TRIBUNFLORES.COM, RUTENG – Di tengah hiruk-pikuk aktivitas masyarakat Kota Ruteng, sekelompok anak muda berdiri di persimpangan jalan, pasar, hingga area SPBU. Mereka membawa kotak donasi, menyapa setiap orang yang melintas, dan mengetuk pintu kepedulian masyarakat.
Tujuannya satu membantu Mama Estiana Nganur, seorang ibu asal Desa Lungar, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, yang sedang berjuang melawan penyakit dan membutuhkan biaya pengobatan.
Aksi kemanusiaan itu kini telah berakhir. Penggalangan dana resmi ditutup dengan total dana yang berhasil terkumpul sebesar Rp16.743.000. Nominal tersebut mungkin terlihat sederhana, namun di balik setiap rupiah tersimpan kisah tentang empati, gotong royong, dan kepedulian yang tumbuh di tengah masyarakat Manggarai.
Mama Estiana saat ini membutuhkan biaya untuk menjalani pengobatan dan perawatan lanjutan. Kondisi itu mendorong keluarga bersama sejumlah relawan membuka donasi agar beban yang mereka tanggung dapat sedikit diringankan.
Baca juga: Kunker ke Ende, Wapres Gibran Semprot Kades Niowula Soal Pembangunan Gedung KDMP
Harapannya sederhana, yakni memberi kesempatan bagi Mama Estiana untuk mendapatkan perawatan yang layak dan kembali berkumpul dalam keadaan sehat bersama keluarga tercinta.
Ketua panitia penggalangan dana, Trisno Arkadeus, mengaku terharu melihat respons masyarakat. Menurutnya, keberhasilan aksi tersebut bukan hanya soal jumlah dana yang terkumpul, melainkan juga tentang besarnya rasa kemanusiaan yang ditunjukkan banyak orang.
“Bantuan meski kecil sangat berarti bagi yang membutuhkannya. Dana yang terkumpul ini menunjukkan betapa kuatnya rasa kemanusiaan dan semangat solidaritas yang hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.
Semangat itu terlihat saat mahasiswa Program Studi Pendidikan Teologi dan PGSD Universitas Katolik Indonesia (UNIKA) Santo Paulus Ruteng bersama para relawan turun langsung ke lapangan pada 15 Juni 2026.
Mereka menyambangi lampu merah, pasar, SPBU, dan sejumlah titik strategis lainnya untuk mengajak masyarakat berbagi. Tidak sedikit warga yang berhenti sejenak, menyisihkan uang receh, bahkan memberikan donasi lebih sebagai bentuk dukungan bagi Mama Estiana.
Dukungan juga datang dari berbagai kalangan, termasuk Keluarga Besar OSIS SMK Elanus bersama para guru pendamping, Elvis Pangka dan Ancyk Ranggutt.
Keterlibatan para pelajar dan tenaga pendidik dalam aksi ini menjadi bukti bahwa nilai kepedulian sosial masih tumbuh kuat di lingkungan pendidikan.
Bagi keluarga Mama Estiana, bantuan yang terkumpul menjadi secercah harapan di tengah perjuangan yang sedang dijalani. Mereka menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur, relawan, mahasiswa, pelajar, guru, serta masyarakat yang telah meluangkan waktu, tenaga, doa, dan rezekinya.
Dana sebesar Rp16.743.000 yang berhasil dihimpun telah diserahkan kepada keluarga Mama Estiana di Desa Lungar pada Selasa, 16 Juni 2026.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memperlancar proses pengobatan dan perawatan yang masih harus dijalani.
Di balik angka Rp16,7 juta itu, tersimpan pesan yang lebih besar: bahwa di saat seseorang sedang berjuang, selalu ada banyak tangan yang siap membantu.
Solidaritas yang lahir dari kepedulian sederhana itu menjadi pengingat bahwa kemanusiaan masih hidup dan tumbuh di tengah masyarakat.
“Semoga semangat solidaritas ini tetap hidup dan berkembang dalam kehidupan bermasyarakat. Tuhan menyertai setiap kebaikan yang telah diberikan,” tutup Trisno.