Laporan Wartawan Serambi Indonesia Saifullah | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Babak penyisihan Pra Kualifikasi Pekan Olahraga Aceh (Pra PORA) Cabang Olahraga Tarung Derajat Tahun 2026, resmi bergulir di Gedung Serbaguna Harapan Bangsa (SHB) Banda Aceh, Kamis (18/6/2026).
Hari pertama pertandingan berlangsung semarak dengan keikutsertaan atlet dari berbagai kabupaten dan kota di Aceh yang tampil penuh semangat untuk memperebutkan tiket menuju PORA XV Aceh Jaya.
Sebanyak 19 pengurus cabang (pengcab) Tarung Derajat dari seluruh Aceh mengirimkan atlet terbaiknya untuk bersaing pada ajang tersebut.
Sejak pertandingan dimulai, setiap daerah mendapat kesempatan menurunkan atlet secara merata di berbagai kelas pertandingan.
Sehingga persaingan berlangsung kompetitif pada dua arena yang disiapkan panitia.
Ketua Umum Pengurus Provinsi Tarung Derajat Aceh, Alfata, SAg mengatakan, seluruh pengcab yang hadir mendapat kesempatan tampil pada hari pertama babak penyisihan.
Baca juga: 70 Atlet dari 19 Daerah Siap Bertarung di Pra PORA Tarung Derajat Aceh 2026
Menurutnya, pemerataan jadwal pertandingan menjadi bagian dari upaya memberikan peluang yang sama kepada seluruh atlet untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
Pada matras pertama dipertandingkan 20 kelas pertandingan, mulai kelas 41,1–52 kilogram hingga kelas 70,1–75 kilogram.
Sementara di matras kedua berlangsung pertandingan pada 23 kelas yang dimulai dari kelas 49,1–52 kilogram hingga kelas 75,1–80 kilogram.
Sejumlah pertandingan berlangsung sengit sejak awal.
Pada laga pembuka di matras pertama kelas 41,1–52 kilogram, atlet Bireuen M Aqsyar Athaya berhasil mengalahkan Ramdhan dari Aceh Selatan dengan skor mutlak 3-0.
Sementara pertandingan penutup di matras tersebut mempertemukan Win Ara Miro yang sukses mengalahkan Lutfi dari Aceh Besar dengan skor 3-0.
Di matras kedua, Danir Saputra dari Aceh Besar membuka pertandingan dengan kemenangan atas M Mardawi dari Banda Aceh.
Sedangkan laga terakhir di kelas 75,1–80 kilogram, dimenangkan Arifin Azizi dari Pidie yang meraih kemenangan TKO atas Ahmad Hidayatullah dari Subulussalam.
Baca juga: Mantan Atlet PON Hadiri Penyabukan Atlet Tarung Derajat di Pidie
Alfata mengaku optimistis melihat antusiasme para atlet dan ofisial yang datang dari berbagai daerah.
Menurutnya, semangat bertanding yang ditunjukkan seluruh peserta menjadi modal penting untuk meningkatkan kualitas olahraga Tarung Derajat di Aceh.
"Kita melihat seluruh atlet dan ofisial sangat siap mengikuti babak kualifikasi ini demi meraih kesempatan tampil pada PORA Aceh Jaya 2027," ujarnya.
Sementara itu, Sang Guru Tarung Derajat Aceh, Kang Yanyan Rahmad menilai, Pra PORA tidak hanya menjadi ajang perebutan tiket menuju PORA.
Tetapi juga menjadi sarana penjaringan atlet potensial yang dapat dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
Menurutnya, dari hasil pemantauan pada hari pertama pertandingan sudah terlihat sejumlah atlet muda yang memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi atlet berprestasi di tingkat nasional.
Ia berharap pemerintah daerah dan masing-masing pengcab terus meningkatkan pembinaan dan intensitas latihan agar bibit-bibit atlet tersebut mampu berkembang secara maksimal dan menjadi kekuatan baru Tarung Derajat Aceh pada berbagai kejuaraan mendatang.(*)