Pekerja SPPG di Mojokerto Tetap Masuk Saat Dapur MBG Dihentikan Sementara Selama Libur Sekolah 
Dyan Rekohadi June 18, 2026 09:32 PM

 Para pekerja SPPG di Mojokerto, Jawa Timur diwajibkan untuk tetap masuk meski tidak ada aktivitas di dapur MBG selama masa libur sekolah.

Sejumlah pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Mojokerto, menyambut baik kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) yang meliburkan pendistribusian Makan Bergizi (Gratis MBG) selama libur sekolah.


SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Para pekerja SPPG di Mojokerto, Jawa Timur diwajibkan untuk tetap masuk meski tidak ada aktivitas di dapur MBG selama masa libur sekolah.

Sebagai informasi, sejumlah pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Mojokerto, menyambut baik kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) yang meliburkan pendistribusian Makan Bergizi (Gratis MBG) selama libur sekolah.

Kepala SPPG Pungging, Mojokerto,Abdul (29) mengatakan, dirinya mendapat informasi terbaru dari kebijakan pusat (BGN) yang meliburkan aktivitas SPPG saat libur sekolah.

"Pendistribusian (MBG) yang libur, yang tetap masuk dalam waktu libur adalah KSPP, akuntan, ahli gizi dan satpam," ujar Abdul saat dijumpai di SPPG Pungging, Kamis (18/6/2026).

Dalam kebijakannya, BGN tidak hanya meliburkan SPPG namun juga akan melakukan audit.

Abdul menyebut, SPPG yang dikelolanya belum mendapat informasi resmi dari BGN terkait akan audit atau tidak.

Baca juga: SPPG Mojokerto Lakukan Pembersihan Total dan Audit Menjelang Libur Panjang Sekolah

 

Justru Kekurangan Penerima Manfaat


Dikatakan Abdul, hampir tidak ada kendala dalam pengelolaan SPPG yang baru beroperasi dua bulan sejak 13 April 2026. 

Justru yang menjadi kendala adalah kurangnya penerima manfaat, lantaran banyak dapur MBG bahkan saat ini masih ada dalam tahap pembangunan.

Selain itu, jumlah sekolah sebagai penerima manfaat tidak banyak di wilayah Kecamatan Pungging.

"Kita kekurangan PM itu saja sebenarnya, jumlah penerima manfaat," tutupnya.

Baca juga: SPPG Lamongan Tingkatkan Kualitas SDM Selama Libur Makan Bergizi Gratis

 

Wacana Penyesuaian Nilai Insentif

Dari informasi yang dihimpun, dalam audit tersebut akan dilakukan evaluasi menyeluruh.

Rencananya, besaran insentif yang diperoleh dari setiap mitra SPPG juga akan disesuaikan dengan jumlah penerimaan manfaat.

Sebelumnya, BGN memberikan insentif yang diterima mitra SPPG atau pemilik dapur MBG senilai Rp 6 juta Per/ Hari.

Tanggapan pengelola SPPG, terkait rencana kebijakan pemerintah memberikan insentif pada pemilik dapur MBG dengan besaran yang tidak sama.

"Ya malah bagus kalau ada seperti itu, soalnya kan mitra biar bisa misal dapur (MBG) ini kurang lengkap nih fasilitasnya. Jadi nanti bisa dilengkapi lebih baik lagi," ucap ahli gizi SPPG yang tidak berkenan namanya dipublish. (don)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.