Ngangsu Kawruh ke Bandung, Sekretariat DPRD Kota Yogya Bidik Digitalisasi Humas Via Aplikasi SIMPUL
Joko Widiyarso June 18, 2026 08:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, ​BANDUNG - Langkah strategis diambil oleh Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Yogyakarta guna mengikis sistem kerja manual.

Demi mendongkrak kualitas pelayanan informasi publik sekaligus memperkuat sinergitas dengan insan pers, rombongan dari Kota Pelajar ini bertolak menuju Kota Kembang.

​Agenda kunjungan kerja bersama jurnalis unit DPRD Kota Yogyakarta tersebut digelar di DPRD Kota Bandung pada Kamis (18/6/26), di mana rombongan dipimpin langsung oleh Kepala Bagian Persidangan, Perundang-Undangan Sofyan Hardi.

​Ia mengungkapkan, pemilihan Kota Bandung sebagai tujuan ngangsu kawruh atau menimba ilmu didasari oleh reputasi wilayah tersebut.

Menurutnya, Bandung dinilai moncer dalam melahirkan inovasi digital pada sistem administrasi publik dan kehumasan parlemen. 

Salah satu yang mencuri perhatiannya dalam diskusi interaktif kedua lembaga tersebut adalah aplikasi SIMPUL (Sistem Informasi Legislatif). 

Inovasi rakitan Sekretariat DPRD Kota Bandung ini sukses mengubah peta penyebaran data kedewanan secara drastis, karena bergeser penuh ke dalam ekosistem aplikasi terpusat berbasis Android.

​Sistem digital murni inilah yang dibidik untuk bisa diadopsi di Kota Yogyakarta, mengingat proses penjadwalan serta dokumentasi publikasi kerja bagi 40 anggota DPRD Kota Yogyakarta yang terbagi ke dalam 7 fraksi saat ini masih bersifat manual. 

​"Jika kita melihat aplikasi SIMPUL, dampaknya akan sangat memudahkan anggota dewan. Mereka dapat memantau jadwal kegiatan rapat maupun kunjungan secara mandiri langsung dari ponsel masing-masing. Mungkin jadi bank dokumentasi bagi wartawan juga," katanya.

Beda postur anggaran 

​Sementara itu, Ketua Tim Humas Protokol DPRD Kota Bandung, Devi Vaulana Hakim menjabarkan bahwa profil lembaganya ditopang oleh 50 anggota dewan. 

Dari aspek finansial, kapasitas fiskal Kota Bandung memang tergolong masif dengan nilai PAD mencapai Rp3,8 Triliun dan menyokong postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di atas angka Rp7 Triliun.

​Walau terdapat perbedaan postur anggaran yang signifikan dengan Kota Yogyakarta, Devi menekankan, pola manajemen hubungan media di Kota Bandung lebih menitikberatkan pada keterbukaan fisik dan komunikasi.

Salah satu buktinya, Sekretariat DPRD Kota Bandung memfasilitasi media center yang memadai untuk tempat kerja mandiri maupun peristirahatan kelompok kerja pers saat mengawal belasan agenda rapat harian legislatif.

​"Kami merangkul kuantitas media mitra, terutama platform media online, yang grafiknya terus melonjak setiap tahun. Sinergi diwujudkan secara konkret melalui pengadaan program siaran interaktif bekerja sama dengan stasiun televisi lokal dan nasional, pembuatan konten ucapan hari besar nasional, hingga transparansi penyebaran jadwal rapat pleno harian melalui tim humas," ucapnya. (aka)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.