TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Nabilah Aboe Bakar Alhabsyi mengkritik kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang bersifat kosmetik, hal ini disampaikan dalam rapat kerja bersama Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut), Rabu (17/6/2026).
Nabila menilai, Pemprov DKI Jakarta selama ini terlalu fokus membangun taman yang bersifat kosmetik tetapi perluasan taman pemakaman luput dari perhatian.
"Pembangunan di Dinas Pertamanan luar biasa, dan sungguh nyata terlihat bahwasanya ada pembangunan pembangunan Taman yang indah-indah," ujar Nabilah, Kamis (18/6/2026).
"Tapi, saya belum mendapat penjelasan yang jelas terkait penyerapan terhadap pembangunan pemakaman," kata Nabilah.
Dalam rapat bertajuk pembahasan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 itu fokus membahas seluruh program yang telah dilakukan Pemprov DKI Jakarta di tahun tersebut.
Menurut Nabilah, di APBD 2025 hanya ada satu kegiatan pengadaan lahan pemakaman di daerah Srengseng Sawah.
"Tadi saya baca hanya satu, yaitu di Srengseng Sawah. Dan kenapa hanya satu? Sedangkan pembangunan Taman itu luar biasa banyak. Tapi untuk makam, kenapa seperti dianak-tirikan?," ujar Nabilah.
Ruang terbuka hijau seperti taman memang penting, apalagi untuk kebutuhan warga Jakarta yang membutuhkan tempat untuk melepas penat, bersosialisasi dan sebagainya.
Tetapi kehadiran fasilitas pemakaman juga tidak kalah penting, masyarakat harus mendapatkan jaminan dari pemerintah untuk tempat peristirahatan terakhir mereka.
"Masyarakat DKI Jakarta butuh tempat untuk rilis stres, untuk healing, tapi ketika masyarakat DKI Jakarta meninggal dunia, itu menjadi masalah baru karena kita semua kehabisan tempat untuk pemakaman," jelas dia.
Dalam kesempatan ini, Nabilah juga menyingung kehadiran pemakaman wakaf yang ada di Jakarta.
Keberadaan pemakaman wakaf seharusnya dapat dimanfaatkan Pemprov DKI Jakarta untuk berkolaborasi dengan masyarakat.
Tidak hanya itu, taman makam wakaf juga harus mendapatkan perhatian yang sama dengan taman pemakaman umum milik Pemprov DKI Jakarta.
"Ini juga menjadi masukan untuk Pak Gubernur, tolong disampaikan, bahwasanya di masyarakat itu banyak sekali tanah-tanah wakaf yang memang sudah diperuntukkan untuk jadi pemakaman," tegas dia.
Baca juga: Kecamatan Cipayung Targetkan Lebih dari 50 Persen Sampah Tertangani Lewat 1.000 Biopori
Baca juga: TRANSFER Rebutan: Gerbong Juara Persib Mau Dibajak, Persija Terdepan Merebut Bisa Saingi Andritany
Baca juga: Kecelakaan Hari Ini di Hegarmanah Sumedang: Angkot Bawa Siswi SMP Terguling