TRIBUNPALU.COM - Kepedihan akibat gempa bumi yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa, 16 Juni 2026, masih terasa kuat di Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi.
Di sejumlah desa, warga masih bertahan di sekitar posko darurat.
Ada yang menunggu pendataan kerusakan rumah.
Ada pula yang mulai membersihkan puing-puing bangunan yang roboh dan retak akibat guncangan.
Di tengah situasi tanggap darurat itu, DPD Partai Golkar Sulawesi Tengah menggelar aksi Golkar Peduli dengan menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat terdampak gempa di Kecamatan Nokilalaki.
Kawasan ini menjadi salah satu wilayah dengan dampak cukup besar, terutama di sekitar Desa Kamarora dan desa-desa sekitarnya.
Baca juga: Kebutuhan Anggaran Kemensos Capai Rp106T, Anggota DPR RI Matindas J Rumambi Beri Catatan Kritis
Rombongan Golkar Peduli dipimpin langsung oleh Ketua Harian DPD Partai Golkar Sulawesi Tengah, Imelda Liliana Muhidin, yang juga Wakil Wali Kota Palu. Ia hadir membawa bantuan darurat untuk masyarakat terdampak, didampingi Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Fraksi Partai Golkar Dapil Sigi–Donggala Henri Kusuma Muhidin.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah anggota DPRD Kabupaten Sigi Fraksi Partai Golkar, yakni Minhar Tjeho Dini Dewi Mariaty Hj. Hazizah, Jafar Hi. Jaher, dan Smar.
Hadir pula pengurus Partai Golkar Kabupaten Sigi, antara lain Ilham Pettalolo selaku sekretaris, bersama sejumlah kader Partai Golkar lainnya. Di lokasi, tampak pula Camat Palolo, Syukur, serta Camat Nokilalaki, Michael, yang ikut mendampingi proses penyerahan bantuan.
Bantuan Golkar Peduli diserahkan secara simbolis di Posko Induk Desa Kamarora. Penyerahan dilakukan oleh Imelda Liliana Muhidin bersama H. Henri Kusuma Muhidin, didampingi anggota Fraksi Golkar DPRD Sigi dan pengurus Partai Golkar Kabupaten Sigi. Bantuan yang dibawa meliputi tandon air, genset, terpal, beras, makanan siap makan sebanyak 1.000 box, air mineral, susu UHT, dan biskuit.
Setelah penyerahan simbolis, bantuan tersebut selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat terdampak di sejumlah desa di Kecamatan Nokilalaki.
Baca juga: Oknum Mengaku Wartawan Diduga Peras Ketua Yayasan Panca Bhakti Palu, Rendy A Lamadjido Siap Lapor
Bantuan darurat ini diprioritaskan untuk warga yang rumahnya mengalami kerusakan, warga yang masih bertahan di posko, serta keluarga yang membutuhkan kebutuhan dasar pascagempa.
Hj. Imelda Liliana Muhidin mengatakan, kehadiran Golkar Peduli merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab kemanusiaan Partai Golkar terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
“Ini adalah bentuk kepedulian Partai Golkar kepada masyarakat yang terdampak gempa. Bantuan ini tentu belum bisa menjawab semua kebutuhan warga, tetapi kami berharap dapat meringankan beban saudara-saudara kita, terutama pada masa-masa darurat seperti sekarang,” ujar Imelda di sela penyerahan bantuan.
Imelda juga berharap semakin banyak pihak ikut bergerak membantu masyarakat terdampak. Menurutnya, dalam situasi bencana, kebutuhan warga sering kali sangat mendesak, sementara bantuan pemerintah tentu harus melalui proses pendataan agar tepat sasaran.
“Kami berharap perusahaan swasta, termasuk PT CPM, organisasi kemasyarakatan, komunitas, dan semua pihak yang memiliki kemampuan dapat ikut turun membantu. Bantuan dari pemerintah tentu berjalan, tetapi biasanya membutuhkan proses data. Sementara warga membutuhkan bantuan segera, terutama untuk kebutuhan dasar,” katanya.
Baca juga: Kakanwil BPN Sulteng Indera Imanuddin Silaturahmi ke Rujab Gubernur Anwar Hafid, Ini yang Dibahas
Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Henri Kusuma Muhidin menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan Golkar Peduli merupakan bantuan darurat tahap awal.
Menurutnya, pada masa tanggap darurat, hal yang paling penting adalah memastikan kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi sambil menunggu pendataan menyeluruh dari pemerintah dan aparat terkait.
“Ini baru bantuan darurat. Saat ini pemerintah dan aparat terkait masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah warga, rumah, dan fasilitas yang terdampak. Karena itu, kebutuhan seperti genset, makanan siap makan, air bersih, terpal, dan kebutuhan darurat lainnya masih sangat penting bagi warga,” ujar Henri.
Henri menambahkan, kehadiran Golkar Peduli di Nokilalaki menjadi bagian dari tanggung jawab moral kader Partai Golkar untuk hadir di tengah masyarakat, terutama ketika warga sedang mengalami musibah.
“Kita berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban masyarakat. Setelah masa darurat ini, tentu perhatian berikutnya adalah bagaimana pemulihan warga, termasuk rumah-rumah yang rusak dan kebutuhan dasar masyarakat,” tambahnya.
Camat Nokilalaki, Michael, menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan Partai Golkar. Menurutnya, bantuan darurat seperti makanan, air mineral, terpal, genset, dan perlengkapan dasar lainnya sangat dibutuhkan masyarakat, terutama bagi warga yang rumahnya rusak dan belum bisa kembali beraktivitas secara normal.
Baca juga: Dalam Setahun, Gaji PPPK di Banggai Habiskan Lebih dari Rp318 Miliar
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan dari Partai Golkar. Semoga bantuan ini dapat membantu warga kami yang sedang terdampak,” ujar Michael.
Di antara warga terdampak, bantuan yang datang memberi sedikit kelegaan. Namun harapan mereka tidak berhenti pada bantuan darurat. Susanti, salah satu korban gempa yang rumahnya roboh, mengaku masih memikirkan nasib keluarganya. Ia memiliki empat anak dan berharap rumahnya dapat segera dibangun kembali.
“Kami berharap rumah kami bisa segera dibangun kembali. Anak-anak masih kecil, kami butuh tempat tinggal yang aman,” tutur Susanti.
Harapan Susanti menggambarkan kebutuhan warga yang lebih panjang setelah masa tanggap darurat. Selain makanan, air bersih, dan tempat berlindung sementara, warga juga membutuhkan kepastian pemulihan rumah, fasilitas umum, akses jalan, listrik, dan layanan dasar lainnya.
Aksi Golkar Peduli di Nokilalaki tidak hanya dimaknai sebagai penyaluran bantuan sosial, tetapi juga sebagai pesan solidaritas.
Di tengah rumah-rumah yang retak, jalan yang terganggu, dan warga yang masih trauma, kehadiran bantuan menjadi tanda bahwa masyarakat terdampak tidak dibiarkan menghadapi musibah ini sendirian. (*)