wisata yang berlisensi dari lembaga terkait.
Baca juga: PKM UT Purwokerto Pacu Pengembangan Wisata Curug Jenggala Banyumas
Termasuk harus adanya SOP dan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
"Kemudian harus ada juga alat-alat yang mendukung K3 untuk memitigasi keselamatan wisatawan dan pemandu," ujarnya.
Sementara, Staf Pariwisata Dinporapubpar, Maskuri mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali menyelenggarakan pelatihan SDM untuk pemandu wisata air
Tetapi yang masih kurang di wisata Curug Jenggala adalah legalitasnya.
Desa Ketenger belum mempunyai SK wisata dari Bupati Banyumas.
"Silahkan datang ke Kantor Dinporapubpar, nanti akan kami bantu prosesnya. Kami juga berharap wisata di Desa Ketenger bisa menawarkan paket wisata, misal ada atraksi, trekking dan sebagainya," katanya. (fba)